INVERSI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat proses penataan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo melalui proses lelang ulang calon mitra pengelola yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan langkah lelang ulang dilakukan setelah proses lelang tahap pertama belum menemukan titik kesepakatan antara pihak penyelenggara dan peserta yang berminat.
“Memang lelang pertama belum mencapai kesepakatan, maka akan dilakukan lelang ulang. Lelang ulang ini diharapkan sudah ada ruang negosiasi antara penyelenggara lelang dengan para peserta,” kata Farhan dalam keterangannya di Bandung, Rabu.
Farhan menjelaskan, dari sejumlah pihak yang sebelumnya mengikuti proses seleksi awal, kini hanya tersisa tiga peserta yang masih melanjutkan proses penjajakan kerja sama.
Ketiga peserta tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk masuk ke tahap berikutnya sebagai calon mitra pengelola Bandung Zoo.
Meski begitu, Pemkot Bandung mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam proses penentuan mitra tersebut, terutama terkait besaran komitmen investasi yang harus dipenuhi calon pengelola.
Menurut Farhan, Kebun Binatang Bandung merupakan aset daerah bernilai tinggi sehingga membutuhkan investor dengan kemampuan finansial dan manajemen yang kuat.
“Kendalanya adalah komitmen nilai. Ini asetnya nilainya tinggi sekali. Jadi memang kita membutuhkan mitra yang memiliki kemampuan finansial dan manajemen yang sangat kuat,” katanya.
Ia menambahkan, kerja sama pengelolaan Bandung Zoo nantinya akan berlangsung dalam jangka panjang, yakni selama 26 tahun.
Pemkot Bandung berharap proses penataan ini dapat membawa wajah baru bagi kawasan wisata edukasi tersebut agar semakin modern, tertata, dan mampu menarik lebih banyak wisatawan.
Farhan juga mengungkapkan bahwa berdasarkan audit sebelumnya, Kebun Binatang Bandung memiliki potensi ekonomi yang cukup besar.
“Pada masa sebelumnya, dalam kondisi yang telah diaudit, Kebun Binatang Bandung mampu mencatatkan omzet dari penjualan tiket saja hingga sekitar Rp26 miliar per tahun,” katanya.
Dengan proses lelang ulang ini, Pemkot Bandung optimistis Bandung Zoo dapat berkembang menjadi destinasi wisata unggulan dengan pengelolaan yang lebih profesional dan berkelanjutan.