SURABAYA, INVERSI – Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan dan distribusi liquefied petroleum gas (LPG) di Kota Surabaya dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Selain stok yang mencukupi, harga LPG dipastikan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET).
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf seusai peninjauan langsung ke sejumlah titik distribusi LPG di Surabaya, Selasa (23/12/2025).
Aminuddin Ma’ruf mengatakan untuk mengantisipasi potensi peningkatan konsumsi selama masa libur panjang, PT Pertamina Patra Niaga akan menambah pasokan LPG mulai 25 Desember 2025. Tambahan pasokan tersebut mencapai 40.000 tabung per hari.
Menurut Amin, kebutuhan LPG harian Kota Surabaya berada di kisaran 120.000 hingga 126.000 tabung. Dengan tambahan tersebut, total pasokan harian meningkat menjadi sekitar 160.000 tabung, atau naik sekitar 30% dibandingkan kebutuhan normal.
“Khusus Surabaya, kebutuhan hariannya sekitar 120.000 tabung. Mulai tanggal 25 Desember akan ada tambahan 40.000 tabung, sehingga total pasokan mencapai 160.000 tabung per hari,” ujar Amin.
Dalam peninjauan tersebut, Amin juga memastikan akurasi timbangan tabung serta kelancaran sistem transaksi di tingkat konsumen. “Stok aman, harga sesuai HET, dan timbangan juga sudah kami cek langsung dalam kondisi normal. Transaksi masyarakat di sistem berjalan lancar,” tuturnya.
Selain memastikan pasokan LPG, Amin juga melakukan pengecekan kesiapan infrastruktur pendukung lainnya, mulai dari stasiun pengisian, kelistrikan, hingga pelabuhan. Seluruh fasilitas dilaporkan beroperasi normal dan siap mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama periode Nataru.
“Alhamdulillah, hasil pengecekan ke stasiun, kelistrikan, hingga pelabuhan berjalan lancar. Kami berharap persiapan Natal dan Tahun Baru di Surabaya dapat berlangsung aman dan tanpa kendala,” pungkasnya.