Inversi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mengambil langkah proaktif dalam mendukung suksesnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Inisiatif ini tidak hanya dipandang sebagai program pemenuhan gizi semata, tetapi juga menjadi bagian integral dari agenda 100 hari kerja Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Dislutkan Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi strategis secara hybrid yang melibatkan pemangku kepentingan dari berbagai tingkatan. Rapat yang berlangsung di Aula Dislutkan Prov. Kalteng serta dihadiri secara virtual tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Nita Fera, yang mewakili Kepala Dislutkan Prov. Kalteng.
Kegiatan ini menjadi forum diskusi penting yang mempertemukan Dinas Perikanan serta Dinas Pendidikan dari seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah, termasuk keterlibatan aktif yayasan pengolah makanan yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Memperkuat Rantai Pasok Protein Lokal
Dalam forum tersebut, Nita Fera menekankan bahwa fokus utama koordinasi adalah merumuskan strategi pemenuhan kebutuhan protein ikan yang berkelanjutan. Sebagai sumber protein hewani yang terjangkau namun kaya akan nutrisi, ikan menjadi elemen vital dalam menu Program MBG.
“Melalui kegiatan ini, kita menyelaraskan strategi mengenai pemenuhan kebutuhan ikan serta memetakan peran masing-masing pihak. Sinergi antara Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota sangat krusial untuk memastikan bahwa ikan sebagai sumber protein utama tersedia secara konsisten bagi anak-anak penerima manfaat di sekolah-sekolah,” jelas Nita Fera.
Ia menambahkan bahwa peran sektor perikanan bukan sekadar penyedia, melainkan tulang punggung keberlangsungan program. Ketersediaan pasokan yang stabil akan memastikan bahwa setiap porsi makanan yang disajikan kepada siswa mengandung nutrisi yang memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan oleh BGN.
Sinergi Ekonomi dan Potensi Perikanan Daerah
Di tempat terpisah, Kepala Dislutkan Kalteng, H. Darliansjah, memberikan arahan strategis mengenai optimalisasi potensi bahari Kalimantan Tengah. Menurutnya, provinsi ini memiliki kekayaan sumber daya perikanan yang melimpah, baik dari sektor perikanan tangkap di wilayah perairan umum, perikanan budidaya, hingga sektor hilirisasi pengolahan ikan.
“Kalimantan Tengah memiliki potensi besar yang belum terserap maksimal untuk kebutuhan lokal. Kami mendorong Dinas Perikanan di tingkat kabupaten dan kota untuk bergerak proaktif dengan menggandeng kelompok pembudidaya ikan dan nelayan lokal. Dengan melibatkan mereka dalam rantai pasok MBG, kita tidak hanya memberikan gizi pada anak-anak, tetapi juga menggerakkan ekonomi nelayan lokal,” tegas Darliansjah.
Darliansjah juga menyoroti pentingnya intervensi harga untuk menjamin keberlangsungan program. Ia mendorong pemerintah daerah agar dapat mempertimbangkan kebijakan subsidi harga ikan. Langkah ini bertujuan agar harga bahan baku tetap kompetitif bagi yayasan yang mengelola dapur MBG, sehingga fluktuasi harga pasar tidak menghambat distribusi gizi kepada siswa.
“Dengan adanya subsidi, stabilitas harga ikan dapat terjaga. Hal ini memberikan kepastian bagi pengelola program bahwa biaya operasional tidak akan membengkak, dan pada akhirnya, anak-anak tetap mendapatkan asupan protein berkualitas tanpa adanya kendala pembiayaan,” tambahnya.
Menjawab Tantangan Asta Cita Presiden
Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari visi besar Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan fondasi nutrisi bagi anak-anak sekolah. Di Kalimantan Tengah, implementasi program ini diproyeksikan sebagai instrumen untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kemampuan kognitif generasi penerus.
Sinergi yang dibangun antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta sektor perikanan menunjukkan komitmen daerah dalam menjawab kebijakan nasional. Upaya ini diharapkan menciptakan ekosistem pangan yang mandiri, di mana ketersediaan bahan pangan sehat dipenuhi oleh sumber daya lokal, yang pada gilirannya akan memicu perputaran ekonomi yang lebih sehat di wilayah Kalimantan Tengah.
Dislutkan Kalteng berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi rantai pasok perikanan agar tetap selaras dengan kebutuhan program MBG. Melalui koordinasi lintas sektor yang intensif, pemerintah optimis bahwa akses terhadap pangan bergizi dapat dinikmati oleh seluruh anak-anak di Kalimantan Tengah, tanpa terkecuali.
Langkah ini menjadi tonggak penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan kompetitif melalui kontribusi nyata dari sektor kelautan dan perikanan daerah.