PHILADELPHIA — Saat perhatian tertuju pada nama-nama besar Jerman, sosok Deniz Undav justru tampil sebagai pahlawan yang membawa Der Panzer melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Striker berusia 23 tahun itu mencetak dua gol saat Jerman bangkit mengalahkan Pantai Gading 2-1 dalam laga Grup F di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (20/6/2026).
Kemenangan tersebut memastikan Jerman menjadi salah satu tim pertama yang mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun yang paling mencuri perhatian adalah peran Undav, pemain yang sebelum turnamen tidak banyak dijagokan menjadi bintang utama skuad asuhan Julian Nagelsmann.
Jerman sempat dikejutkan oleh Pantai Gading yang unggul lebih dulu melalui Frank Kessie pada menit ke-30. Wakil Afrika itu tampil agresif dan membuat lini belakang Jerman beberapa kali berada dalam tekanan.
Di babak kedua, Undav, penyerang yang memiliki darah Kurdi dan lahir di Jerman itu menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Gol tersebut mengubah momentum pertandingan dan mengembalikan kepercayaan diri Der Panzer.
Undav menjadi pahlawan ketika di menit ke-90, ia mencetak gol kemenangan melalui penyelesaian klinis di dalam kotak penalti yang membuat Jerman berbalik unggul 2-1. Skor tersebut bertahan hingga laga usai.
Penampilan gemilang itu melanjutkan performa impresif Undav yang mulai menjadi andalan baru lini depan Jerman. Dalam dua pertandingan pertama Piala Dunia 2026, ia sudah mengoleksi tiga gol dan menjelma sebagai salah satu penyerang paling efektif di turnamen.
Usai pertandingan, pelatih Julian Nagelsmann memuji kontribusi pemainnya yang mampu memanfaatkan kesempatan di panggung terbesar sepak bola dunia. “Deniz selalu menunjukkan kualitasnya. Dia bekerja keras untuk tim dan tahu bagaimana berada di posisi yang tepat saat peluang datang,” ujar Nagelsmann.
Undav sendiri mengaku menikmati setiap momen bersama tim nasional Jerman. “Saya hanya mencoba membantu tim. Ketika kesempatan datang, tugas saya adalah mencetak gol,” katanya.
Kisah Undav menjadi salah satu cerita menarik Piala Dunia tahun ini. Beberapa tahun lalu ia masih berjuang di kasta bawah sepak bola Eropa. Kini, pemain yang sempat membela Brighton dan kemudian bersinar bersama Stuttgart itu menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan Jerman.
Kemenangan atas Pantai Gading membuat Jerman memimpin Grup F dan memastikan tempat di fase gugur. Di tengah sorotan terhadap pemain-pemain bintang Der Panzer, justru Deniz Undav yang tampil sebagai senjata tersembunyi dan membawa Jerman kembali menunjukkan statusnya sebagai kandidat kuat juara dunia.