By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Vuvuzela Dilarang! Piala Dunia 2026 Dipastikan Lebih Hening
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Vuvuzela Dilarang! Piala Dunia 2026 Dipastikan Lebih Hening

OlahragaPildun 2026Terkini

Vuvuzela Dilarang! Piala Dunia 2026 Dipastikan Lebih Hening

Dede isharuddin
By
Dede isharuddin
2 months ago
Share
3 Min Read
Vuvuzela, salah satu ikon di setiap pertandingan Piala Dunia resmi dilarang FIFA di seluruh stadion yang menjadi tuan rumah turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (Foto, Dok/FIFA)
SHARE

JAKARTA – Salah satu ikon paling kontroversial dalam sejarah sepak bola dunia dipastikan tidak akan terdengar pada gelaran Piala Dunia 2026. Menurut reuters, FIFA resmi melarang penggunaan vuvuzela di seluruh stadion yang menjadi tuan rumah turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Larangan tersebut tercantum dalam kode etik stadion FIFA yang berlaku untuk seluruh 16 venue Piala Dunia 2026. Selain vuvuzela, FIFA juga melarang peluit, terompet udara (air horn), dan berbagai alat pembuat suara berlebihan lainnya.

Vuvuzela merupakan terompet plastik panjang yang menjadi simbol khas sepak bola Afrika Selatan dan mendunia saat Piala Dunia 2010 digelar di negara tersebut. Suara dengungnya yang khas bahkan menjadi salah satu ciri paling diingat dari turnamen tersebut. Namun, tidak sedikit pemain, pelatih, penyiar televisi, hingga penonton yang mengeluhkan kebisingannya karena dianggap mengganggu konsentrasi dan kualitas siaran pertandingan.

Dalam aturan terbaru, FIFA menegaskan bahwa berbagai perangkat yang menghasilkan suara berlebihan tidak diperkenankan masuk ke stadion demi menjaga kenyamanan penonton, kualitas pertandingan, dan aspek keselamatan selama turnamen berlangsung.

Selain alat pembuat suara, FIFA juga memasukkan sejumlah barang lain ke dalam daftar larangan, termasuk laser pointer dan perangkat yang memancarkan sinar laser. Penonton juga tidak diperbolehkan membawa botol minum yang dapat digunakan kembali (reusable water bottle) karena alasan keamanan.

FIFA bahkan mengatur perilaku penonton di dalam stadion. Dalam kode etik tersebut disebutkan bahwa tindakan membuka pakaian secara tidak pantas, berlari ke lapangan (streaking), maupun perilaku yang dianggap mengganggu ketertiban dapat berujung pada pengusiran dari stadion.

Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berakibat serius. FIFA menyatakan bahwa penonton yang membawa barang terlarang atau melanggar ketentuan stadion dapat ditolak masuk atau dikeluarkan dari arena pertandingan.

Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan 48 negara peserta. Turnamen berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dan dibuka dengan pertandingan antara tim nasional Meksiko melawan Afrika Selatan.

Dengan larangan vuvuzela ini, atmosfer stadion diperkirakan akan berbeda dibanding kenangan Piala Dunia 2010. Suara dengung yang pernah mendominasi siaran sepak bola dunia kini resmi menjadi bagian dari sejarah.

Baca Juga :

Respons Projo saat JK Sebut Jokowi Bukan Kader PDIP Lagi, Sebuah Kesimpulan
Veronica Tan Ungkap Akar Kekerasan pada Perempuan dan Anak

You Might Also Like

Karimun Masuk PSN! Tangki BBM Raksasa Disiapkan, Stok Energi Makin Aman
Fakta PHK Samarinda ! Disnaker: Proyek Tambang Berakhir, Bukan Sebab RKAB
Janice Tjen Duet dengan Juara Bertahan Zhang Shuai di Mubadala DC Open 2026, Aldila Jadi Unggulan Kedua
Jangan Abaikan Pencernaan Anak, Dokter Ungkap Dampaknya terhadap Pertumbuhan dan Imunitas
DPK Tembus Rp47,9 Triliun! Kepercayaan Pengusaha ke CIMB Niaga Makin Kuat
TAGGED:FIFAVuvuzela
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article 16 Tahun Setelah 2010, Meksiko dan Afrika Selatan Kembali Bertemu di Laga Pembuka
Next Article Son Bungkam Ceko? Korsel Bidik Start Sempurna di Piala Dunia 2026
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi, Pemerintah Siapkan Keppres Pemberhentian

BRIvolution Berbuah Manis! Transformasi BRI Diakui Masuk Daftar Bank Terbesar Dunia

Proyek Gas Raksasa North Hub Siap Tembus 1.000 MMSCFD dan Buka 8.000 Lowongan

Mensesneg: Prabowo Terima Pengunduran Diri Perry Warjiyo Sesuai Mekanisme Undang-Undang

Destry Damayanti Resmi Jadi Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia Usai Perry Warjiyo Mundur

Kepala Staf Kepresidenan, Minta Kasus Pengeroyokan Terduga Pencuri Ayam di Tabanan Diusut Tuntas

Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Istana Sampaikan Penghargaan atas Dedikasi 7 Tahun

Bahlil Proaktif Dorong TransJakarta Pakai Hidrogen demi Kemandirian Energi

Korlantas Tegaskan Denda Ban Gundul Rp250 Ribu Bukan Aturan Baru, Informasi Viral Dipastikan Hoaks

Tak Sekadar Sepak Bola, Piala Presiden 2026 Buka Peluang Bisnis bagi 100 UMKM

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Menlu Iran Ancam Tindak Lanjut Serangan Ukraina terhadap Kapal Dagang di Laut Kaspia

1 day ago
Olahraga

Timnas Indonesia Vs Kamboja: Herdman Prioritaskan Identitas Permainan daripada Sekadar Tiga Poin

2 days ago
Olahraga

Comeback Emosional Anthony Joshua, Menang KO Usai Bangkit dari Dua Knockdown

2 days ago
Internasional

Pemerintah Rusia Tahan Ekspor Bensin Sampai Akhir Tahun demi Stabilkan Pasokan Dalam Negeri

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index