INVERSI.ID – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah membangun 10 universitas baru sebagai bagian dari strategi memperkuat kualitas pendidikan tinggi nasional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat.
Menurut Prabowo, pembangunan universitas baru ini diarahkan untuk menghadirkan kampus berstandar internasional di Indonesia melalui kerja sama dengan perguruan tinggi ternama dari berbagai negara.
Rencana Pembangunan Universitas Baru
Prabowo menjelaskan pemerintah tengah menjajaki kolaborasi dengan sejumlah universitas terkemuka di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara. Kerja sama tersebut mencakup skema kemitraan kembar guna meningkatkan mutu akademik dan tata kelola pendidikan tinggi di dalam negeri.
“Saya juga membangun 10 universitas baru dan sedang berdiskusi serta bernegosiasi dengan universitas-universitas terbaik di Eropa, Inggris, dan Amerika Utara untuk melakukan kerja sama kembar dan menghasilkan universitas berstandar internasional di dalam negeri,” kata Prabowo.
Langkah ini dinilai sebagai upaya mempercepat transformasi pendidikan tinggi agar mampu bersaing di tingkat global.
Modernisasi Sekolah dan Pembangunan Asrama
Selain fokus pada pendidikan tinggi, Presiden menyampaikan pemerintah juga menaruh perhatian besar pada penguatan pendidikan dasar dan menengah. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan modernisasi dan renovasi sekitar 60.000 sekolah serta pembangunan 1.000 sekolah terpadu komprehensif yang dilengkapi fasilitas dan laboratorium modern.
Prabowo juga mengungkapkan pembangunan sekolah asrama yang diperuntukkan bagi masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah. Hingga kini, lebih dari 160 sekolah asrama telah dibangun dengan target keseluruhan mencapai 500 sekolah.
Pembangunan sekolah asrama tersebut bertujuan memperluas akses pendidikan yang setara sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi, khususnya bagi anak-anak dari keluarga petani miskin, pemulung, pedagang kaki lima, hingga buruh harian.
Komitmen Pemerintah Memutus Kemiskinan
Presiden menegaskan tekad pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan pendidikan yang adil tanpa memandang latar belakang ekonomi.
“Saya bertekad memutus lingkaran itu. Saya bertekad bahwa anak dari yang termiskin tidak boleh tetap miskin. Mereka harus diberi kesempatan yang sama,” kata Presiden.
Selain sekolah asrama, pemerintah juga menyiapkan 500 pusat keunggulan nonasrama untuk mendorong potensi peserta didik berprestasi, termasuk pengembangan sekolah asrama baru bagi anak-anak berbakat secara akademis.
“Dan itulah sebabnya saya telah membangun 166 dan akan membangun total 500 sekolah asrama ini dan 500 lainnya, bukan sekolah asrama, tetapi pusat-pusat keunggulan untuk mendorong anak-anak lain yang lebih cemerlang. Selain itu, saya juga telah memulai 20 sekolah asrama baru bagi anak-anak berbakat secara akademis,” ucap Presiden.