INVERSI.ID – Penyanyi solo Andien kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu musisi papan atas Indonesia saat tampil di myBCA International Java Jazz Festival 2026. Dalam penampilannya pada Sabtu malam, Andien sukses mengajak ribuan penonton bernostalgia melalui sederet lagu dari album Kirana, sekaligus memperkenalkan karya terbaru yang akan masuk ke album kesembilannya.
Tampil di panggung Nusantara Hall, Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Banten, Andien hadir dengan energi penuh dan penampilan yang memikat. Mengenakan rok biru mekar yang mencuri perhatian, ia langsung membuka pertunjukan dengan dua lagu andalan dari album Kirana, yakni “Gemilang” dan “Keraguan”.
Momen tersebut terasa spesial karena album Kirana menjadi salah satu karya penting dalam perjalanan karier musik Andien.
“Aku juga ingin memberikan sebuah nostalgia untuk diriku sendiri karena ada sebuah album di tahun 2010, judulnya ‘Kirana’,” kata Andien, yang sudah 21 kali tampil di Java Jazz.
Setelah itu, penyanyi berusia 40 tahun tersebut melanjutkan penampilannya dengan membawakan lagu “Ku Sadari” dan “Kirana”, yang semakin menghidupkan suasana nostalgia di tengah festival jazz terbesar di Indonesia tersebut.
Tidak hanya menghadirkan lagu-lagu lama, Andien juga menyuguhkan warna berbeda lewat interpretasi jazz dari lagu “Together Again”. Lagu milik Janet Jackson yang telah lama menjadi favoritnya sejak kecil itu mendapat sentuhan aransemen baru yang disambut hangat oleh penonton.
Penampilan Andien di Java Jazz Festival 2026 juga menjadi ajang untuk berbagi kabar terbaru mengenai perjalanan musiknya. Di hadapan para penggemar, ia mengungkapkan tengah bersiap merilis album kesembilan yang saat ini sedang dalam proses penyelesaian.
Sebagai kejutan spesial, Andien memperdengarkan salah satu lagu baru yang akan masuk ke album tersebut. Lagu berjudul “Manusia Favorit” dibawakan untuk pertama kalinya di panggung festival berskala besar.
Meski telah memiliki pengalaman panjang di dunia musik dan puluhan kali tampil di Java Jazz, Andien mengaku tetap merasakan ketegangan saat memperkenalkan karya barunya kepada publik.
“Kebetulan ditonton juga sama salah satu dari sekian banyak manusia favoritku ada Ibu di depan, dan kalian semua yang malam hari ini datang aku nobatkan menjadi manusia favoritku,” kata Andien menambahkan.
Interaksi hangat dengan penonton menjadi salah satu warna yang membuat penampilannya semakin berkesan. Suasana festival pun terasa semakin hidup ketika Andien mengajak para penonton ikut bernyanyi dan bergerak mengikuti irama musik.
Sebagai penutup penampilannya, Andien membawakan lagu “Moving On”. Lagu tersebut sukses mengundang antusiasme penonton yang ikut berjoget dan bernyanyi bersama hingga akhir pertunjukan.
Penampilan Andien menjadi salah satu sorotan di myBCA International Java Jazz Festival 2026. Perpaduan antara lagu-lagu nostalgia, eksplorasi musik jazz, dan perkenalan karya baru membuktikan bahwa Andien terus berkembang sekaligus tetap dekat dengan para penggemarnya.