By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci, Fasilitas Pancuran 13 Terdampak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci, Fasilitas Pancuran 13 Terdampak

Terkini

Banjir Bandang Terjang Kawasan Wisata Guci, Fasilitas Pancuran 13 Terdampak

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
6 Min Read
Kondisi di kawasan objek wisata Guci yang terdampak banjir bandang. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali menimbulkan dampak serius di wilayah selatan Jawa Tengah. Kali ini, aliran sungai yang meluap menyebabkan banjir bandang di kawasan Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, pada Sabtu petang. Peristiwa tersebut terjadi menyusul curah hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu sungai dan kawasan pegunungan di sekitar lokasi wisata.

Contents
Kiriman Banjir dari Wilayah Hulu SungaiKerusakan Fasilitas Wisata Akibat Arus DerasUpaya Antisipasi dan Imbauan Bagi Pengunjung

Banjir bandang datang secara tiba-tiba dan membawa material lumpur, batu, hingga kayu ke area wisata yang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat di wilayah Pantura dan sekitarnya. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada sejumlah fasilitas umum di kawasan wisata, khususnya di area Pancuran 13.

Menurut keterangan aparat kepolisian setempat, banjir bandang yang melanda kawasan wisata tersebut bukan hanya disebabkan oleh hujan lokal, tetapi juga dipicu oleh aliran air kiriman dari wilayah lain. Kondisi geografis Guci yang berada di lereng pegunungan membuat kawasan ini cukup rentan terhadap luapan air sungai saat curah hujan tinggi terjadi dalam waktu bersamaan di beberapa titik.

Kiriman Banjir dari Wilayah Hulu Sungai

Kepala Kepolisian Sektor Bojong, Komisaris Polisi Khaerun, menjelaskan bahwa banjir bandang di kawasan Objek Wisata Guci dipicu oleh kiriman air dari Sungai Sawangan yang berada di perbatasan Kabupaten Tegal dan Brebes.

“Tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu, jadi masih aman. Ya, banjir karena kiriman dari wilayah atas,” katanya.

Menurut Khaerun, tingginya debit air sungai dalam waktu singkat menyebabkan aliran air meluap dan masuk ke kawasan wisata. Kondisi tersebut diperparah dengan arus air yang cukup kuat sehingga membawa berbagai material alam yang berada di sepanjang aliran sungai.

Meski tidak menelan korban jiwa, banjir bandang ini tetap menimbulkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur pendukung wisata. Salah satu dampak yang cukup signifikan adalah terbawanya pipa pancuran di kawasan Pancuran 13, yang selama ini menjadi salah satu fasilitas utama bagi pengunjung.

Khaerun juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar lebih waspada, terutama saat cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi terjadi di wilayah tersebut. Menurutnya, kewaspadaan menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat muncul sewaktu-waktu.

Kerusakan Fasilitas Wisata Akibat Arus Deras

Banjir bandang mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, bertepatan dengan meningkatnya intensitas curah hujan di kawasan Guci dan wilayah sekitarnya. Hal tersebut disampaikan oleh Jam Zami, petugas Pancuran 13 Objek Wisata Guci, yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Baca Juga :

Fakta-fakta Penusukan Penjaga Toko di Tangerang, Tak Terima Ditegur
Hadirkan Gebrakan Nyata di PSSI, Bima Sakti Pelatih Timnas Indonesia U-16 Apresiasi Erick Thohir

“Luapan air sungai dengan arus kuat membawa material lumpur, batu, dan kayu ke area wisata. Banjir datang cukup deras sekitar pukul 15.00 WIB bersamaan dengan hujan lebat,” katanya.

Menurut Jam Zami, arus air yang deras membuat material banjir dengan cepat menutup area kolam pemandian Pancuran 13. Akibatnya, kolam tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu karena dipenuhi lumpur dan bebatuan yang terbawa arus.

Tak hanya itu, sebuah jembatan kecil yang berada di kawasan Pancuran 13 dilaporkan hanyut terbawa derasnya aliran air. Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses penghubung bagi pengunjung yang hendak menuju area kolam dan fasilitas pendukung lainnya.

Kondisi ini membuat aktivitas wisata di area tersebut terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan pengunjung. Petugas wisata dan aparat setempat segera melakukan langkah pengamanan dengan menutup akses ke area yang terdampak banjir.

Jam Zami menambahkan bahwa setelah beberapa jam, debit air banjir mulai berangsur surut seiring meredanya intensitas hujan. Meski demikian, hujan ringan masih sempat turun hingga Sabtu petang, sehingga kewaspadaan tetap dilakukan oleh petugas.

“Debit air banjir mulai surut dan kondisi berangsur membaik, Sabtu petang. Namun, hujan ringan masih turun di kawasan Guci,” katanya.

Upaya Antisipasi dan Imbauan Bagi Pengunjung

Peristiwa banjir bandang ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan di kawasan wisata alam, khususnya yang berada di wilayah pegunungan dan dekat dengan aliran sungai. Objek Wisata Guci yang memiliki kontur wilayah berbukit dan dialiri sejumlah sungai memang memiliki potensi risiko bencana hidrometeorologi, terutama saat musim hujan.

Pihak kepolisian dan pengelola wisata mengimbau agar masyarakat serta pengunjung lebih memperhatikan kondisi cuaca sebelum berkunjung. Selain itu, wisatawan juga diminta untuk segera menjauh dari aliran sungai atau area rawan saat hujan deras mulai turun.

Koordinasi antara aparat kepolisian, pengelola wisata, dan masyarakat sekitar juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali. Pembersihan material banjir di area terdampak menjadi prioritas agar fasilitas wisata dapat kembali beroperasi secara normal dan aman.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan wisata Guci memang kerap menghadapi tantangan terkait cuaca ekstrem. Perubahan pola hujan yang tidak menentu membuat intensitas curah hujan bisa meningkat secara tiba-tiba, sehingga potensi banjir bandang menjadi lebih tinggi.

Meski demikian, pemerintah daerah bersama pengelola wisata terus berupaya melakukan evaluasi dan perbaikan sistem mitigasi bencana. Langkah tersebut mencakup pemantauan debit air sungai, perbaikan drainase, hingga peningkatan sistem peringatan dini di kawasan wisata.

Dengan kejadian ini, diharapkan kesadaran semua pihak terhadap pentingnya keselamatan dan kewaspadaan semakin meningkat. Wisata alam tetap dapat dinikmati, namun harus dibarengi dengan kesiapan menghadapi risiko yang mungkin terjadi, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

You Might Also Like

Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was
TAGGED:Banjir BandangGuciKawasan Wisata.
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Petugas bersiap memuat bantuan logistik bencana melalui jalur udara di Pangkalan Undara Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. (Foto : ANTARA/Ampelsa) Kemlu Tegaskan Indonesia Optimalkan Kekuatan Nasional Tangani Bencana Sumatera
Next Article Libur Natal Mendekat, Ratusan Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Yamal Akhirnya Membara! Spanyol Tenggelamkan Arab Saudi 4-0

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index