By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan, Pemprov Lampung Dorong Akses Pendidikan dan Kerja
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan, Pemprov Lampung Dorong Akses Pendidikan dan Kerja

Pendidikan

Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan, Pemprov Lampung Dorong Akses Pendidikan dan Kerja

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
8 Min Read
Ijazah (Foto: Dok.Gnfi)
SHARE

Pemerintah Provinsi Lampung terus menunjukkan komitmennya dalam melakukan pembenahan sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Salah satu langkah konkret yang telah direalisasikan adalah pengembalian puluhan ribu ijazah siswa yang sebelumnya tertahan di sekolah, baik negeri maupun swasta. Kebijakan ini dinilai menjadi titik penting dalam membuka kembali akses pendidikan lanjutan dan dunia kerja bagi para lulusan.

Contents
Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan ke SiswaPembebasan Biaya dan Penguatan Akses PendidikanSekolah Rakyat dan Arah Baru Pendidikan Lampung

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa hingga saat ini sebanyak lebih dari 23 ribu ijazah siswa yang sempat tertahan telah berhasil diserahkan kepada pemiliknya. Langkah tersebut menjadi bagian dari agenda besar reformasi pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Lampung sejak awal masa kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.

“Di bidang pendidikan Pemerintah Provinsi Lampung telah melakukan berbagai program untuk memperbaiki kualitas pendidikan, salah satunya pelarangan penahanan ijazah siswa oleh sekolah,” ujar Rahmat Mirzani Djausal berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Selasa.

Menurut gubernur, praktik penahanan ijazah selama ini menjadi persoalan serius yang berdampak langsung pada masa depan peserta didik. Banyak lulusan yang terhambat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau memasuki dunia kerja karena tidak memiliki dokumen kelulusan yang menjadi syarat utama.

Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan ke Siswa

Rahmat Mirzani Djausal menjelaskan bahwa kebijakan pelarangan penahanan ijazah tidak berhenti pada tataran regulasi semata. Pemerintah Provinsi Lampung juga aktif melakukan pendataan, pengawasan, serta koordinasi dengan sekolah-sekolah untuk memastikan ijazah yang tertahan benar-benar dikembalikan kepada siswa yang berhak.

Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini telah lebih dari 23.000 ijazah siswa yang sebelumnya tertahan di sekolah negeri maupun swasta di Provinsi Lampung berhasil diserahkan kepada para lulusan.

“Hal ini dilakukan, salah satunya untuk membuka akses bagi para siswa agar lebih mudah masuk ke dunia kerja dan pendidikan lanjutan,” katanya.

Langkah ini disambut positif oleh masyarakat, khususnya para orang tua dan siswa yang selama bertahun-tahun menghadapi kendala administratif akibat ijazah yang tertahan. Pemerintah daerah menilai bahwa ijazah merupakan hak mutlak peserta didik yang tidak boleh dijadikan alat tekanan, baik terkait tunggakan biaya pendidikan maupun alasan administratif lainnya.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan prinsip keadilan dalam pendidikan, di mana setiap anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengakuan atas hasil belajarnya tanpa diskriminasi. Dengan dikembalikannya ijazah, lulusan SMA dan SMK di Lampung diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Baca Juga :

Viral di Instagram Hingga Tiktok, Siapakah Wes Anderson?
Kaltara Siap Unjuk Gigi di POPNAS 2025: 43 Atlet Muda Tantang 13 Cabor Utara!

Selain itu, langkah ini juga dinilai dapat mengurangi potensi angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan sekolah menengah, karena hambatan administratif yang selama ini membatasi akses kerja dapat diminimalkan.

Pembebasan Biaya dan Penguatan Akses Pendidikan

Selain melarang penahanan ijazah siswa, Pemerintah Provinsi Lampung juga menggulirkan sejumlah kebijakan lain untuk meringankan beban pendidikan masyarakat. Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah membuat aturan pembebasan uang komite bagi siswa sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa negeri.

Kebijakan ini dilaksanakan melalui pemanfaatan Bantuan Operasional Pendidikan Daerah atau BOPD, yang diarahkan untuk menutup kebutuhan operasional sekolah tanpa membebani orang tua siswa. Dengan kebijakan tersebut, siswa SMA, SMK, dan SLB negeri diharapkan dapat menjalani proses pendidikan tanpa hambatan biaya tambahan yang sering kali menjadi persoalan bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Kebijakan pembebasan uang komite ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan menengah yang berkualitas. Pemerintah Provinsi Lampung menilai bahwa pendidikan menengah memiliki peran penting dalam menyiapkan generasi muda yang siap kerja dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kesiapan lulusan SMA dan SMK untuk memasuki dunia kerja global. Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Kelas Migran Vokasi, yang dirancang khusus untuk menyiapkan lulusan bekerja di luar negeri.

“Lalu Pemerintah Provinsi Lampung juga menjalankan program Kelas Migran Vokasi untuk menyiapkan lulusan SMA dan SMK bekerja di luar negeri, khususnya ke Jepang,” ucap dia.

Program Kelas Migran Vokasi menjadi inovasi pendidikan yang mengombinasikan pelatihan keterampilan, bahasa, dan kesiapan kerja internasional. Fokus utama program ini adalah Jepang, mengingat tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor di negara tersebut.

Menurut Rahmat Mirzani Djausal, sepanjang tahun 2025 sebanyak 137 siswa telah mengikuti program Kelas Migran Vokasi. Peserta program mendapatkan pembekalan intensif agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar kerja internasional, sekaligus memahami budaya dan etos kerja di negara tujuan.

“Menurut dia, sebanyak 137 siswa telah mengikuti program Kelas Migran Vokasi selama 2025.”

Pemerintah Provinsi Lampung berharap program ini dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan melalui peluang kerja global, sekaligus membawa dampak positif bagi daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sekolah Rakyat dan Arah Baru Pendidikan Lampung

Dalam upaya menjangkau kelompok masyarakat paling rentan, Pemerintah Provinsi Lampung juga mulai mengoperasikan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025–2026. Program ini dirancang khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan berkualitas.

“Selain itu, Sekolah Rakyat pun telah mulai beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026 di tiga lokasi rintisan untuk anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Program ini dirancang berasrama dengan pendanaan dari APBN untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” tambahnya.

Sekolah Rakyat mengusung konsep pendidikan berasrama yang memberikan layanan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar siswa. Dengan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, program ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Keberadaan Sekolah Rakyat juga melengkapi kebijakan pendidikan inklusif yang tengah dibangun Pemerintah Provinsi Lampung. Tidak hanya berfokus pada sekolah reguler, pemerintah daerah berupaya memastikan bahwa anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi paling bawah tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Sebelumnya, pada awal masa kepemimpinan Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela, Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengeluarkan sejumlah kebijakan strategis lainnya di bidang pendidikan. Selain pelarangan penahanan ijazah, pemerintah daerah juga melarang pemotongan dana Program Indonesia Pintar serta menegaskan larangan pemaksaan kegiatan karya wisata atau study tour yang memberatkan wali murid.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan arah kebijakan pendidikan Lampung yang lebih berpihak pada peserta didik dan keluarga. Pemerintah daerah berupaya menciptakan iklim pendidikan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Melalui berbagai kebijakan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat membangun fondasi pendidikan yang kuat dan berkelanjutan. Dengan menghilangkan hambatan administratif, meringankan beban biaya, serta membuka akses ke pendidikan vokasi dan global, Lampung menargetkan lahirnya generasi muda yang kompetitif, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:IjazahLampung
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article PUBG, Program Sekolah Gratis yang Siap Mengubah Masa Depan Pelajar Kepulauan Nias
Next Article Prabowo Pilih Aceh untuk Malam Pergantian Tahun, Negara Hadir di Tengah Rakyat
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

7 days ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index