By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: Anak Muda dan Gaya Hidup Konsumtif, Tren Sosial yang Picu Inflasi
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Anak Muda dan Gaya Hidup Konsumtif, Tren Sosial yang Picu Inflasi

LifeStyle

Anak Muda dan Gaya Hidup Konsumtif, Tren Sosial yang Picu Inflasi

Jack
By
Jack
12 months ago
Share
2 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Generasi muda kini tidak hanya menjadi korban dari tingginya angka inflasi, namun secara tidak langsung juga turut mendorong lajunya. Fenomena konsumtif dan gaya hidup yang berlebihan menjadi salah satu penyebabnya. Hal ini diungkapkan oleh Hamni Pohan pada Rabu (11/6).

Contents
Konsumtif Tapi Terjepit FinansialLiterasi Finansial Jadi Kunci

“Anak muda saat ini mudah tergoda tren dan standar sosial yang dibentuk media maupun lingkungan. Banyak dari mereka membeli barang bukan karena kebutuhan, melainkan karena ingin terlihat sesuai ekspektasi sosial,” ujar Hamni.

Hamni menyoroti kemudahan layanan paylater atau beli sekarang bayar nanti sebagai faktor yang memperburuk kebiasaan konsumtif di kalangan anak muda. Skema ini mendorong transaksi impulsif yang tidak diimbangi dengan perencanaan keuangan.

“Dengan adanya paylater, keputusan belanja tidak lagi didasarkan pada kemampuan finansial, tapi keinginan semata. Hal ini menyebabkan pengeluaran menjadi tidak terkendali dan meningkatkan permintaan terhadap barang konsumsi secara berlebihan. Jika dibiarkan, ini akan memicu inflasi,” jelasnya.

Konsumtif Tapi Terjepit Finansial

Lebih lanjut, Hamni menjelaskan bahwa banyak anak muda akhirnya terjebak dalam tekanan ekonomi akibat gaya hidup yang mereka ciptakan sendiri. Ketika harga barang naik, daya beli menurun. Namun karena gaya hidup tidak berubah, dampaknya adalah utang yang menumpuk, tabungan minim, dan stres finansial meningkat.

Ia menegaskan pentingnya edukasi finansial untuk generasi muda agar mampu membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Literasi Finansial Jadi Kunci

Hamni pun mengimbau anak muda agar lebih bijak dalam mengelola keuangan. Ia juga mendorong pemerintah dan lembaga keuangan untuk gencar meningkatkan literasi finansial digital, terutama terkait penggunaan layanan kredit seperti paylater.

“Kalau tidak dikendalikan, fenomena ini bisa menjadi bom waktu. Kita butuh kesadaran kolektif untuk menciptakan pola konsumsi yang lebih sehat. Bukan hanya demi keuangan pribadi yang lebih stabil, tapi juga untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional,” tutup Hamni.***

You Might Also Like

Libur Panjang Idul Adha 2026, KAI Layani Lebih dari 1,2 Juta Penumpang
Senja di AWT 2026 Sajikan Wisata Alam, Budaya, hingga Fashion Show Anak Muda
Denpasar Fashion Street 2026 Angkat Kain Perca Jadi Fashion Elegan dan Bernilai Tinggi
BBTF 2026 Jadi Ajang Promosi Destinasi Wisata Indonesia ke Dunia
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Saat Idul Adha, Pendaki Ilegal Diincar
TAGGED:Anak MudaGaya hidupInflasi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Akses Sekolah Makin Gampang! Cilegon Kompak Dukung SPMB 2025
Next Article Fenomena Nolep, Ketika Anak Muda Lebih Nyaman di Dunia Maya daripada Dunia Nyata
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Travel

Tiga Juta Penumpang Diperkirakan Padati Bandara Saat Libur Idul Adha 2026

1 week ago
Travel

Libur Idul Adha 2026, Ancol Dipadati Lebih dari 32 Ribu Wisatawan

1 week ago
Travel

Pemkot Bandung Percepat Penataan Bandung Zoo, Lelang Ulang Ditarget Rampung Akhir Mei

1 week ago
Travel

Kemenpar Siapkan 136 Mooring Buoy demi Jaga Status UNESCO Raja Ampat

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index