JAKARTA, INVERSI – Pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keberlanjutan kesejahteraan atlet nasional, tidak hanya melalui pemberian bonus sebagai bentuk apresiasi atas prestasi, tetapi juga dengan membekali atlet kemampuan mengelola keuangan secara bijak. Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia menggandeng Bank Rakyat Indonesia sebagai mitra penyalur bonus atlet untuk memberikan pembekalan literasi keuangan kepada atlet dan pelatih peraih medali SEA Games 2025.
Kegiatan literasi keuangan tersebut diselenggarakan di Menara Brilian Jakarta pada Rabu 7 Januari 2026 dan dihadiri langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir. Program ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang mengingatkan agar para atlet tidak terlena dengan pencapaian saat ini dan mampu memikirkan masa depan setelah masa aktif sebagai atlet berakhir.
Dalam sambutannya Erick Thohir menekankan bahwa profesi atlet memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan usia dan tuntutan performa yang tinggi. Oleh karena itu pengelolaan bonus yang diterima atlet perlu dilakukan secara cermat agar dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Kita memahami bahwa menjaga keberlangsungan karier atlet bukan hal yang mudah. Di satu sisi mereka dituntut konsisten berprestasi, di sisi lain kita harus sadar bahwa profesi atlet tidak berlangsung selamanya. Sesuai pesan Bapak Presiden, para atlet harus memikirkan masa depannya. Melalui pembekalan literasi keuangan ini kami ingin memastikan mereka memahami cara mengelola dan memanfaatkan bonus ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk keberlanjutan hidup mereka,” ujar Erick.
Erick menambahkan bahwa pemberian bonus tanpa diiringi edukasi keuangan berisiko membuat atlet salah dalam mengambil keputusan finansial. Dengan bekal literasi yang tepat, atlet diharapkan mampu menyusun perencanaan keuangan yang matang, baik untuk kebutuhan jangka pendek maupun jangka panjang.
Perhatian terhadap kesejahteraan atlet juga disampaikan oleh Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia Hery Gunardi. Ia menegaskan bahwa kepercayaan pemerintah kepada BRI sebagai penyalur bonus atlet merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan secara profesional.
“BRI dipercaya menjadi mitra dalam penyaluran bonus atlet. Ini adalah amanah besar bagi kami untuk memastikan seluruh proses berjalan akuntabel dan transparan. Melalui literasi keuangan ini kami ingin membekali atlet dengan pemahaman pengelolaan dan perencanaan keuangan agar bonus yang diterima dapat menjadi fondasi kesejahteraan jangka panjang,” kata Hery.
Menurut Hery, literasi keuangan menjadi kunci agar atlet mampu mengambil keputusan yang rasional dalam mengelola pendapatan besar yang diterima dalam waktu singkat. Dengan perencanaan yang tepat, atlet dapat menghindari risiko konsumtif dan mempersiapkan kehidupan setelah pensiun dari dunia olahraga.
Sesi edukatif dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Prita Ghozie, perencana keuangan independen sekaligus praktisi literasi finansial. Dalam pemaparannya, Prita menjelaskan pentingnya menetapkan prioritas tujuan keuangan serta memahami struktur pengeluaran secara menyeluruh.
Ia juga memberikan pemahaman mengenai pengelolaan arus kas, pembentukan dana darurat, hingga pemilihan instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing masing atlet. Menurut Prita, atlet perlu memahami bahwa investasi bukan semata mengejar keuntungan, melainkan menjaga stabilitas keuangan dalam jangka panjang.
Program literasi keuangan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para atlet untuk membangun kesadaran finansial yang kuat. Dengan dukungan pemerintah dan perbankan, atlet diharapkan tidak hanya sukses di arena pertandingan, tetapi juga mampu mengelola hasil jerih payahnya secara bertanggung jawab.
Melalui kolaborasi antara Kemenpora dan BRI, pemerintah menegaskan bahwa penghargaan kepada atlet tidak berhenti pada bonus semata. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan para pahlawan olahraga Indonesia memiliki masa depan yang aman dan sejahtera setelah mengakhiri karier kompetitif mereka.