Inversi Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memberikan kepastian mengenai penguatan alokasi anggaran pendidikan untuk tahun anggaran 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kehadiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mereduksi atau memangkas porsi anggaran pendidikan.
Sebaliknya, anggaran pendidikan diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan guna mendukung berbagai program akselerasi mutu dan infrastruktur sekolah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program MBG Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Surabaya pada Kamis (19/2/2026).
Menurut Abdul Mu’ti, sinergi antara pemenuhan gizi dan pendidikan justru menjadi fokus utama Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
Ekspansi Revitalisasi Satuan Pendidikan Nasional
Salah satu pilar utama belanja pendidikan tahun 2026 adalah keberlanjutan program revitalisasi fisik sekolah. Mendikdasmen memaparkan capaian tahun 2025 di mana pemerintah telah mengalokasikan Rp16,9 triliun untuk memperbaiki 16.176 satuan pendidikan, dengan tingkat penyelesaian konstruksi mencapai 93 persen.
Untuk tahun anggaran 2026, pemerintah awalnya telah mencantumkan dana sebesar Rp14 triliun dalam APBN untuk revitalisasi lebih dari 11.000 satuan pendidikan. Namun, angka ini dipastikan melonjak drastis melalui mekanisme Anggaran Biaya Tambahan (ABT).
“Berdasarkan arahan Presiden, akan ada tambahan anggaran revitalisasi untuk 60.000 satuan pendidikan. Dengan demikian, total usulan kami untuk tahun ini mencakup revitalisasi bagi 71.000 lebih satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” jelas Abdul Mu’ti. Langkah masif ini diambil untuk memastikan lingkungan belajar yang layak, aman, dan modern bagi seluruh siswa.
Panel Interaktif untuk Ratusan Ribu Sekolah
Selain infrastruktur fisik, Kemendikdasmen memprioritaskan transformasi digital melalui pendistribusian teknologi pembelajaran mutakhir. Pemerintah menargetkan pembagian Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) secara luas.
Teknologi ini dirancang untuk mengintegrasikan kegiatan menulis, menggambar, dan kolaborasi siswa dengan Learning Management System (LMS) serta sumber belajar digital. Hingga saat ini, bantuan IFP telah menjangkau 288.860 satuan pendidikan. Pada tahun 2026, target distribusi ditingkatkan menjadi lebih dari 325.000 satuan pendidikan.
Presiden menginstruksikan agar setiap sekolah mendapatkan tambahan 2 hingga 3 unit panel interaktif guna mendukung metode pembelajaran yang lebih interaktif dan partisipatif.
Keberlanjutan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Inklusi Siswa TK
Dalam aspek perlindungan sosial pendidikan, Mendikdasmen memastikan bahwa kuota dan besaran Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang SD, SMP, SMA, hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) tidak akan dikurangi. Bahkan, terdapat perluasan sasaran program pada tahun 2026.
Inovasi kebijakan terbaru adalah penyertaan dana PIP bagi murid Taman Kanak-kanak (TK). “Kami mengalokasikan tambahan dana PIP untuk 888.000 murid TK di seluruh Indonesia dengan besaran Rp450.000 per tahun. Ini adalah bentuk intervensi pendidikan sejak usia dini,” tambah Sekretaris Umum PP Muhammadiyah tersebut.
Peningkatan Kualitas Guru: Beasiswa dan Tunjangan Profesi
Sektor sumber daya manusia (SDM) pendidik tidak luput dari perhatian pemerintah. Kemendikdasmen telah menyiapkan skema beasiswa bagi 150.000 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1. Beasiswa tersebut dialokasikan sebesar Rp3 juta per semester guna memastikan seluruh guru memenuhi standar kualifikasi akademik nasional.
Terkait kesejahteraan, pemerintah memberikan kepastian pembayaran tunjangan guru, termasuk bagi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang sebelumnya menjadi aspirasi publik. Pembayaran tunjangan akan dilakukan sesuai dengan pengajuan yang telah disetujui oleh Presiden, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik.
Sinergi Program MBG dan Karakter “Indonesia Hebat”
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai katalisator bagi efektivitas pendidikan. Saat ini, 43 juta penerima manfaat MBG merupakan murid sekolah. Sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik, tetapi juga membangun semangat belajar dan penguatan karakter siswa.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang turut hadir dalam koordinasi tersebut, memberikan apresiasi atas peningkatan signifikan anggaran pendidikan ini. Hal ini membuktikan bahwa visi swasembada pangan dan penguatan gizi berjalan selaras dengan agenda mencerdaskan kehidupan bangsa tanpa harus saling mengeliminasi alokasi dana.
APBN Pendidikan Tetap Signifikan
Dengan proyeksi revitalisasi puluhan ribu sekolah, distribusi teknologi digital, perluasan PIP, serta jaminan tunjangan guru, APBN pendidikan 2026 menunjukkan tren yang ekspansif dan inklusif. Pemerintah menegaskan bahwa tidak ada pengurangan dana untuk peningkatan kualitas pendidikan nasional.
“Peningkatan anggaran ini menunjukkan bahwa perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan sangat besar. Fokus kami adalah memastikan tidak ada penurunan kualitas dalam proses transisi menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Abdul Mu’ti.