INVERSI.ID – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa deretan penghargaan internasional yang diraih Indonesia sepanjang tahun 2025 menjadi bukti nyata bahwa kualitas pelayanan pariwisata nasional semakin diakui di tingkat global. Pengakuan tersebut dinilai tidak datang secara instan, melainkan merupakan hasil dari proses panjang peningkatan mutu destinasi, infrastruktur, serta layanan pariwisata yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Dalam acara jumpa pers akhir tahun 2025 yang digelar di Jakarta pada Selasa, Widiyanti menegaskan bahwa capaian tersebut patut menjadi kebanggaan bersama, baik bagi pemerintah maupun pelaku industri pariwisata.
“Kita patut berbangga dan bersyukur bahwa kualitas pariwisata Indonesia semakin diakui lewat berbagai penghargaan dunia,” kata Widiyanti dalam acara jumpa pers akhir tahun 2025 di Jakarta, Selasa.
Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah terhadap posisi Indonesia dalam peta pariwisata global. Di tengah persaingan ketat antarnegara dalam menarik wisatawan internasional, Indonesia dinilai berhasil menunjukkan daya saing melalui keunikan destinasi, kekayaan budaya, serta peningkatan kualitas layanan yang semakin konsisten.
Penghargaan yang diterima Indonesia sepanjang 2025 datang dari berbagai lembaga internasional bergengsi, mencakup sektor gastronomi, akomodasi, hingga pengembangan desa wisata. Hal ini menunjukkan bahwa pengakuan dunia terhadap pariwisata Indonesia bersifat menyeluruh dan tidak terbatas pada satu aspek saja.
Pengakuan Dunia Terhadap Gastronomi dan Akomodasi Indonesia
Salah satu penghargaan bergengsi yang diterima Indonesia adalah The New Destination Champion Award 2026 dalam ajang Annual La Liste Awards Ceremony yang digelar di Paris, Prancis, pada 24 November 2025. Penghargaan ini menjadi penanda penting bagi posisi Indonesia sebagai destinasi gastronomi yang semakin diperhitungkan di dunia internasional.
La Liste, yang dikenal sebagai lembaga pemeringkat restoran dan destinasi kuliner global, menilai bahwa Indonesia memiliki potensi besar dan perkembangan pesat dalam dunia gastronomi. Kekayaan rasa, keragaman bahan pangan lokal, serta filosofi di balik setiap hidangan tradisional Indonesia dinilai mampu memberikan pengalaman kuliner yang autentik dan berkesan.
Pengakuan tersebut tidak hanya memperkuat citra Indonesia sebagai tujuan wisata alam dan budaya, tetapi juga sebagai destinasi kuliner kelas dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, wisata berbasis gastronomi memang menjadi salah satu tren utama pariwisata global, seiring meningkatnya minat wisatawan terhadap pengalaman lokal yang otentik.
Selain sektor gastronomi, kualitas layanan akomodasi pariwisata Indonesia juga mendapatkan apresiasi internasional. Sebanyak 33 hotel dan resor terkemuka di berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia berhasil meraih Michelin Keys. Penghargaan ini menandakan bahwa fasilitas akomodasi tersebut menawarkan pengalaman menginap yang sangat istimewa dan luar biasa bagi wisatawan.
Michelin Keys dikenal sebagai salah satu referensi penting bagi wisatawan global dalam memilih akomodasi. Penghargaan ini tidak hanya menilai fasilitas fisik, tetapi juga kualitas layanan, kenyamanan, serta pengalaman menyeluruh yang dirasakan tamu selama menginap. Dengan diraihnya Michelin Keys oleh puluhan hotel dan resor di Indonesia, hal ini menjadi sinyal positif bagi kepercayaan wisatawan internasional terhadap standar pelayanan perhotelan nasional.
Keberhasilan sektor akomodasi ini juga mencerminkan kesiapan industri pariwisata Indonesia dalam bersaing dengan destinasi global lainnya. Investasi pada sumber daya manusia, pelatihan layanan, serta penerapan standar internasional dinilai menjadi faktor kunci di balik pencapaian tersebut.
Desa Wisata dan Pengakuan dari Komunitas Global
Tidak hanya destinasi perkotaan dan resort kelas atas, pengembangan pariwisata berbasis komunitas di Indonesia juga mendapat perhatian dunia. Desa wisata Indonesia kembali mencatatkan prestasi melalui penghargaan dari UN Tourism, organisasi pariwisata di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Desa Wisata Pemuteran di Bali berhasil dinobatkan sebagai Best Tourism Villages oleh UN Tourism. Penghargaan ini diberikan kepada desa wisata yang dinilai berhasil mengembangkan pariwisata secara berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberdayakan masyarakat lokal secara optimal.
Selain itu, Desa Wisata Osing Kemiren di Jawa Timur terpilih untuk masuk dalam Upgrade Programme UN Tourism. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa wisata agar mampu berkembang menjadi destinasi unggulan yang berdaya saing global, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Penghargaan terhadap desa wisata ini menunjukkan bahwa pendekatan pariwisata Indonesia tidak hanya berorientasi pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada kualitas dan keberlanjutan. Konsep pariwisata berbasis masyarakat dinilai mampu memberikan dampak ekonomi langsung kepada warga, sekaligus menjaga identitas budaya dan lingkungan setempat.
“Ketiga pencapaian tersebut hanyalah sebagian kecil dari 153 penghargaan internasional yang diterima Indonesia tahun ini, dibandingkan 66 penghargaan di tahun 2024,” kata Menteri Pariwisata.
Lonjakan jumlah penghargaan tersebut mencerminkan peningkatan signifikan dalam kualitas dan daya saing pariwisata Indonesia. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah penghargaan internasional yang diraih hampir meningkat lebih dari dua kali lipat.
“Pencapaian ini menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia semakin diminati dunia, didukung oleh peningkatan kualitas destinasi, infrastruktur, dan layanan dari seluruh ekosistem pariwisata Indonesia secara berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa capaian ini bukan hasil kerja satu pihak semata. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku industri, komunitas lokal, serta masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.
Strategi Peningkatan Daya Saing dan Harapan ke Depan
Widiyanti menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata di Indonesia, termasuk dalam hal pelayanan informasi bagi wisatawan. Akses informasi yang akurat, mudah, dan ramah wisatawan dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk pengalaman perjalanan yang positif.
Peningkatan kualitas layanan informasi ini mencakup penguatan platform digital pariwisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di pusat-pusat informasi wisata, serta penyediaan informasi multibahasa yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan mancanegara. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam merencanakan dan menjalani perjalanan mereka di Indonesia.
Widiyanti juga mengemukakan bahwa banyaknya penghargaan yang diterima Indonesia sepanjang 2025 menjadi indikator meningkatnya daya saing pelayanan pariwisata nasional. Daya saing ini tidak hanya diukur dari aspek harga, tetapi juga dari kualitas pengalaman, keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan.
Dia berharap berbagai penghargaan tersebut dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkualitas di mata dunia. Dengan citra yang semakin positif, Indonesia diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan, baik dari pasar tradisional maupun pasar-pasar baru yang potensial.
Selain berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan, pengakuan internasional ini juga diharapkan dapat mendorong investasi di sektor pariwisata. Investasi yang berkualitas dinilai akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mempercepat pembangunan destinasi-destinasi wisata unggulan di berbagai daerah.
Ke depan, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk terus menjaga momentum positif ini. Fokus tidak hanya diarahkan pada pencapaian penghargaan, tetapi pada upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman wisata secara menyeluruh. Dengan demikian, pariwisata Indonesia diharapkan tidak hanya unggul secara global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.