By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan

MBG

BGN Larang Pegawainya Miliki Dapur MBG, Agustina: Hindari Konflik Kepentingan

Jack
By
Jack
2 days ago
Share
4 Min Read
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu langkah yang akan diterapkan adalah melarang pegawai BGN yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan untuk memiliki atau mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan kebijakan tersebut diperlukan guna mencegah terjadinya konflik kepentingan dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut. Menurutnya, pihak yang bertugas menyusun kebijakan tidak boleh memiliki keterkaitan langsung dengan operasional dapur MBG.

“Sebenarnya begini ya, hal yang utama itu adalah BGN, pegawai BGN sebagai orang yang mengambil keputusan, mengambil kebijakan itu yang tidak boleh punya SPPG ya. Karena apa? Karena kan dia mengambil kebijakan, maka kemudian keluarlah angka Rp6 juta flat (insentif SPPG), diubah dari tadinya 2.000 dikali sekian penerima manfaat, dapur dari 400 meter kemudian direvisi menjadi 100 meter kan, karena kepentingan-kepentingan,” katanya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta, Senin.

Agustina menegaskan bahwa arah kebijakan MBG saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. BGN tidak lagi berfokus pada penambahan jumlah dapur sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan program benar-benar menjangkau kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi gizi.

“Dibedakan lho, kalau yang dulu mungkin ujungnya ‘wis (sudah) pokoknya dapur ya dapur, sebanyak mungkin dapur’, kami enggak mau, penerima manfaat dulu kita refocusing benar-benar yang targeted sesuai intervensi pemerintah dalam hal gizi memang memerlukan itu, baru konsekuensinya pasti dapur,” ujar dia.

Sebagai bagian dari pembenahan sistem, BGN juga tengah menyiapkan indeks penilaian baru untuk mengukur kualitas dan kepatuhan setiap SPPG terhadap standar yang telah ditetapkan. Penilaian tersebut akan menjadi dasar dalam memastikan dapur MBG mampu memberikan layanan yang sesuai dengan ketentuan.

“Kalau yang lain-lainnya si A, si B, si C, yang penting teknisnya dapurnya secara teknis memenuhi syarat, memenuhi standar kualitas, nanti kami akan bikin indeks yang baru memenuhi itu ya sudah, begitu poinnya,” paparnya.

Menurut Agustina, fokus utama BGN saat ini adalah memperbaiki data dan sasaran penerima manfaat agar program berjalan lebih efektif. Selain itu, transparansi pelaksanaan MBG juga akan diperkuat dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan.

“Kami ini sekarang bicara pembenahan dulu ya, tahun 2026 ini target penerima manfaat lalu baru bicara dapur. Nanti, kami akan membuat bagaimana agar proses ini setransparan mungkin, ibu dan bapak masyarakat bisa mengakses, turut melihat, dan turut mengawasi karena itu adalah program yang strategis ya,” tuturnya.

Baca Juga :

Fakta-fakta Harvey Moeis, Pernah Kasih Hadiah Jet Pribadi untuk Anak
Soal Polemik Timnas Israel di Piala Dunia U-20, Palestina: Dukungan Tak Pernah Berubah

Di sisi lain, BGN juga sedang mengkaji kembali kebutuhan anggaran program MBG untuk tahun 2026. Evaluasi dilakukan dengan mengacu pada Rincian Output Bendahara Umum Negara (RO BUN) yang telah ditetapkan oleh Kementerian Keuangan.

Agustina mengungkapkan bahwa sejumlah simulasi efisiensi telah dilakukan, meskipun pembahasan rinci bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas masih akan berlanjut.

“Beberapa hal sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas, tetapi yang jelas akan ada efisiensi lagi, mungkin Pak Purbaya (Menteri Keuangan) pernah menyampaikan Rp268 triliun, lalu ke RO BUN itu kemudian di RO direktif itu totalnya sebenarnya Rp43,89 triliun yang memang sudah dilakukan Kemenkeu. Nah, kami exercise lagi berapa sih kira-kira yang bisa kita efisiensikan lagi,” tuturnya.

Melalui berbagai langkah pembenahan tersebut, BGN berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, serta memberikan manfaat yang maksimal bagi kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan gizi dari pemerintah.

You Might Also Like

Fokus pada Ibu Hamil dan Balita, BGN Pangkas 8 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis
BGN Siapkan Evaluasi Besar-besaran MBG, Insentif Dapur Akan Dirombak
Baru Sepekan Bicara Bongkar Gurita MBG, Orang Kepercayaan Sony Langsung Jadi Tersangka
Fakta Mengejutkan! MBG Hidupkan UMKM, Tapi Dirusak Korupsi Pejabat
Presiden Prabowo Lantik Empat Pejabat Negara Baru di Istana Negara
TAGGED:BGNMBGProgram Makanan Bergizi
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027
Next Article Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Heboh Harga Pertamax, Padahal dari Awal Tak Pernah Disubsidi

Isyana Bagoes Oka Sebut Kunjungan Jokowi ke Daerah, Tak Terkait Safari Politik

Konflik AS-Iran Mereda, Menkeu Sebut APBN Berpeluang Lebih Longgar

Gaya Sultan, Mental Subsidi? Netizen Semprot Pengeluh Pertamax

Bahlil Usulkan Anggaran Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik pada RAPBN 2027

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kejagung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi, (4/6/2026). (Foto: Generated AI/Kejaksaan RI)
Terkini

Dadan Cs Jadi Tersangka, Kejagung Ungkap Dugaan Terafiliasi Yayasan SPPG Hingga Markup Motor Listrik, Sepatu, dan Tablet

2 weeks ago
Foto : Kepala BGN, Nanik S. Deyang (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

BGN Tegaskan Isu Penghentian MBG Adalah Hoaks!

2 weeks ago
Foto : Yuli, guru di kelas 6 sekolah dasar (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Sinergi SD Pangudi Luhur Kalirejo Pasok MBG

2 weeks ago
Foto : SPPG Badan Gizi Nasional (Sumber : https://bgn.go.id/)
MBG

Perketat Pengawasan, BGN Pastikan Transparansi Program MBG

2 weeks ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index