By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Rp286 Triliun Menguap! Judol Tak Cukup Diburu, Negara Dituntut Cegah Sejak Awal
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Rp286 Triliun Menguap! Judol Tak Cukup Diburu, Negara Dituntut Cegah Sejak Awal

Terkini

Rp286 Triliun Menguap! Judol Tak Cukup Diburu, Negara Dituntut Cegah Sejak Awal

Nicholas
By
Nicholas
2 months ago
Share
3 Min Read
(Ilustrasi) Maraknya judi online di Indonesia menjadi ancaman nyata terhadap ekonomi keluarga dan kerusakan sosial masyarakat yang makin membesar dan menuntut langkah pencegahan serius dari pemerintah sejak awal. (Foto, generateAI/Dede)
SHARE

JAKARTA — Judi online kini bukan sekadar perkara penangkapan bandar atau pembongkaran markas seperti kasus di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Di balik itu, ancaman nyata terhadap ekonomi keluarga dan kerusakan sosial masyarakat terus membesar dan menuntut langkah pencegahan serius dari pemerintah sejak awal.

Data terbaru menunjukkan skala bahaya judol di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Sepanjang 2025 perputaran judi online mencapai Rp286,84 triliun, lalu dalam setahun terjadi 422,1 juta transaksi dengan 12,3 juta orang melakukan deposit judol. Tak heran jika sebanyak 241.013 situs dan konten judol telah diblokir aparat akibat Rp133 triliun potensi uang negara mengalir keluar setiap tahun akibat judi online.

Anggota Komisi III DPR Abdullah menegaskan, judi online telah menjadi ancaman serius bagi keluarga dan generasi muda Indonesia. “Negara tidak boleh kalah dari pelaku kejahatan digital. Judi online telah merusak banyak keluarga, menimbulkan persoalan sosial, dan mengancam masa depan generasi muda. Karena itu, pemberantasannya harus menjadi prioritas bersama,” tegas Abdullah, Senin (11/5/2026).

Ia meminta aparat tidak berhenti pada pengungkapan kasus besar semata, tetapi membongkar seluruh jaringan judi online nasional maupun internasional.

“Tidak boleh ada lagi jaringan judi online, baik internasional maupun nasional, yang beroperasi di Indonesia. Bongkar jaringan judol yang lain. Semua jaringan judol harus ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” ujar Abdullah.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, sepanjang 2025 Polri telah mengungkap 665 perkara judol, menetapkan 741 tersangka, menyita aset senilai Rp1,5 triliun, serta memblokir 5.961 rekening terkait judi online.

“Kita berhasil mengungkap 665 perkara, menetapkan 741 tersangka, menyita aset senilai Rp1,5 triliun, memblokir 5.961 rekening, dan 241.013 situs konten judi online,” kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Januari 2026 lalu.

Namun, Sigit mengakui tantangan pemberantasan judol semakin kompleks karena melibatkan server luar negeri, perusahaan cangkang, hingga transaksi lintas negara.

“Tantangan terkait dengan pemberantasan ini karena di masing-masing negara memiliki legalitas yang berbeda-beda. Termasuk server, lintas transaksi, peraturan, dan pajak yang berbeda,” ujar Sigit.

Baca Juga :

Generasi Z Ingin Sekolah yang Aman, Nyaman, dan Bebas Perundungan
“Now You See Me: Now You Don’t” dan Ilusi Generasi Z: Ketika Dunia Digital Jadi Panggung Sulap Baru

Presiden Prabowo Subianto bahkan mengungkap Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar AS atau setara Rp133,19 triliun setiap tahun akibat praktik judi online.

“Diperkirakan Indonesia kehilangan sekitar 8 miliar dollar Amerika setiap tahun akibat aliran dana keluar yang disebabkan oleh perjudian daring,” kata Prabowo dalam forum APEC Economic Leaders’ Meeting di Korea Selatan, beberapa waktu lalu

Besarnya angka tersebut memperlihatkan bahwa judi online bukan lagi sekadar kejahatan digital biasa, melainkan ancaman ekonomi nasional yang perlahan menggerus masyarakat dari level keluarga hingga negara.

Karena itu, desakan publik kini tidak hanya tertuju pada operasi penangkapan bandar atau pembongkaran markas judi, tetapi juga pada langkah pencegahan permanen: penguatan literasi digital, pengawasan transaksi, perlindungan anak muda, hingga pemutusan akses sejak dini sebelum korban terus bertambah.

You Might Also Like

Janji Tinggal Janji? Kepercayaan Warga Karo Tergerus di Tengah Sengketa RSUD Kabanjahe
Dibantai Belgia 4-1, AS Tinggalkan Piala Dunia dengan Luka Mendalam
Tangis Ronaldo Pecah! Spanyol Singkirkan Portugal Plus Mimpi Sang Legenda
Ekonom Sebut Gebrakan B50 Akan Perkuat Rupiah, Selamatkan APBN dan Stop Impor Solar
Dampak Perang Timur Tengah Kian Terasa, Ekonomi Jerman Kehilangan Momentum
TAGGED:Judi OnlineJudolKapolri Listyo SigitKomisi III DPR
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Selaras Visi Prabowo, Pemerintah Tancap Gas B50 dan RDMP Balikpapan Demi Akhiri Impor Solar
Next Article Foto : Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar rapat koordinasi secara hybrid (Sumber : https://haikalteng.id/) Strategi Kalimantan Tengah dalam dukung Program MBG
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Gas CNG Merah Putih Hadir! Hemat 40%, Kompor Lama Tetap Bisa Dipakai

Bahlil Desak PLN Gerak Cepat Atasi Kegelapan Warga Kalimantan dan Sumatera

Moncer di Ruang Digital! Riset SSI Sebut Bahlil Jadi Penopang Terkuat Citra Positif Prabowo

Purbaya Bantah Tuduhan Obligasi Patriot Danantara Jadi Sarana Pencucian Uang

Gas Murah, PHK Mereda! Jurus Bahlil Selamatkan Industri, Buruh Bernapas Lega

Mengapa Saat Tarif Listrik Ditahan dan BBM Nonsubsidi Turun, Apresiasi Justru Sepi?

Malaysia Terancam Krisis BBM, ASN Resmi WFH Mulai Agustus!

Alasan Menteri Bahlil Beri Kehormatan Penuh kepada Presiden Resmikan Era B50

Isu Tabung China Digoreng Mafia LPG? CNG Bisa Putus Ketergantungan LPG Impor

RUU Pidana LGBT Bisa Langsung Jadi UU? Ini Jalan Panjang yang Harus Ditempuh di DPR

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

InternasionalTerkini

Bahlil Pasang Rem! Ekspor Listrik ke Singapura Belum Deal, RI Tak Mau Jual Murah

18 hours ago
Pildun 2026Terkini

Trump Bikin Heboh! Saat FIFA Dinilai Tunduk pada Superioritas AS

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Haaland Singkirkan Selecao dan Bawa Norwegia ke Perempat Final Piala Dunia 2026

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Drama di Azteca! Inggris Ukir Sejarah, Taklukkan Meksiko di Kandang Keramatnya

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index