Inversi.id – Tim nasional esports Indonesia untuk nomor Mobile Legends Bang Bang (MLBB), baik putra maupun putri, resmi berangkat menuju Malaysia untuk mengikuti ajang IESF World Esports Championship 2025. Turnamen dunia tersebut akan berlangsung di Sri Putra Hall, Kuala Lumpur, pada 2 sampai 7 Desember, dan menjadi salah satu agenda kompetitif terbesar yang diikuti Indonesia sepanjang tahun ini.
Pelatih kepala timnas esports Indonesia, Richard Permana, mengonfirmasi bahwa seluruh rombongan sudah tiba dengan selamat di Kuala Lumpur dan kini memasuki fase persiapan akhir sebelum pertandingan dimulai.
“Sudah tiba mendarat di Kuala Lumpur dengan selamat. Besok media day, lusa tanding,” ujar Richard Permana melalui pesan singkat kepada ANTARA dari Jakarta.
Dalam edisi tahun ini, timnas MLBB putra menempati Grup C bersama Kazakhstan, Rumania, dan Peru. Sementara itu, timnas MLBB putri berada di Grup B dan akan bersaing melawan Uzbekistan serta Turki. Komposisi grup ini dinilai menghadirkan tantangan tersendiri karena setiap negara memiliki pendekatan strategi dan gaya permainan yang berbeda, sehingga adaptasi menjadi aspek kunci.
Richard menegaskan bahwa tingkat kompleksitas turnamen dunia menuntut kesiapan taktis yang jauh lebih komprehensif dibanding pertandingan regional. Menurutnya, tim dituntut mampu menunjukkan fleksibilitas dalam drafting, kecermatan membaca momentum, serta ketepatan rotasi dalam tempo permainan yang cepat. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari pondasi penting untuk bersaing di tingkat global.
“Kompleksitas turnamen dunia menuntut fleksibilitas drafting, ketepatan rotasi, serta pembacaan momentum yang matang, sehingga dibutuhkan implementasi strategi yang dapat diadaptasi dengan cepat menghadapi berbagai gaya bermain lawan,” ujar Richard.
Selama masa pemusatan latihan, para pemain menjalani serangkaian evaluasi rutin dan scrim simulatif yang dirancang menyerupai atmosfer pertandingan sebenarnya. Tekanan kompetitif ditingkatkan agar para atlet terbiasa merespons situasi kritis dengan pengambilan keputusan yang akurat dan konsisten. Pendampingan teknis diberikan secara berkala untuk mempertajam eksekusi mekanik, koordinasi tim, serta pola komunikasi yang ringkas dan efektif.
Richard juga menekankan bahwa pembinaan non-teknis menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas performa para atlet. Ia menyampaikan bahwa tim kepelatihan menerapkan pengawasan ketat terkait manajemen fisik dan mental, termasuk penguatan pola pikir kompetitif, pengaturan nutrisi, hingga penanaman ulang standar kedisiplinan. Pendekatan tersebut dianggap krusial untuk mempertahankan fokus para atlet selama mengikuti agenda internasional yang padat.
“Para atlet mendapat pengawasan terkait manajemen fisik dan mental, penguatan pola pikir kompetitif, nutrisi, serta penanaman nilai disiplin,” tambahnya.
Di sektor putra, skuad Indonesia diperkuat oleh Aldhia Fahmi Aranda, Christian Widy Wardhana Hartono, Leonardo Prasetyo Agung, Yehezkiel Wiseman Hamonangan, dan Yonathan Cin. Mereka berada di bawah arahan pelatih Doly Van Pelo Sihotang. Komposisi ini merupakan perpaduan antara pemain berpengalaman dan talenta baru yang dinilai mampu beradaptasi cepat terhadap meta internasional.
Untuk sektor putri, Indonesia diperkuat oleh Cindy Laurent Siswanto, Michelle Denise Siswanto, Venny Lim, Viorelle Valencia Chen, dan Vivi Indrawaty, dengan Ilyas Rahmanda bertugas sebagai pelatih. Timnas MLBB putri datang ke Malaysia dengan status juara bertahan setelah meraih medali emas pada IESF WEC 2024 di Riyadh. Pencapaian tersebut menjadi salah satu penentu keberhasilan Indonesia meraih predikat juara umum pada edisi tahun lalu, bersama kontribusi dari sektor MLBB putra yang meraih perunggu dan tim PUBG Mobile yang menempati peringkat kelima dunia.
Prestasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan konsistensi perkembangan ekosistem esports nasional. Pada IESF WEC 2022 di Bali, Indonesia mencatat tiga medali emas dari nomor DOTA 2, eFootball, dan MLBB putra, serta satu medali perunggu dari nomor CS GO putri. Jejak pencapaian tersebut menjadi landasan optimisme tim jelang pertandingan di Kuala Lumpur.
Dengan persiapan teknis, mental, dan fisik yang terus diperkuat, timnas MLBB Indonesia kini memasuki tahap akhir sebelum bertanding. Harapan besar kembali dipertaruhkan, baik untuk mempertahankan dominasi sektor putri maupun meningkatkan capaian sektor putra di panggung dunia. Para pemain dijadwalkan memasuki agenda media day sebelum turun berlaga pada pertandingan pembuka dua hari setelah kedatangan.
Baca Juga : https://inversi.id/timnas-mlbb-indonesia-siap-hadapi-iesf-wec-2025/