Halo brother and sister, gelaran KSAL Cup Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7 di Kendal, Jawa Tengah, baru aja selesai nih pada Senin, 7 Juli 2025.
Dan yang bikin kita semua bangga, ada torehan istimewa dari atlet motocross kebanggaan Kendal, Farel Huda Hanafi! Pemuda asal Boja ini bener-bener jadi sorotan utama di kancah balap hard enduro internasional!
Farel berhasil meraih predikat Raja Tanjakan dalam event akbar ini! Gila, dia sukses menaklukkan tanjakan yang diakui super terjal dan menantang oleh para peserta, termasuk yang dari luar negeri.
Ini bukan cuma soal kecepatan, tapi juga skill, mental, dan ketahanan fisik yang luar biasa. Berkat kehebatannya itu, Farel langsung diganjar piala dan uang pembinaan Rp 30 juta! Hadiah yang sepadan dengan perjuangan dan prestasinya yang bikin takjub banyak orang.
Piala dan uang pembinaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali sesaat setelah balapan final kategori international pro enduro rampung.
Ini adalah bentuk pengakuan langsung dari petinggi daerah dan angkatan laut atas prestasi gemilang Farel Huda Hanafi. Kehadiran mereka juga menunjukkan dukungan pemerintah terhadap olahraga ekstrem dan pengembangan talenta lokal.
Bukan Cuma Raja Tanjakan, Farel Juga Bersaing di Top 8 Dunia!
Tapi, prestasi Farel nggak cuma sampai di situ, bro and sis! Dia juga mampu bersaing sengit dengan para pembalap-pembalap ternama dunia yang datang dari 19 negara berbeda (termasuk Eropa, Asia, dan Afrika) dalam kategori international Enduro.
Farel berhasil menyodok masuk ke delapan besar setelah balapan selama 45 menit. Ini bukti kalau pembalap Indonesia, khususnya dari Kendal, punya kualitas dan daya saing yang patut diperhitungkan di kancah global.
Pada pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan latihan keras dan semangat juang, atlet lokal bisa bersanding dengan yang terbaik di dunia.
Gubernur Ahmad Luthfi yang hadir bersama Kepala Staff TNI Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, menjadi saksi langsung perjuangan para pembalap Indonesia yang bertanding pada kategori enduro itu.
Keduanya bahkan menonton hingga akhir balapan enduro yang digelar selama 45 menit di Sirkuit Kuari Sumberejo, Kaliwungu, Kendal. Antusiasme petinggi ini jelas menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet.
Kepala Staff TNI Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali, bahkan secara khusus memberikan pujian kepada Farel dan pembalap nasional lain yang bertanding pada kategori enduro tersebut.
Meskipun belum mampu menjadi juara pertama, kerja keras atlet-atlet nasional itu berhasil menembus sepuluh besar di antara puluhan peserta internasional.
“Kegiatan internasional ini diikuti peserta dari 19 negara. Pesertanya ada yang dari Eropa, Asia dan Afrika. Pembalap-pembalap dari Indonesia, dari Kendal, itu ada yang masuk 10 besar. Alhamdulillah dari Kendal juga ada yang berprestasi,” katanya dengan bangga.
Ali menambahkan, event KSAL Cup Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7 tersebut dapat menjadi ajang yang sangat berharga untuk menambah pengalaman dan mengukir prestasi bagi pembalap Indonesia.
Ke depan, ia berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para pemuda, terutama atlet motocross, untuk bisa lebih meningkatkan prestasi mereka.
“Nantinya juga bisa bermain atau mengikuti ajang-ajang internasional yang lebih spektakuler lagi,” jelasnya. Ini adalah dorongan kuat untuk terus bermimpi besar dan berani bersaing di level tertinggi.
Lebih dari Balapan: Mendorong Ekonomi & Promosi Wisata Daerah!
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa KSAL Cup Hiu Selatan International Hard Enduro ke-7 tidak hanya sekadar ajang balap dan otomotif saja, bro and sis! Lebih dari itu, event yang digelar selama tiga hari tersebut punya dampak yang jauh lebih luas.
Kegiatan ini berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan potensi wilayah Kendal karena mendatangkan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di luar Jawa Tengah, bahkan dari luar negeri.
“Ini tidak hanya kegiatan otomotif, tetapi juga dalam rangka menjual wilayah. Pergerakan pertumbuhan ekonomi seperti UMKM dan hotel sangat bagus, bahkan rumah penduduk juga dijadikan tempat menginap pembalap nasional dan internasional.
Kalau perlu kita adakan rutin kegiatan seperti ini,” katanya. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah event olahraga berskala internasional bisa menjadi magnet ekonomi dan promosi pariwisata yang efektif. Rumah-rumah warga disulap jadi penginapan, UMKM ramai, hotel-hotel penuh sebuah sinergi yang luar biasa!
Liga Hedef ini diselenggarakan oleh KPBI Sumbar sebagai bagian dari rangkaian pembinaan rutin dan promosi olahraga tradisional yang kini mulai kembali digemari oleh kalangan muda.
Inisiatif ini tidak hanya melestarikan nilai-nilai budaya melalui olahraga, tetapi juga membuka peluang baru bagi generasi muda untuk berprestasi dan berkreasi.
Dengan kesuksesan gelaran ini dan munculnya bintang lokal seperti Farel Huda Hanafi, Kendal dan Jawa Tengah telah menunjukkan potensinya sebagai pusat hard enduro di Indonesia.
Diharapkan, event-event semacam ini dapat terus terlaksana secara rutin dan lebih meriah lagi, sehingga semakin banyak Farel-farel lain yang lahir, siap mengharumkan nama bangsa di kancah balap motor dunia. Kendal, memang surganya para enduro rider!