Inversi.id – Tim Nasional Sepak Bola Putri Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand setelah kalah telak 0-8 pada pertandingan pertama cabang sepak bola putri SEA Games 2025. Laga yang berlangsung di Stadion Chonburi, Kamis malam, menunjukkan dominasi penuh tuan rumah yang berstatus dua kali peserta Piala Dunia Wanita.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Thailand langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan pertahanan Indonesia. Tim Garuda Pertiwi terlihat kesulitan mengimbangi tempo permainan lawan yang bermain agresif dan cepat di sektor sayap. Tekanan bertubi-tubi dari lini depan Thailand membuat pertahanan Indonesia tidak dapat keluar dari tekanan.
Gol pertama Thailand tercipta pada menit kedelapan setelah Gea Yumanda tak sengaja membelokkan bola ke gawang sendiri ketika mencoba menghalau tembakan lawan. Situasi ini memaksa Indonesia bermain semakin menurun dengan beban psikologis yang bertambah di awal pertandingan.
Indonesia sempat memiliki dua peluang on target setelah tertinggal, namun usaha tersebut dapat diamankan oleh penjaga gawang Thailand. Meski sempat mencoba mengimbangi permainan, dominasi Thailand tetap tidak terbendung. Pada menit ke-21, Thailand menggandakan keunggulan melalui Pattaranan Aupachai yang memanfaatkan kelengahan antisipasi bola mati Indonesia dari situasi sepak pojok.
Situasi serupa kembali terjadi enam menit kemudian. Kali ini tandukan pemain Thailand berhasil ditepis penjaga gawang Indonesia, Iris de Rouw. Namun bola jatuh tepat di kaki Silawan Intamee yang langsung menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Thailand unggul 3-0.
Menjelang akhir babak pertama, Thailand semakin memperlebar jarak. Pada menit ke-43, Saowalak Pengngam melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau oleh Iris. Babak pertama berakhir dengan skor 4-0 untuk keunggulan Thailand.
Memasuki babak kedua, harapan Indonesia untuk bangkit kembali pupus setelah Thailand mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-47 akibat pelanggaran Sheva Imut di dalam kotak terlarang. Jiraporn Mongkoldee yang menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik, membawa Thailand unggul 5-0. Dua menit kemudian, penalti kedua kembali diberikan kepada Thailand dan Jiraporn sukses menambah gol keduanya di laga ini.
Keunggulan Thailand bertambah pada menit ke-60 setelah Jiraporn kembali mencetak gol ketiganya sekaligus menggenapi hattrick. Dengan skor 8-0, Thailand mulai menurunkan intensitas serangan dan memberikan sedikit ruang bagi Indonesia untuk mencoba membangun serangan. Namun upaya tersebut tidak membuahkan gol hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi evaluasi penting bagi Timnas Putri Indonesia, terutama karena sebagian besar pemain belum memiliki pengalaman kompetisi reguler di tingkat profesional. Thailand yang unggul pengalaman dan kualitas tampil tanpa kompromi sepanjang laga.
Pada pertandingan kali ini, Indonesia menurunkan skuad yang berisi Iris de Rouw sebagai penjaga gawang, diikuti pemain belakang seperti Zahra Muzdalifah, Emily Julia Nahon, Vivi Oktavia, dan Gea Yumanda. Lini tengah diperkuat Felicia de Zeeuw, Reva Oktaviani, Nafeeza Ayasha Nori, Sheva Imut, dan Helsya Maeisyaroh. Di lini depan, Claudia Scheunemann menjadi tumpuan serangan. Sementara Thailand menurunkan susunan pemain terbaiknya yang berpengalaman di berbagai kompetisi internasional.
Meski harus menerima kekalahan besar dalam laga pembuka, Timnas Putri Indonesia masih memiliki kesempatan untuk bangkit pada pertandingan berikutnya. Hasil ini menjadi pijakan penting untuk pembenahan strategi, mental bertanding, serta efektivitas permainan menjelang laga-laga sisa fase grup SEA Games 2025.