By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: PUBG, Program Sekolah Gratis yang Siap Mengubah Masa Depan Pelajar Kepulauan Nias
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » PUBG, Program Sekolah Gratis yang Siap Mengubah Masa Depan Pelajar Kepulauan Nias

Pendidikan

PUBG, Program Sekolah Gratis yang Siap Mengubah Masa Depan Pelajar Kepulauan Nias

Jack
By
Jack
6 months ago
Share
6 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang akhirnya memberi angin segar bagi dunia pendidikan, terutama di wilayah Kepulauan Nias. Mulai tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 41.000 lebih siswa SMA/SMK/SLB Negeri di Nias dipastikan akan menikmati sekolah gratis lewat Program Unggulan Bersekolah Gratis atau PUBG. Program ini diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, sebagai bagian dari langkah besar untuk menciptakan pemerataan pendidikan bagi seluruh pelajar di wilayah tersebut.

Contents
Sekolah Gratis untuk 41 Ribu Siswa Nias: Langkah Konkret Menuju Pendidikan MerataMenuju Pendidikan Masa Depan: Digitalisasi, Coding, dan Kurikulum Berbasis AI

“Kepulauan Nias jadi wilayah pertama penerima manfaat PUBG (Program Unggulan Bersekolah Gratis) yang diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027,” ucap Alexander Sinulingga di Medan.

Program ini hadir dari inisiatif Gubernur Sumut, Bobby Afif Nasution, yang memasukkan PUBG ke dalam program besar bernama Program Terbaik Hasil Cepat (PHTC). Fokus utama PHTC adalah memastikan semua anak di usia sekolah bisa menempuh pendidikan menengah tanpa harus memikirkan biaya. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang beragam, kebijakan ini diharapkan mampu membuka akses yang lebih luas untuk pendidikan berkualitas.

Sekolah Gratis untuk 41 Ribu Siswa Nias: Langkah Konkret Menuju Pendidikan Merata

Data dari Disdik Sumut menyebutkan bahwa ada 41.876 siswa dari lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias yang bakal mendapat manfaat langsung dari program sekolah gratis ini. Mereka tidak lagi dibebani biaya SPP, yang selama ini masih menjadi kendala bagi sebagian besar keluarga. Pemerintah telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp21,484 miliar per semester untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

“PUBG hadir untuk menghapus pengutipan biaya pendidikan yang masih terjadi di SMA/SMK. Kita ingin semua pelajar mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih adil,” jelas Alexander Sinulingga.

Pernyataan ini bukan sekadar wacana, karena Disdik Sumut sendiri telah melakukan berbagai persiapan matang, salah satunya melalui kajian konsultan yang saat ini sudah mencapai 75 persen. Kajian ini dilakukan terhadap skema penerapan program, termasuk survei terhadap 539 sekolah di seluruh Sumatera Utara. Hasil survei tersebut bakal menjadi landasan untuk menentukan teknis pelaksanaan, termasuk bagaimana dana dialokasikan, mekanisme evaluasi, hingga pemantauan sekolah.

“Kajian ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember 2025 dan disusul penyusunan juknis (petunjuk teknis) serta kurikulum,” tambah Alexander.

Kepulauan Nias dipilih sebagai zona pertama bukan tanpa alasan. Wilayah ini selama bertahun-tahun menghadapi berbagai tantangan, mulai dari akses pendidikan, keterbatasan infrastruktur, hingga perlunya pemerataan kualitas sekolah negeri. Oleh karena itu, penerapan awal di Nias menjadi simbol dari upaya pemerintah untuk menjangkau daerah yang selama ini butuh perhatian khusus.

Setelah Nias, program ini akan diperluas secara bertahap ke zona lainnya di Sumatera Utara. Alexander menyebutkan bahwa pemerintah telah menyiapkan perkiraan anggaran per semester untuk setiap zona: pantai barat sebesar Rp23,461 miliar, dataran tinggi Rp58,712 miliar, dan pantai timur Rp98,763 miliar. Rencana ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan gratis ke seluruh sudut Sumut.

Baca Juga :

Kubu Anies dan Ganjar Kompak Gugat Hasil Pilpres 2024 ke MK, Gibran: Ya Monggo!
Respon Jokowi soal Laporan Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi 2024: Segar

“Seluruh siswa SMA/SMK/SLB Negeri di Sumut ditargetkan bebas pungutan biaya pendidikan pada 2029 nanti,” ungkap Alexander Sinulingga.

Target besar ini menjadi tonggak penting menuju pemerataan pendidikan, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Sumut untuk mengakses pendidikan setara tanpa hambatan finansial.

Menuju Pendidikan Masa Depan: Digitalisasi, Coding, dan Kurikulum Berbasis AI

Selain fokus pada penghapusan biaya pendidikan, pemerintah provinsi juga tidak menutup mata terhadap perkembangan zaman. Transformasi digital kini menjadi bagian penting dalam dunia pendidikan, dan Sumut tidak ingin tertinggal. Oleh karena itu, bersamaan dengan program sekolah gratis, pemerintah sedang menyiapkan program digitalisasi pendidikan yang mencakup peningkatan literasi digital, kurikulum coding, hingga pengenalan kecerdasan buatan (AI).

“Digitalisasi adalah kunci transformasi pendidikan. Kita ingin anak-anak Sumut siap menghadapi tantangan masa depan,” sebut Alexander Sinulingga.

Langkah ini sangat relevan mengingat kebutuhan skill digital terus meningkat. Dunia kerja masa depan akan menuntut kemampuan adaptasi teknologi, pemahaman coding dasar, kecerdasan buatan, dan kemampuan berpikir kritis. Dengan mulai memasukkan elemen-elemen ini ke dalam pembelajaran, pelajar Sumut diharapkan lebih siap menghadapi persaingan global.

Program digitalisasi ini juga akan mendukung sekolah-sekolah yang selama ini masih tertinggal dalam penggunaan perangkat dan fasilitas pembelajaran digital. Mulai dari akses internet, perangkat komputer, tablet, hingga platform pembelajaran interaktif semuanya akan diperbaiki secara bertahap.

Kombinasi antara pendidikan gratis dan kurikulum modern berbasis teknologi akan menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya inklusif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masa kini. Pemerintah berharap perubahan ini dapat mengubah kualitas SDM Sumatera Utara dalam beberapa tahun ke depan.

Di tengah gempuran teknologi dan kemajuan zaman, Sumatera Utara tampaknya tidak ingin hanya menjadi penonton. Program PUBG bukan hanya soal pembebasan biaya. Ini adalah gerakan besar menuju percepatan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Mulai dari Nias hingga dataran tinggi, dari pantai timur hingga wilayah barat, seluruh pelajar punya kesempatan besar untuk merasakan pendidikan tanpa batas.

Dengan arah yang jelas, pendanaan yang terukur, serta visi untuk menyeimbangkan akses dan kualitas, PUBG bisa menjadi salah satu program pendidikan paling strategis di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Jika implementasinya berjalan mulus, bukan tidak mungkin Sumut menjadi provinsi dengan sistem pendidikan menengah gratis paling siap dan paling relevan untuk masa depan.

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:PUBGSekolah Gratis
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 22 Desa Len­yap Diterjang Banjir, Negara Hadapi PR Berat Pulihkan Ekosistem di Aceh–Sumatera
Next Article Lebih dari 23 Ribu Ijazah Dikembalikan, Pemprov Lampung Dorong Akses Pendidikan dan Kerja
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

7 days ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index