By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Paling Kotor di Dunia, Ini Langkah Pemprov DKI
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Paling Kotor di Dunia, Ini Langkah Pemprov DKI

Terkini

Jakarta Peringkat Kedua Kota dengan Udara Paling Kotor di Dunia, Ini Langkah Pemprov DKI

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
3 Min Read
Sejumlah pekerja memakai masker saat jam pulang kantor di kawasan Sudirman. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Kualitas udara di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah tercatat sebagai kota dengan kualitas udara terburuk kedua di dunia pada Rabu pagi. Data yang dirilis situs pemantau kualitas udara IQAir menunjukkan kondisi udara ibu kota berada dalam kategori tidak sehat dan berpotensi berdampak pada kesehatan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan pada pukul 05.00 WIB, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 175. Sementara itu, konsentrasi partikel halus PM2.5 tercatat mencapai 88,5 mikrogram per meter kubik, jauh di atas batas aman yang direkomendasikan untuk kesehatan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Bagi warga yang tetap harus beraktivitas di luar, penggunaan masker sangat disarankan guna meminimalkan paparan polusi udara.

Dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk dunia, posisi pertama ditempati oleh Lahore dengan indeks kualitas udara mencapai 382. Sementara itu, posisi ketiga ditempati Kinshasa dengan AQI 163, disusul Santiago di urutan keempat dengan AQI 153.

Menghadapi persoalan polusi udara yang terus berulang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini menjalankan sejumlah langkah strategis untuk menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara.

Salah satu fokus utama adalah memperluas layanan transportasi publik melalui pengembangan rute Transjabodetabek. Beberapa koridor yang telah beroperasi antara lain rute Blok M-Alam Sutera dan Blok M-PIK 2. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan rute baru yang akan menghubungkan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengajak masyarakat untuk beralih ke transportasi umum guna mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara.

Pemerintah Provinsi DKI juga telah menerapkan kebijakan transportasi umum gratis bagi 15 kelompok masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan minat penggunaan angkutan publik.

Saat ini, tingkat konektivitas transportasi di Jakarta telah mencapai 92 persen. Capaian tersebut menempatkan Jakarta di peringkat ke-17 dunia dan posisi kedua di kawasan ASEAN setelah Singapura.

Baca Juga :

Festival Olahraga Pendidikan 2025 Bojonegoro Melalui Beasiswa LPDP!
Jalur Afirmasi SPMB 2025 Bermasalah, Pemda DIY Lakukan Evaluasi

Menurut data Pemprov DKI, sektor transportasi menyumbang sekitar 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Karena itu, pemerintah menargetkan pengoperasian hingga 10.000 unit bus listrik Transjakarta pada tahun 2030.

“Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan akan mengurangi kontribusi terhadap emisi itu,” kata Pramono saat menghadiri acara Townhall Meeting yang membahas isu dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa (10/2).

Selain sektor transportasi, pengelolaan sampah juga menjadi fokus utama dalam upaya menekan emisi. Pemprov DKI mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah Intermediate Treatment Facility (ITF) di sejumlah lokasi, yakni Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.

Pemerintah menargetkan proyek tersebut mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini sehingga dapat membantu mengurangi emisi yang berasal dari pengelolaan sampah konvensional.

“Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi yang signifikan akan mengurangi atau menurunkan kontribusi emisi yang ada di Jakarta,” tandasnya.

You Might Also Like

DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia
Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri
Kolaborasi Jepang-Inggris-Italia Kembangkan Jet Tempur Berteknologi AI dan Stealth
Donald Trump Tegaskan China dan Rusia Tak Memasok Senjata ke Iran
TAGGED:JakartaKualitas UdaraPolusi Udara
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Hattrick Messi Membuat Aljazair Tak Berdaya
Next Article Demo di DPR, Monas hingga Kemenkeu, Ribuan Aparat Disiagakan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Rusia Klaim Serang Pusat Logistik dan Fasilitas Drone Ukraina dalam Operasi Terbaru

4 days ago
PolitikTerkini

Nama Bahlil Disoraki Kader PKB, Komen Cak Imin : “Gawat, Banyak Penggemarnya!”

4 days ago
InternasionalKesehatan

Kasus Campak di Amerika Serikat Tembus 2.300, Lampaui Rekor Sepanjang 2025

4 days ago
Internasional

Donald Trump Beri Syarat Arab Saudi untuk Kesepakatan Nuklir Sipil dengan AS

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index