INVERSI.ID – Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) kembali menggelar prosesi wisuda bagi para siswa lulusan SIKL dan Program Pendidikan Non-Formal (PNF) di Aula Hassanuddin KBRI Kuala Lumpur. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni Sabtu (23/5) untuk lulusan SIKL dan Minggu (24/5) bagi peserta didik program PNF.
Acara wisuda berlangsung meriah dan dihadiri langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo, Wakil Duta Besar Danang Waskito, Atase Pendidikan R. Ahmad Romadhoni Surya Putra, Ph.D., jajaran diplomat Indonesia di Malaysia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Kuala Lumpur, Komite Sekolah, para guru SIKL, pengelola Sanggar Bimbingan (SB), hingga orang tua dan wali murid.
“Saya senang sekali menyaksikan para wisudawan dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan PKBM KBRI Kuala Lumpur yang notabene anak pekerja migran Indonesia,” ujar Dubes RI untuk Malaysia Dato’ Iman dalam sambutannya dalam acara tersebut, di Kuala Lumpur, Sabtu (23/5).
Dalam kesempatan tersebut, Dubes Iman mengungkapkan total lulusan pada tahun ini mencapai 410 siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Jumlah itu terdiri atas 170 lulusan dari SIKL dan 240 lulusan dari Program Pendidikan Non-Formal (PNF), baik melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Pembelajaran Jarak Jauh (PKBM PJJ) maupun Sanggar Bimbingan (SB).
Adapun rincian lulusan SIKL meliputi jenjang Taman Kanak-Kanak sebanyak 26 siswa, Sekolah Dasar 34 siswa, Sekolah Menengah Pertama 68 siswa, dan Sekolah Menengah Atas sebanyak 42 siswa.
Sementara itu, lulusan dari jalur pendidikan nonformal terdiri dari Paket A PKBM PJJ sebanyak 14 siswa, Paket B PKBM PJJ 43 siswa, dan Paket C PKBM tujuh siswa. Selain itu, terdapat pula 175 siswa lulusan Sanggar Bimbingan yang tersebar di berbagai wilayah Semenanjung Malaysia.
Dubes Iman menegaskan bahwa KBRI Kuala Lumpur melalui Atase Pendidikan akan terus memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan anak-anak Indonesia di Malaysia, khususnya bagi putra-putri pekerja migran Indonesia.
Pada momen wisuda tersebut, panitia juga mengumumkan siswa dan siswi terbaik dari SIKL maupun PNF di setiap jenjang pendidikan. Selain itu, diumumkan pula para siswa yang berhasil lolos ke perguruan tinggi di Indonesia, termasuk anak-anak pekerja migran Indonesia yang sukses mendapatkan beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi.
Tidak hanya prosesi kelulusan, acara wisuda juga semakin semarak dengan berbagai penampilan seni dan hiburan yang dibawakan para siswa SIKL dan Sanggar Bimbingan.
Kegiatan wisuda ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah Indonesia dalam mendukung akses pendidikan bagi anak-anak WNI di luar negeri agar tetap memperoleh pendidikan berkualitas dan mampu bersaing di masa depan.