INVERSI.ID – Perayaan ulang tahun ke-97 Persija Jakarta menjadi semakin spesial setelah Macan Kemayoran mengamankan kemenangan 2-0 atas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan BRI Super League di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat malam. Ribuan Jakmania memenuhi tribun GBK dan atmosfer yang tercipta membuat malam itu terasa seperti pesta yang lengkap: klub berulang tahun, stadion penuh warna, dan tiga poin berhasil dibawa pulang.
Di balik kemenangan tersebut, Persija tak hanya tampil dominan, tetapi juga menunjukkan karakter kuat saat menghadapi tekanan dan kebuntuan yang cukup panjang. Gol Maxwell pada menit ke-78 serta gol Allano De Souza di masa tambahan waktu menjadi puncak dari kerja keras tim sepanjang 90 menit. Kemenangan ini juga menjaga posisi Persija tetap kokoh di papan atas klasemen sementara Super League.
Tambahan tiga poin membuat Persija naik menjadi 29 poin dan mengamankan posisi kedua sementara. Sementara itu PSIM, yang datang dengan ambisi merusak pesta ulang tahun tuan rumah, harus pulang tanpa poin dan tetap berada di peringkat keempat dengan 22 poin.
Babak Pertama: Dominasi Persija yang Belum Berbuah
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persija langsung mengambil inisiatif serangan. Dukungan dari suporter yang memadati GBK seperti memberi energi lebih bagi skuad asuhan Mauricio Souza. Tekanan demi tekanan mereka bangun, dan peluang pertama datang dari sundulan Van Basty Sousa. Sundulannya mengenai mistar gawang dan membuat para pemain PSIM lebih berhati-hati untuk menjaga area belakang mereka.
PSIM tidak tinggal diam. Ezequiel Vidal mendapatkan kesempatan dari tendangan bebas, yang memaksa Andritany Ardhyasa melakukan penyelamatan penting. Duel antara lini serang PSIM dan pertahanan Persija sempat membuat tempo pertandingan meningkat sesaat. Namun secara keseluruhan, Persija lebih banyak menguasai bola dan mengatur jalannya laga.
Pada menit-menit berikutnya, peluang kembali datang dari Witan Sulaeman. Setelah menerima umpan dari Allano De Souza, Witan mencoba melepaskan tendangan yang sayangnya masih melebar. Meskipun peluang demi peluang tercipta, Persija belum menemukan sentuhan akhir yang tepat untuk membobol gawang PSIM.
Hingga peluit akhir babak pertama, serangan Persija belum mampu menghasilkan gol. Skor 0-0 menutup paruh pertama, dan para pemain pun harus masuk ruang ganti dengan tugas besar: mencari cara memecah kebuntuan.
Babak Kedua: Gol Pembuka dari Maxwell Mengubah Irama Laga
Memasuki babak kedua, ritme permainan tidak banyak berubah. Persija tetap menguasai bola dan tampil lebih agresif. Pelatih Mauricio Souza melakukan beberapa penyesuaian yang membuat pola serangan Persija lebih tajam dan bervariasi.
Kerja keras itu akhirnya terbayar pada menit ke-78. Maxwell, yang sejak awal tampil aktif mencari ruang, berhasil memanfaatkan celah di lini belakang PSIM. Ia menerima bola, mencari sedikit ruang, lalu melepaskan tembakan yang mengarah tepat ke sudut gawang PSIM. Kiper Khairul Fikri sudah berusaha menjangkau, namun bola meluncur terlalu cepat. Persija unggul 1-0 dan GBK langsung bergemuruh.
Gol ini mengubah atmosfer pertandingan. PSIM mau tidak mau harus bermain lebih terbuka untuk mencari gol penyeimbang. Kondisi itu membuat Persija punya lebih banyak ruang untuk melakukan serangan balik dengan kecepatan para pemain sayap mereka.
PSIM memiliki beberapa peluang untuk membalas, tetapi tembakan Nermin Haljeta masih mampu diamankan Andritany. Di saat PSIM semakin agresif, Persija justru mampu memanfaatkan celah yang ditinggalkan tim tamu.
Gol Penutup dari Allano: Pesta Ulang Tahun Ditutup dengan Manis
Memasuki menit-menit akhir pertandingan, PSIM semakin terdesak dan fokus menyerang. Namun keputusan itu berujung fatal. Hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir, Persija melancarkan serangan balik cepat. Alan Cardoso mengirimkan umpan matang ke kotak penalti, dan Allano De Souza dengan tenang menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol kedua. Skor 2-0 memastikan kemenangan Persija dan mengubur harapan PSIM untuk pulang dengan poin.
Bagi Allano, gol ini terasa sangat berharga karena ia turut membawa Persija merayakan ulang tahun klub dengan kemenangan yang mengesankan. Bagi Jakmania, momen itu menjadi hadiah penutup yang sempurna. Sorak sorai menggema di seluruh stadion, seakan merayakan sejarah panjang klub sekaligus menyambut masa depan yang lebih cerah.
Mengamankan Posisi di Klasemen dan Menambah Kepercayaan Diri
Kemenangan ini membuat Persija semakin percaya diri untuk bersaing di papan atas Super League. Dengan 29 poin, mereka berada di posisi kedua dan terus menempel tim-tim yang berada di atasnya. Konsistensi adalah kunci, dan hasil atas PSIM ini menjadi bukti bahwa Persija mampu menjaga performa saat menghadapi tekanan.
Mauricio Souza sebagai pelatih juga terlihat semakin memahami karakter para pemainnya. Kombinasi agresivitas lini depan, solidnya pertahanan dengan kehadiran Jordi Amat dan Thales Lira, serta kreativitas dari Bruno Tubarao dan Allano menjadi modal penting dalam persaingan ketat musim ini.
PSIM, di sisi lain, masih memiliki pekerjaan rumah. Kekalahan ini memang mengecewakan, tetapi mereka masih menempati empat besar dan punya peluang besar untuk bangkit di pertandingan berikutnya.
Susunan Pemain
Persija Jakarta:
Andritany Ardhiyasa, Thales Lira, Jordi Amat, Alan Cardoso, Van Basty Sousa, Fabio Calonego, Bruno Tubarao, Witan Sulaeman, Allano De Souza, Eksel Runtukahu, Maxwell Souza
Pelatih: Mauricio Souza
PSIM Yogyakarta:
Khairul Fikri, Yusaku Yamadera, Franco Ramos Mingo, Anton Olivier Fase, Ezequiel Vidal, Ghulam Fatkur Rahman, Rio Hardiawan, Reva Adi Utama, Rahmatshoh Rahmatzoda, Fahreza Sudin, Nermin Haljeta