JAKARTA – Insiden yang melibatkan komika Indra Firmawan dan konten kreator Fajar Sadboy dalam podcast Close the Door memicu gelombang kritik di media sosial dan sorotan publik terkait batas etika dalam konten hiburan digital.
Peristiwa tersebut terjadi dalam episode podcast yang tayang pada 6 Februari 2026, ketika Indra Firmawan terlihat meludahi Fajar Sadboy di tengah perbincangan. Video cuplikan insiden tersebut kemudian beredar luas di berbagai platform media sosial dan memicu ribuan komentar kecaman.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, insiden terjadi sekitar menit ke-45 percakapan. Saat itu, Fajar Sadboy bertanya menggunakan bahasa Inggris dengan pengucapan yang keliru, “Are you kare?” yang dimaksudkan sebagai “Are you okay?”. Percakapan tersebut memicu tawa di studio.
Tak lama kemudian, Indra Firmawan terlihat menyatakan ketidaknyamanan dan secara tiba-tiba meludahi Fajar Sadboy. Fajar sempat hendak membalas, namun tidak melanjutkan. Percakapan podcast tetap berlangsung setelah kejadian tersebut.
Cuplikan insiden tersebut kemudian diunggah ulang oleh warganet di berbagai platform, termasuk Instagram, TikTok, dan X (Twitter), dan menjadi viral dalam waktu singkat.
Setelah video tersebut viral, media sosial Indra Firmawan dibanjiri lebih dari 30 ribu komentar, sebagian besar berisi kritik dan kecaman. Sejumlah figur publik juga menyampaikan respons.
Atlet Lisa Mariana menulis komentar yang menyoroti aspek etika, sementara atlet Fhirdan Guntara mempertanyakan aspek humor dalam tindakan tersebut. Selebriti Amanda Manopo turut mengkritik insiden tersebut melalui media sosial.
Netizen juga mempertanyakan tindakan meludahi dalam konteks hiburan dan menyebutnya sebagai perilaku yang tidak pantas untuk ditampilkan dalam konten publik.
Menyusul kritik luas, Indra Firmawan menyampaikan permintaan maaf dan mengakui tindakannya berlebihan. Permintaan maaf tersebut dilaporkan oleh sejumlah media nasional.
Dalam pernyataannya, Indra menyebut aksi tersebut tidak seharusnya dilakukan dan menyampaikan penyesalan atas dampak yang ditimbulkan.
Fajar Sadboy tidak melaporkan insiden tersebut ke pihak berwenang dan menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Namun, sejumlah warganet dan pengamat media mempertanyakan dinamika relasi antara tamu dan host dalam industri hiburan digital.
Dalam podcast tersebut, Deddy Corbuzier bertindak sebagai host, sementara Indra Firmawan merupakan komika yang dikenal publik, dan Fajar Sadboy merupakan tamu yang lebih muda. Relasi tersebut dinilai dapat memengaruhi respons tamu dalam situasi yang tidak nyaman.
Selain Indra Firmawan, kritik juga diarahkan kepada host dan tim produksi podcast. Dalam rekaman, Deddy Corbuzier tidak menghentikan insiden tersebut, dan terdengar tawa di studio setelah kejadian.
Sejumlah pengguna media sosial mempertanyakan apakah tim produksi memiliki protokol keselamatan atau standar etika yang mengatur interaksi fisik antara host, tamu, dan kru dalam produksi konten.
Platform distribusi konten, termasuk YouTube, juga menjadi sorotan publik karena tetap menayangkan episode tersebut. Sejumlah pengguna media sosial menyerukan agar platform mengevaluasi kebijakan moderasi konten terkait tindakan fisik dan pelecehan non-verbal.
Hingga laporan ini disusun, tidak ada keterangan resmi dari pihak platform mengenai apakah konten tersebut melanggar kebijakan komunitas.
Insiden ini memicu perdebatan mengenai batas antara humor dan tindakan fisik dalam konten hiburan digital. Meludahi seseorang secara umum dipandang sebagai tindakan yang merendahkan dalam banyak budaya, termasuk di Indonesia.
Pengamat media menyebut bahwa meningkatnya kompetisi konten di platform digital mendorong kreator untuk menghasilkan momen viral, yang terkadang mengaburkan batas etika produksi.
Podcast Close the Door memiliki jutaan penonton, termasuk audiens muda. Beberapa pihak menyatakan bahwa konten semacam ini dapat memengaruhi persepsi audiens terhadap perilaku yang dapat diterima dalam interaksi sosial.
Insiden ini juga menyoroti belum adanya pedoman etika yang seragam dalam industri konten digital Indonesia, khususnya terkait interaksi fisik dalam produksi hiburan.
Sejumlah pihak menyerukan perlunya standar etika produksi yang lebih jelas bagi kreator, host, dan produser konten digital. Seruan tersebut mencakup penyusunan protokol keselamatan tamu, pelatihan etika produksi, serta mekanisme internal untuk menangani pelanggaran.
Hingga saat ini, tidak ada tindakan hukum yang dilaporkan terkait insiden tersebut.
Insiden yang melibatkan Indra Firmawan dan Fajar Sadboy dalam podcast Close the Door telah menjadi perbincangan luas di media sosial dan menyoroti isu etika dalam produksi konten hiburan digital. Permintaan maaf telah disampaikan oleh Indra Firmawan, sementara perdebatan publik mengenai batas humor dan tanggung jawab kreator terus berlanjut.
Kasus ini menambah daftar kontroversi yang muncul di tengah pertumbuhan pesat industri konten digital di Indonesia, di mana tekanan untuk menciptakan konten viral sering kali berhadapan dengan pertanyaan mengenai standar etika dan tanggung jawab publik.