By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: ASEAN Belum Sepakat Soal Pemilu Myanmar, Krisis Politik Jadi Sorotan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » ASEAN Belum Sepakat Soal Pemilu Myanmar, Krisis Politik Jadi Sorotan

Internasional

ASEAN Belum Sepakat Soal Pemilu Myanmar, Krisis Politik Jadi Sorotan

Jack
By
Jack
2 months ago
Share
3 Min Read
Pejabat Komisi Pemilihan Umum Serikat bekerja selama fase kedua pemilihan umum di sebuah tempat pemungutan suara di Yangon, Myanmar. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) hingga kini belum mencapai kesepakatan terkait pengakuan hasil pemilu Myanmar yang mengantarkan mantan pemimpin junta militer Min Aung Hlaing sebagai Presiden baru negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Asisten Sekretaris Luar Negeri Filipina Dominic Xavier Imperial pada Rabu (6/5/2026), sebagaimana dilaporkan Philippine News Agency.

“Saat ini, ASEAN belum mencapai konsensus apa pun terkait pengakuan hasil pemilu di Myanmar,” kata Dominic Xavier Imperial.

Tahun ini, Filipina diketahui memegang posisi ketua ASEAN yang beranggotakan 11 negara di kawasan Asia Tenggara.

Min Aung Hlaing sebelumnya mundur dari jabatan Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Myanmar pada Maret 2026 untuk mengikuti pemilihan presiden.

Pemilu Myanmar sendiri berlangsung dalam tiga tahap sejak Desember 2025 hingga Januari 2026. Hasilnya, partai-partai yang mendukung militer berhasil mendominasi suara, termasuk Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan.

Setelah proses pemungutan suara di parlemen, Min Aung Hlaing resmi dilantik sebagai Presiden Myanmar pada April 2026 usai meraih 429 suara dari total 500 suara parlemen.

Menanggapi perkembangan politik tersebut, Imperial menegaskan ASEAN masih berpegang pada Konsensus Lima Poin atau Five-Point Consensus (5PC), yang menjadi pedoman utama blok regional itu dalam menangani krisis Myanmar.

Di sisi lain, Departemen Luar Negeri Filipina juga mendesak pemerintah Myanmar agar memberikan akses kepada utusan khusus Ketua ASEAN untuk bertemu dengan mantan pemimpin sipil Myanmar, Aung San Suu Kyi.

Baca Juga :

JTT Siapkan 26 Gardu Tol di Cikampek Utama Hadapi Puncak Arus Balik
Fakta-fakta Witan Sulaeman, Kepalanya Benturan dengan Kepala Pemain Guinea

Aung San Suu Kyi diketahui masih berada dalam tahanan sejak kudeta militer Myanmar pada 2021.

“Hal tersebut akan sejalan dengan peran utusan khusus untuk berinteraksi dengan semua pemangku kepentingan dan pihak untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog nasional yang inklusif,” kata Departemen Luar Negeri Filipina.

Filipina turut menyambut positif laporan mengenai pemindahan Aung San Suu Kyi dari penjara menuju tahanan rumah. Selain itu, pemerintah Filipina juga mengapresiasi keputusan otoritas Myanmar yang mengurangi sebagian hukuman Suu Kyi dan memberikan amnesti kepada lebih dari 1.500 tahanan politik.

Situasi politik Myanmar masih menjadi perhatian dunia internasional sejak kudeta militer menggulingkan pemerintahan sipil pada 2021 lalu. Hingga kini, ASEAN terus mendorong terciptanya dialog damai demi menyelesaikan konflik berkepanjangan di negara tersebut.

You Might Also Like

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite
PBB: Hampir 1.000 Warga Palestina Tewas Sejak Gencatan Senjata Gaza Diumumkan
Die Mannschaft Hajar Debutan Curacao 7-1, Empat Kali Juara Dunia Tebar Ancaman
Inggris Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Akses Media Sosial Mulai 2027
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Final Meski Trump Optimistis
TAGGED:ASEANMyanmarPemilu Myanmar
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kirab Budaya Batu Tulis 2026, Mahkota Binokasih Jadi Sorotan di Kota Bogor
Next Article Mentan Amran Sebut MBG Jadi Penopang Hasil Panen 165 Juta Petani
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Ekonomi

Bensin Tetangga Tembus Rp42 Ribu, Heran Jika Pertamax RI Masih Dikeluhkan?

1 week ago
Presiden AS Donald Trump marah pada CNN dan New York Times yang bikin berita tak sesuai harapan soal situs nuklir Iran. (Foto : Reuters)
Internasional

Trump Klaim AS Akan Raih Kemenangan Total atas Iran dalam Dua Pekan

2 weeks ago
Internasional

Negosiasi Memanas, Trump Ajukan Draf Perdamaian Baru untuk Iran

3 weeks ago
Internasional

Putin Apresiasi Kontribusi Umat Muslim Rusia Saat Momentum Idul Adha 1447 H

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index