By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Daya Tahan Ekonomi Nasional di Tengah Perang Dagang, Begini Pandangan Presiden Prabowo
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Daya Tahan Ekonomi Nasional di Tengah Perang Dagang, Begini Pandangan Presiden Prabowo

Ekonomi

Daya Tahan Ekonomi Nasional di Tengah Perang Dagang, Begini Pandangan Presiden Prabowo

Jack
By
Jack
8 months ago
Share
5 Min Read
Presiden Prabowo. (Foto: Partai Gerindra)
SHARE

INVERSI.ID – Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pembahasan mengenai arah ekonomi Indonesia kembali menjadi sorotan. Hal ini terlihat ketika Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025 di Jakarta. Di forum yang mempertemukan berbagai pemangku kebijakan ekonomi itu, Presiden menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang cukup kokoh meski tekanan global masih berlangsung.

Contents
Sinyal Positif Meski Dunia Masih BergejolakProspek Ekonomi 2026 Dinilai Semakin KuatKebijakan Moneter dan Tantangan Global yang Masih Berlanjut

Presiden menyampaikan bahwa penjelasan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan gambaran menyeluruh mengenai bagaimana Indonesia menjaga ritme pertumbuhan di tengah dinamika dunia. Dalam kata-katanya, Presiden menggambarkan situasi ini sebagai perkembangan yang bisa memberikan rasa percaya diri.

“Gambaran kondisi ekonomi Indonesia yang sesungguhnya cukup menjanjikan, cukup menenangkan kita di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, di mana terjadi perang dagang, perang ekonomi, terjadi persaingan keras untuk hegemoni global,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu seakan menegaskan bahwa meski dunia mengalami banyak guncangan, Indonesia tetap berusaha menjaga agar fondasi ekonominya tetap kuat. Perang dagang, kompetisi ekonomi, dan perebutan pengaruh global memang belum selesai, namun Indonesia masih mampu menunjukkan performa yang relatif stabil.

Sinyal Positif Meski Dunia Masih Bergejolak

Dalam penjelasannya, Presiden juga mengungkapkan bahwa terdapat tanda-tanda positif mengenai beberapa konflik global yang mulai menunjukan arah penyelesaian. Meski begitu, kewaspadaan tetap harus menjadi bagian dari strategi pemerintah agar mampu merespons ketegangan-ketegangan baru yang sewaktu-waktu dapat muncul dalam peta geopolitik dunia.

“Konflik peperangan besar sudah bisa kelihatan ada tanda-tanda dapat diselesaikan. Muncul juga kondisi-kondisi ketegangan di tempat-tempat lain,” ucapnya. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika global masih sangat cair dan bisa memunculkan risiko baru, sehingga pemerintah perlu mengantisipasinya secara tepat.

Presiden menegaskan bahwa pemaparan Airlangga Hartarto dan Perry Warjiyo memberi gambaran yang memupuk kepercayaan diri publik terhadap ketahanan ekonomi nasional. Kedua tokoh tersebut memang membawa tinjauan mengenai arah ekonomi nasional dari sisi fiskal dan moneter, yang menggambarkan bahwa Indonesia memiliki momentum positif untuk melangkah ke tahun berikutnya.

Prospek Ekonomi 2026 Dinilai Semakin Kuat

Dalam forum tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto turut menjelaskan bahwa berbagai risiko pertumbuhan ekonomi yang awalnya diprediksi muncul pada 2026 kini justru telah terserap pada 2025. Artinya, terdapat ruang yang lebih luas bagi perekonomian Indonesia untuk berkembang dengan lebih stabil pada tahun depan.

Ia juga menyoroti peningkatan konsumsi masyarakat sebagai salah satu sinyal positif. Berdasarkan Mandiri Spending Index, konsumsi tercatat berada di angka 312 pada November 2025—melewati batas threshold sebesar 300. Indeks ini menunjukkan peningkatan aktivitas belanja masyarakat, sebuah tanda bahwa roda ekonomi terus bergerak.

Baca Juga :

Rahasia Bunga Putih di Pinggir Jalan, Kecil-Kecil Cabe Rawit buat Kesehatanmu!
Tamara Tyasmara Jalani Tes Kejiwaan dalam Kasus Kematian Dante

Investasi juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hingga September 2025, investasi naik sebesar 13,7 persen secara tahunan dan mencapai Rp1.434 triliun. Peningkatan ini menjadi indikator penting karena investasi kerap dianggap motor utama penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan sektor industri.

Di sisi lain, pemerintah juga mempercepat pelaksanaan anggaran negara. Realisasi belanja kementerian/lembaga hingga 24 November 2025 telah mencapai Rp1.109 triliun, yang menunjukkan bahwa pemerintah aktif mendorong pertumbuhan melalui belanja publik.

Kebijakan Moneter dan Tantangan Global yang Masih Berlanjut

Dari sisi moneter, Bank Indonesia mengambil langkah signifikan dengan memangkas BI-Rate sebesar 125 basis poin sepanjang tahun 2025. Kebijakan ini membuat suku bunga acuan mencapai 4,75 persen, yang diharapkan dapat mendorong kredit usaha dan aktivitas konsumsi masyarakat. Penurunan suku bunga menjadi sinyal bahwa BI melihat ruang untuk mendorong ekonomi melalui insentif pinjaman yang lebih terjangkau.

Namun, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo tetap mengingatkan bahwa dunia masih berada dalam kondisi yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, kebijakan proteksionis Amerika Serikat menjadi salah satu faktor kunci yang mengubah arah ekonomi global.

Ia menjelaskan bahwa langkah proteksionis AS telah memunculkan tantangan baru bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Situasi ini diperparah oleh tensi politik global yang belum menunjukkan tanda-tanda kapan akan mereda. Kondisi tersebut membuat proyeksi ekonomi untuk 2026 dan 2027 diperkirakan masih berada dalam fase yang “meredup”.

Pernyataan Perry menjadi pengingat bahwa meskipun ekonomi Indonesia menunjukkan perkembangan positif, risiko eksternal perlu terus diperhatikan. Tantangan global seperti kebijakan proteksionis, perubahan rantai pasok, serta tensi geopolitik dapat memberikan tekanan pada stabilitas ekonomi nasional jika tidak diantisipasi dengan baik.

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat
Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih
TAGGED:EkonomiPrabowo
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article WHO: Campak Menular Cepat, Dunia Harus Percepat Vaksinasi
Next Article Persija Rayakan Ulang Tahun Ke-97 dengan Kemenangan Penting atas PSIM
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe

Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Prabowo Dukung Kampus IIT dan IIM Berdiri di Indonesia, Perkuat Pendidikan Nasional

6 days ago
Internasional

Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum

6 days ago
EkonomiTerkini

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

1 week ago
EkonomiTerkini

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index