Anak muda Aceh, kembali jadi kebanggaan Tanah Air setelah meraih prestasi di ajang kompetisi beatbox internasional. Tiga beatboxer muda asal Aceh berhasil mengharumkan nama daerah dalam ajang bergengsi Beat Quest 2025 yang diselenggarakan BeatNation di Petaling Jaya, Selangor, Malaysia, pada 19–20 Juli 2025.
Mereka adalah Muttaqin Irwandi (Taqin), Afdhalul Rizki (Unix), dan Muhammad Arief Furqan (Arief Hyper Pitch). Dalam kompetisi yang diikuti puluhan peserta dari berbagai negara ini, Taqin dan Unix berhasil meraih juara 2 untuk kategori tunix (pasangan). Sementara itu, Arief Hyper Pitch sukses menembus posisi 5 besar kategori solo, dan Taqin juga berhasil masuk 3 besar kategori solo dari total 25 peserta.
“Alhamdulillah, anak-anak muda Aceh berhasil membuktikan kalau kita bisa menorehkan prestasi di panggung internasional,” ujar Arief Hyper Pitch, salah satu perwakilan Aceh, saat diwawancarai media, Senin (21/7).
Beatboxer Aceh Unjuk Gigi di Pentas Dunia
Ketiga beatboxer asal Aceh ini sebelumnya melewati proses seleksi ketat untuk bisa tampil di ajang internasional. Mereka mengikuti audisi daring dengan mengirimkan video karya beatbox masing-masing yang diunggah ke akun Instagram. Setelah lolos seleksi, mereka terpilih mewakili Aceh dan Indonesia bersama puluhan peserta lain dari berbagai negara Asia.
“Alhamdulillah saya ikut di kategori solo, sementara teman lainnya ikut di kategori solo dan juga tunix,” jelas Arief Hyper Pitch dalam wawancara dengan Serambinews.com, Jumat (18/7/2025), sebelum keberangkatan ke Malaysia.
Kompetisi Beat Quest 2025 sendiri merupakan ajang tahunan yang mempertemukan para beatboxer terbaik dari kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur. Dengan format pertunjukan solo dan ganda (tunix), ajang ini menilai kreativitas, teknik, harmoni, dan kemampuan menghibur para peserta.
Membawa Nama Aceh ke Level Internasional
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa anak muda Aceh memiliki potensi besar untuk tampil dan bersaing di tingkat internasional, bahkan di bidang yang selama ini belum banyak mendapat perhatian.
“Beatbox di Aceh memang masih dipandang sebelah mata, tapi kami ingin menunjukkan bahwa Aceh juga bisa bersinar lewat karya dan kemampuan,” ungkap Arief.
Ia menambahkan, keikutsertaan mereka bukan sekadar untuk menang, tetapi juga membuka wawasan baru, memperluas jejaring internasional, serta mengangkat nama Aceh di mata dunia.
“Karena niat kita memang untuk menaikkan nama Aceh di mata dunia, terutama lewat beatbox. Harapannya tentu menang, tapi yang terpenting kita bisa belajar banyak dan menunjukkan potensi anak muda Aceh,” pungkasnya
Beatbox Aceh: Bakat yang Perlu Dukungan
Prestasi Taqin, Unix, dan Arief menjadi momentum penting untuk mengenalkan lebih luas bakat-bakat muda Aceh dalam bidang seni vokal ritmis ini. Beatbox sendiri merupakan seni menciptakan irama musik hanya dengan suara mulut, yang semakin populer di kalangan generasi muda.
Sayangnya, selama ini beatbox di Aceh belum mendapat perhatian yang serius, baik dari masyarakat maupun pihak terkait. Minimnya ruang apresiasi, fasilitas latihan, hingga dukungan sponsorship menjadi tantangan tersendiri bagi para pelaku beatbox di daerah.
Melalui prestasi ini, diharapkan lebih banyak pihak yang membuka mata dan mendukung perkembangan komunitas beatbox Aceh, termasuk dengan menyediakan panggung-panggung lokal untuk berkompetisi dan berkreasi.
Inspirasi untuk Generasi Muda
Keberhasilan tiga beatboxer Aceh ini juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lain untuk berani mengejar mimpi dan mengasah bakat, tak peduli bidang apapun. Dengan komitmen, kerja keras, dan tekad kuat, bukan mustahil karya anak muda dari daerah bisa diakui hingga ke tingkat internasional.
Beatbox menjadi salah satu cara anak muda mengekspresikan diri secara positif, membangun kreativitas, dan menjalin persaudaraan lintas negara. Apa yang ditunjukkan oleh Taqin, Unix, dan Arief menunjukkan bahwa batasan hanyalah persepsi, dan kesempatan terbuka bagi siapa saja yang mau berusaha.
Harapan ke Depan
Melihat capaian tahun ini, komunitas beatbox Aceh berharap ke depan bisa lebih banyak lagi anak muda yang mengikuti jejak mereka di kancah internasional. Diperlukan pembinaan, dukungan moral, hingga perhatian dari pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mengembangkan bakat muda Aceh di bidang seni suara dan kreativitas lainnya.
Keikutsertaan di ajang seperti Beat Quest 2025 tidak hanya membawa prestasi individu, tetapi juga menjadi sarana promosi daerah, memperkenalkan Aceh lewat karya seni yang unik dan berkelas dunia.Prestasi Taqin, Unix, dan Arief di ajang Beat Quest 2025 adalah bukti nyata bahwa anak muda Aceh memiliki potensi besar yang layak diapresiasi. Mereka berhasil mengharumkan nama Aceh dengan kerja keras, dedikasi, dan semangat pantang menyerah.
Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak muda lain untuk terus berkarya, serta memicu dukungan yang lebih besar terhadap perkembangan seni dan kreativitas di Aceh.