INVERSI.ID – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, resmi membuka gelaran Wondr Futsal Series 2025 yang diikuti oleh 40 kota di seluruh Indonesia. Acara pembukaan berlangsung meriah pada Selasa (29/7/2025) malam di Surabaya. Dalam sambutannya, Emil menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi positif, membangun solidaritas, serta menampilkan potensi terbaik mereka.
“Ini adalah ajang yang positif, baik untuk para pemain maupun suporternya. Mari kita tunjukkan bahwa pelajar dan anak muda Indonesia, khususnya di Surabaya, siap bertanding secara sportif dan tertib,” ujar Emil.
Ia juga mengajak para pelajar untuk menepis stigma negatif yang kerap melekat pada generasi muda.
“Sebagai anak muda, mari kita hilangkan anggapan bahwa kita itu mager atau baperan. Justru kita harus siap berperan dan menunjukkan jiwa sportif,” tambahnya.
Tahun ini, Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah di tiga kota sekaligus, yakni Surabaya, Gresik, dan Malang. Kehadiran turnamen ini menjadi bukti bahwa remaja SMA dan SMK di wilayah ini memiliki ruang kreatif untuk menyalurkan energi mereka ke arah yang positif dan produktif.
Menyalurkan Energi Positif dan Membangun Solidaritas
Emil Dardak menilai Wondr Futsal Series lebih dari sekadar ajang mencari bibit atlet futsal. Menurutnya, event ini juga membentuk karakter dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Ia mengenang masa sekolahnya ketika ikut mendukung tim futsal sekolah, sebuah pengalaman yang menurutnya tak terlupakan.
“Saya dulu waktu sekolah merasakan sendiri serunya mendukung tim kita. Tadi saya lihat yel-yel para pelajar kompak banget, orangnya banyak, semangat kebersamaannya terasa sekali. Ini yang membangun solidaritas,” kenang Emil.
Ia juga menyinggung tentang tantangan yang dihadapi para remaja yang masih berada dalam masa labil. Menurutnya, emosi adalah bagian dari proses belajar dan pembentukan karakter.
“Emosi itu wajar. Itu bagian dari pembelajaran. Tapi saya yakin panitia sudah siap mengantisipasi agar tidak terjadi insiden yang tak terkendali,” kata Emil yang kini berusia 41 tahun.
Event ini menjadi ruang untuk pelajar agar tidak hanya bersaing dalam keterampilan bermain futsal, tetapi juga belajar tentang sportivitas, kerja sama tim, dan mengendalikan emosi. Dengan cara ini, olahraga futsal diharapkan mampu menjadi salah satu sarana pembinaan karakter anak muda Indonesia.
Lebih dari Sekadar Turnamen Olahraga
CEO Futsal Series, Novel Leonardo, menegaskan bahwa Wondr Futsal Series 2025 hadir sebagai program nasional yang memiliki dampak luas. Menurutnya, futsal kini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga ruang kolaborasi, pembinaan disiplin, dan pengembangan karakter.
“Futsal kini menjadi ruang kolaborasi, kerja tim, dan pembinaan disiplin. Kami sangat antusias menghadirkan program nasional yang inklusif dan berdampak, agar banyak talenta bisa berprestasi hingga ke tingkat nasional,” ujarnya.
Turnamen ini juga memiliki nilai lebih karena tidak hanya berfokus pada pertandingan. Rangkaian kegiatan Wondr Futsal Series menghadirkan berbagai program tambahan, seperti sesi motivasi, talkshow inspiratif, hingga kampanye literasi keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelajar SMA dan SMK.
Sejak awal tahun 2025, Wondr Futsal Series telah digelar di 13 kota di Indonesia, mulai dari Tangerang, Serang, Garut, Solo, Semarang, hingga Timika dan Jayapura. Kehadiran turnamen ini berhasil menarik perhatian banyak pelajar dan pecinta futsal, sekaligus membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi sarana membangun karakter generasi muda di berbagai daerah.
Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya diajak untuk mengejar kemenangan di lapangan, tetapi juga membangun mental yang kuat, semangat sportivitas, dan solidaritas antar pelajar. Harapannya, energi positif ini bisa menjadi fondasi yang kuat bagi lahirnya generasi muda Indonesia yang sehat, kreatif, dan berprestasi. Selain itu, turnamen seperti Wondr Futsal Series juga mampu memperluas jejaring pertemanan lintas sekolah dan kota, sekaligus membuka peluang bagi bakat-bakat muda untuk dikenal lebih luas.
Banyak pelajar yang mengikuti ajang ini mengaku mendapat pengalaman berharga, baik dalam menghadapi tekanan pertandingan maupun belajar menghargai lawan. Dengan dukungan pemerintah daerah, sekolah, dan pihak swasta, ajang ini diharapkan menjadi agenda rutin yang terus berkembang dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masa depan olahraga futsal Indonesia serta pembinaan karakter anak muda di seluruh negeri.***