By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

Pildun 2026Terkini

Argentina Tanpa Messi? Jawabannya Mulai Terlihat dan Bikin Suporter Was-was

Nicholas
By
Nicholas
2 hours ago
Share
3 Min Read
Ekspresi Lionel Messi usai mencetak gol pertama Argentina ke gawang Austria di laga kedua Grup J di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026). Dua gol Messi di pertandingan itu membuat dirinya telah mengukir 18 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya. (Foto, dok/www.fifa.com)
SHARE

ARLINGTON – Lionel Messi kembali membuktikan bahwa dirinya masih menjadi jantung permainan Argentina di Piala Dunia 2026. Dua gol yang dicetak sang kapten saat mengalahkan Austria 2-0 di Dallas Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, Senin (22/6/2026), tidak hanya membawa juara bertahan lolos ke babak 32 besar, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar: apa jadinya Argentina tanpa Messi?

Di usia 38 tahun, Messi masih menjadi pembeda. Setelah mencetak hattrick saat mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka, bintang Inter Miami itu kembali tampil menentukan dengan memborong seluruh gol kemenangan Argentina atas Austria.

Gol pertama lahir pada menit ke-38 setelah menerima umpan Facundo Medina yang dibiarkan mengalir oleh Thiago Almada. Gol kedua tercipta pada masa injury time ketika Messi memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper Austria, Alexander Schlager.

Tambahan dua gol tersebut membuat Messi mencetak 18 gol di Piala Dunia sepanjang kariernya, memecahkan rekor legenda Jerman Miroslav Klose dan sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia putra maupun putri FIFA.

Namun di balik rekor tersebut, muncul kenyataan yang sulit dibantah. Argentina masih sangat bergantung kepada Messi.

Sepanjang pertandingan melawan Austria asuhan Ralf Rangnick, Argentina memang mendominasi penguasaan bola. Namun peluang-peluang terbaik tetap lahir melalui kaki Messi. Bahkan ketika sang megabintang gagal mengeksekusi penalti pada menit kesembilan, Argentina tetap kesulitan membongkar pertahanan Austria hingga Messi memecah kebuntuan.

Ketergantungan itu sebenarnya sudah terlihat sejak laga pertama. Gelandang Argentina Alexis Mac Allister bahkan secara terbuka mengakui pengaruh besar sang kapten.

“Jika ada yang berpikir tim ini lebih baik tanpa Leo, hari ini menjadi jelas bahwa Leo adalah yang paling penting dari semuanya,” kata Mac Allister usai kemenangan atas Aljazair.

Fakta tersebut menjadi kabar baik sekaligus tantangan bagi pelatih Lionel Scaloni. Selama Messi masih berada di lapangan, Argentina memiliki senjata yang mampu mengubah jalannya pertandingan dalam satu momen. Namun di sisi lain, Piala Dunia 2026 kemungkinan menjadi turnamen terakhir sang legenda.

Baca Juga :

Pemerintah Siapkan 10 Universitas Baru dan Ribuan Sekolah Modern
Cara Menghindari Pergaulan Bebas dan Perbuatan Zina pada Remaja

Messi sendiri memilih menikmati setiap momen yang tersisa.

“Saya sangat senang dengan kemenangan ini, terutama karena ini kemenangan yang sangat penting, diperjuangkan dengan keras dan pantas kami dapatkan,” ujar Messi kepada Telemundo.

“Ini Piala Dunia. Pertandingannya sangat seimbang dan sangat intens. Kami senang sudah mengumpulkan enam poin dan memastikan lolos.”

Untuk saat ini, Argentina boleh tenang karena Messi masih ada. Namun kemenangan di Arlington sekaligus menjadi pengingat bahwa mencari penerus pemain terbaik sepanjang masa itu mungkin menjadi pekerjaan terbesar Argentina setelah Piala Dunia 2026 berakhir.

You Might Also Like

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan
Dramatis! Aljazair Paksa Yordania Angkat Koper Lebih Cepat
Haaland Menggila, Viking Norwegia Meluncur Mulus ke Fase Gugur
Tak Cuma Mbappe! Trio Maut Prancis Kirim Sinyal Bahaya ke Semua Rival
Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
TAGGED:ArgentinaAustriaLionel Messipiala dunia 2026
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat
Next Article Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Belgia Terancam Pulang Lagi, Iran Bikin Kejutan! Grup G Piala Dunia Makin Brutal

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Cape Verde Tinggal Selangkah Ukir Sejarah ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Mo Salah Antar Mesir Puncaki Grup! Selangkah Lagi ke Babak Gugur Piala Dunia

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Yamal Akhirnya Membara! Spanyol Tenggelamkan Arab Saudi 4-0

1 day ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index