By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis

MBG

Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis

Jack
By
Jack
1 month ago
Share
4 Min Read
Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : www.bgn.go.id)
Foto : Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : www.bgn.go.id)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah menyiapkan penyesuaian besar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ke depan, program ini akan lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi secara langsung, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta anak usia dini.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan manfaat program benar-benar diterima oleh kelompok yang paling membutuhkan sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkapkan bahwa siswa tingkat SMA, khususnya yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi mapan, berpotensi tidak lagi masuk dalam kategori penerima manfaat MBG. Kebijakan ini diperkirakan akan memangkas jumlah penerima hingga sekitar delapan juta orang.

“Tujuan program ini kan bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus, misalnya mungkin SMA ya, tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang mungkin uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100-200 ribu, mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi, itu beberapa contoh, sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat,” katanya ditemui usai rapat dengan Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin.

Menurut Agustina, hasil pembahasan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa periode paling efektif untuk intervensi gizi berada pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase tersebut, perkembangan otak berlangsung sangat pesat sehingga membutuhkan dukungan gizi yang optimal.

“Intervensi gizi sebaiknya dilakukan dari usia kandungan sampai dengan 1.000 hari pertama usia kelahiran, itu volume otak bisa maksimal, lalu sampai dengan 2 tahun itu nanti ada intervensi gizi, bentuknya adalah pemenuhan gizi,” ujar dia.

Ia menjelaskan bahwa BGN saat ini terus melakukan penataan ulang atau refocusing terhadap kelompok penerima manfaat. Langkah tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam perbaikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.

“Refocusing ini kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun, itu yang keluar ke penerima manfaat,” tuturnya.

Setelah proses penyesuaian penerima manfaat selesai dilakukan, BGN akan melanjutkan pembenahan pada aspek operasional, termasuk tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Saat ini fokus efisiensi anggaran masih diarahkan pada pengurangan jumlah penerima manfaat.

Baca Juga :

Kata Hari Ini, 24 Juli 2025! Auto Bikin Semangat & Ngegas Hidup: Biar Anti Kendor Raih Impian!
Utamakan Rakyat, Bahlil Tahan Ekspor Batu Bara ke Eropa Demi Listrik Warga Tetap Nyala

Agustina menilai kualitas dapur memiliki peran penting dalam menentukan mutu makanan yang diberikan kepada masyarakat. Karena itu, standar operasional dapur akan menjadi salah satu perhatian utama dalam proses evaluasi.

“Termasuk masalah kualitas dapur karena tidak masuk akal ketika kita mengharapkan menghasilkan kualitas yang baik, tetapi dapurnya tidak sesuai dengan kaidah bagaimana flow of cooking (alur memasak) yang baik dan sebagainya lah, itu nanti itu adalah salah satu dampak dari refocusing,” paparnya.

Selain memperbaiki sistem dapur, BGN juga berencana melakukan transformasi internal yang mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga pembaruan tata kelola program secara menyeluruh.

“Jadi mohon bersabar, tapi target kami memang tadi sudah kami sampaikan juga satu bulan ini apa, lalu mungkin 3 bulan ke depan itu apa. Yang jelas, kami juga memanfaatkan momentum untuk libur sekolah ini. Kami akan hentikan semua dan audit semua dapur, sehingga nanti mudah-mudahan ketika anak-anak sudah masuk sekolah, kita sudah lebih baik kondisi di lapangan, lebih rapi,” ucap Agustina.

Melalui langkah refocusing dan evaluasi tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memberikan dampak yang lebih besar terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

You Might Also Like

Program MBG Disorot, IAW Dorong Pemerintah Perkuat Regulasi dan Kepastian Hukum
Prabowo Ungkap Dana Efisiensi Rp300 Triliun Digunakan untuk Program Prioritas Nasional
Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Keluarganya Tak Miliki Dapur MBG, Tolak Konflik Kepentingan
Sudaryono Tegaskan Tak Ada Orang Dekatnya yang Boleh Intervensi Program MBG
Sudaryono Janji Bersihkan Program MBG dari Korupsi dan Konflik Kepentingan
TAGGED:BGNMBGsiswa
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
Next Article Inggris Ubah Skuad Jelang Debut di Piala Dunia 2026, Chalobah Gantikan Livramento
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

MBG

Anggaran MBG 2026 Dipangkas, BGN Prioritaskan Kualitas Penerima Manfaat

1 week ago
Foto : Apresiasi kepada Polri atas dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Apresiasi Dapur MBG Polri: Terbaik di Indonesia”

4 weeks ago
Foto : Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto (Sumber : Inversi.id)
MBG

Presiden Prabowo Puji Standar Kualitas Dapur MBG yang Dikelola Polri

4 weeks ago
Foto : Ilustrasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) (Sumber : Inversi.id)
MBG

Kejari Kudus Panggil 78 Mitra SPPG Program MBG untuk Klarifikasi Administrasi

4 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index