INVERSI.ID – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mengajak para pelaku industri kreatif untuk memberi lebih banyak ruang bagi generasi Millennial dan Gen Z dalam menampilkan karya. Ia menyebut anak muda sebagai “pejuang ekraf” yang perlu difasilitasi agar produk kreatif mereka bisa lebih dikenal luas.
Pernyataan itu disampaikan Irene saat membuka pameran industri kreatif di Awancosta POJ City Marina, Kecamatan Semarang Barat, pada Sabtu (28/6).
“Anak muda butuh didengarkan. Ide dan pesan mereka harus sampai ke berbagai kalangan,” ujar Irene.
Awancosta: Panggung Baru bagi Kreator Lokal
Dalam kesempatan tersebut, Irene menyebut Awancosta sebagai contoh nyata ruang ekspresi kreatif yang memiliki standar tak hanya nasional, namun juga internasional. Menurutnya, tempat seperti ini mampu menjadi wadah berkualitas tinggi bagi pelaku industri kreatif muda untuk menunjukkan potensi mereka.
“Ini bukan hanya panggung lokal, tapi punya kualitas internasional. Kita perlu cari lebih banyak ruang seperti ini di Semarang dan kota lain,” katanya.
Pameran 3D dan Produk Kreatif Kolaboratif
Irene bersama rombongan dari Kemenparekraf dan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, berkeliling melihat area pameran yang menampilkan beragam produk, dari mainan hingga karya seni. Sorotan utama adalah pameran lukisan 3D yang dikombinasikan dengan pencahayaan modern, serta panggung musik dengan desain lighting atraktif.
“Di sini bukan sekadar jualan produk, tapi juga storytelling dan sentuhan teknologi. Ini bisa jadi titik kumpul komunitas kreatif,” ujar Wali Kota Agustina.
Festival Layang-Layang Internasional Siap Digelar
Dalam waktu dekat, Awancosta juga akan menjadi tuan rumah Festival Layang-layang Internasional yang diikuti peserta dari 12 negara. Irene mengajak para pemuda untuk terus berkarya dan percaya diri mengekspresikan diri di ruang publik.
“Kami akan terus membuka panggung-panggung baru bagi kalian. Tapi jangan berhenti di berkarya saja, kalian juga harus belajar menjual karya kalian,” pesannya.
Lingkungan Kreatif yang Inklusif dan Kolaboratif
Sebagai pengelola Awancosta, Awanngroup menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan yang inklusif dan suportif. Ruang kreatif ini menjadi platform yang menghubungkan kreator lokal dengan dunia industri melalui pelatihan, kolaborasi, hingga peluang bisnis.
Presiden Direktur Awanngroup, Albert Dwijaya, menyampaikan bahwa Awann Creative Gallery bukan hanya galeri seni, melainkan “creative playground” yang memberi pengalaman langsung terhadap proses kreatif di balik setiap karya.
“Kami ingin membangun ruang alternatif yang nyata dalam mengembangkan industri IP (intellectual property) lokal,” jelasnya.
Sebagai pembuka, Awann Creative Gallery menghadirkan kolaborasi perdana dengan Redmiller Blood, seniman visual Indonesia yang telah menembus pasar global dari Hong Kong, Shanghai, hingga New York.***