INVERSI.ID – Youth Peace Festival 2025 yang digelar oleh Global Peace Foundation (GPF) Indonesia bersama Indorelawan menjadi ajang penting dalam memperingati Hari Perdamaian Internasional. Festival yang berlangsung di Volunteer Hub, Jakarta, ini menghadirkan ratusan anak muda dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama menegaskan komitmen pada dunia yang damai.
Youth Peace Festival 2025 merupakan puncak dari rangkaian kegiatan bertema “Act Now for a Peaceful World” yang dimulai sejak akhir Agustus. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup Lomba Poster Perdamaian, Young Bridging Leaders, U-gen Webinar, Clean the City, hingga Peace! Project. Lebih dari 250 pemuda ikut terlibat aktif, menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap isu perdamaian global.
Youth Peace Festival 2025 tidak hanya menghadirkan aktivitas seremonial, tetapi juga pengalaman kolaboratif. Sebanyak 100 pemuda lintas iman dan komunitas mengikuti beragam aktivitas, mulai dari Peace Talk bersama Yayasan Pita Kuning, Ruang Rasa, dan Youthdozer; workshop jingle perdamaian; hingga menghias kue sebagai simbol kebersamaan. Selain itu, pesan damai juga dituangkan melalui mural kolaboratif, pameran poster, dan sesi Open Mic yang memberi ruang ekspresi kreatif.
Peran Anak Muda dalam Membangun Harmoni
Festival ini menegaskan pentingnya anak muda dalam merawat perdamaian di tengah perbedaan. “Melalui Youth Peace Festival, kami ingin menunjukkan bahwa generasi muda punya peran penting membangun harmoni di tengah keberagaman,” ujar Miftahul Khoir, Program Manager GPF Indonesia.
Senada dengan itu, Shendy Ristandi dari Indorelawan menambahkan, “Perdamaian adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan relawan membuktikan bahwa perubahan nyata dimulai dari aksi kecil yang dilakukan bersama.”
Kutipan ini menegaskan bahwa perdamaian tidak lahir dari satu pihak saja, melainkan dari kerja sama lintas komunitas. Melalui interaksi positif dan kegiatan kreatif, anak muda dapat menumbuhkan rasa saling menghargai serta memperkuat solidaritas sosial.
Di tengah arus informasi yang cepat dan rentannya konflik identitas, peran anak muda sebagai agen perdamaian menjadi semakin relevan. Kehadiran mereka dalam festival ini mencerminkan optimisme bahwa generasi baru tidak hanya peduli, tetapi juga siap terlibat langsung dalam mendorong perubahan.
Pesan Damai yang Bergema ke Generasi Muda
Acara ini tidak berdiri sendiri, melainkan melibatkan berbagai komunitas seperti Ruang Rasa, Yayasan Pita Kuning, Youthdozer, Trash Hero Jakarta, hingga PP Lajnah Imaillah. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pesan damai bisa disuarakan dari banyak pintu, baik melalui seni, aksi sosial, maupun ruang diskusi.
Workshop jingle perdamaian, misalnya, menghadirkan pendekatan kreatif yang mudah diterima anak muda. Musik menjadi medium universal untuk menyatukan perbedaan. Sementara itu, mural kolaboratif dan pameran poster membuktikan bahwa seni visual dapat menjadi bahasa yang menyatukan pesan-pesan lintas budaya dan keyakinan.
Sesi Open Mic juga menjadi sorotan karena memberi kesempatan kepada anak muda untuk mengekspresikan ide, kritik, dan harapan mereka. Dari puisi, lagu, hingga monolog, semua ekspresi itu bermuara pada satu tujuan: membangun dunia yang lebih damai.
Melalui berbagai bentuk kegiatan, Youth Peace Festival 2025 tidak hanya berhenti sebagai acara peringatan, melainkan momentum yang menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk bergerak. Pesan damai yang diangkat dalam festival ini diharapkan terus bergema, melampaui batas ruang dan waktu.
Youth Peace Festival 2025 menegaskan bahwa generasi muda bukan sekadar penerus bangsa, tetapi juga motor perubahan nyata dalam menjaga perdamaian. Dengan tema “Act Now for a Peaceful World”, festival ini menghadirkan ruang kolaboratif yang mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang untuk belajar, berbagi, dan berkreasi bersama.
GPF Indonesia bersama Indorelawan sukses menghadirkan wadah yang mendorong semangat solidaritas, kreativitas, dan keberanian generasi muda dalam menjaga harmoni sosial. Dari Peace Talk, mural, hingga jingle perdamaian, semua kegiatan memperlihatkan betapa kuatnya peran anak muda dalam mengampanyekan pesan damai.
Melalui acara ini, GPF Indonesia berharap pesan perdamaian tidak berhenti di festival, tetapi terus menginspirasi anak muda di seluruh Indonesia untuk menjadi agen perubahan. Karena sejatinya, perdamaian bukan hanya milik satu kelompok, melainkan tanggung jawab bersama seluruh umat manusia.