Halo Inversi! Kabupaten Jepara baru saja punya public speaker baru yang stand out banget. Dua siswi keren dari SMP Negeri 2 Bangsri (Esduba), Nada Fajrina Aulia dan Iklila Aurellia Naqiyyah, sukses mengguncang JETA (Jepara English Teacher Association) dan meraih Juara 1 Lomba News Report and Anchor!
Ajang bergengsi ini menguji skill set yang future-proof: public speaking, kepercayaan diri, dan English skill berbalut sense jurnalistik. Kemenangan ini bukan cuma achievement sekolah, tapi statement bahwa kualitas pendidikan bahasa Inggris di Esduba siap melangkah ke next level.
BROADCASTING HACKS: ARTIKULASI VS EKSPRESI
Nada dan Iklila tampil memukau sejak awal. Juri terhipnotis oleh gaya penyampaian mereka yang tegas, artikulasi jelas, dan ekspresi natural persis seperti news anchor profesional di TV.
Nada membocorkan hacks di balik kemenangan ini: latihan intens selama berminggu-minggu, fokus pada pengucapan kata yang tepat, dan melatih ekspresi agar alami. Iklila menambahkan bahwa kunci utama adalah kerja sama tim dan menjaga ekspresi agar balance antara ketegasan dan kealamian.
KEPALA SEKOLAH: JUARA SEJATI BUKAN CUMA PINTAR
Kepala SMPN 2 Bangsri, Agus Awalludin, S.Pd., M.M., M.Pd., memberikan apresiasi tinggi, mendefinisikan keduanya sebagai Juara Sejati.
“Nada dan Iklila adalah contoh Juara Sejati bukan hanya pintar, tapi juga berkarakter dan berani tampil. Prestasi ini menunjukkan bahwa SMPN 2 Bangsri memiliki potensi besar di bidang bahasa dan komunikasi,” tegasnya. Visi sekolah jelas: mendorong siswa berani bermimpi besar dan berprestasi di kancah yang lebih luas.
ENGLISH CLUB LEVEL UP: MOMENTUM ERA DIGITAL
Guru Pembimbing, Sulis Nisfi Fibroyir, S.Pd. (Mom Fifi), melihat kemenangan ini sebagai momentum epic untuk mengembangkan English Club dan minat siswa di dunia broadcasting.
Poin Intelektualnya: Di era digital, kemampuan bahasa Inggris yang dikombinasikan dengan skill public speakingadalah aset tak ternilai. Nada dan Iklila membuktikan bahwa English skill membuka banyak peluang, terutama untuk berkreasi di platform media baru.
Ketua Panitia JETA, Siska Nur Zakia, M.Pd., menjelaskan bahwa lomba ini dirancang untuk praktik nyata. Mereka ingin pelajar Jepara tidak hanya mahir teori, tetapi aktif, komunikatif, dan percaya diri di depan kamera.
Kemenangan Nada dan Iklila adalah simbol inspirasi bagi pelajar Jepara, menegaskan bahwa dengan tekad dan kerja keras, visi “From Bangsri to the World” bukan sekadar hashtag, tetapi target yang bisa diwujudkan oleh talenta muda Indonesia.