INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menyesuaikan skema penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadhan 1447 Hijriah. Perubahan ini dilakukan dengan menitikberatkan pada distribusi menu pangan yang lebih tahan lama agar tetap aman, praktis, dan sesuai kebutuhan penerima manfaat selama bulan puasa.
Dalam pelaksanaannya, menu yang disiapkan akan didominasi oleh bahan pangan tahan lama seperti kurma, telur rebus, susu, serta aneka pangan lokal. Skema ini dirancang untuk memastikan kualitas gizi tetap terjaga sekaligus menyesuaikan pola konsumsi masyarakat saat Ramadhan.
Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kota Depok, Rakha Pratama di Depok, Jawa Barat, Minggu menjelaskan bahwa kelompok prioritas tetap mendapatkan perhatian khusus.
“Untuk kelompok prioritas seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita usia 6 hingga 59 bulan, pendistribusian dilakukan dengan menu siap santap yang diberikan setiap hari Senin dan Kamis melalui posyandu atau titik kumpul yang telah disepakati.”
Sementara itu, untuk wilayah yang mayoritas penerima manfaatnya tidak menjalankan ibadah puasa, pendistribusian MBG tetap berlangsung sesuai jadwal normal dengan menu yang telah ditetapkan.
“Bagi penerima manfaat yang menjalankan ibadah puasa, makanan diberikan dalam bentuk paket makanan kemasan sehat agar dapat dikonsumsi saat berbuka puasa,” ujarnya.
Khusus di lingkungan pesantren dan sekolah berasrama muslim, pengolahan makanan tetap dilakukan pada siang hari. Namun, penyajiannya disesuaikan dengan waktu berbuka puasa.
“Waktu penyajian juga dapat disesuaikan berdasarkan koordinasi antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pihak pesantren atau sekolah berasrama,” ujarnya.
Penyesuaian skema MBG selama Ramadhan ini diharapkan tetap menjaga kualitas asupan gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan, sekaligus mendukung kelancaran ibadah puasa tanpa mengabaikan kebutuhan nutrisi harian.