INGLEWOOD – Timnas Turki menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan kepala tegak. Meski sudah dipastikan tersingkir dari Grup D, Turki sukses mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat (AS) 3-2 dalam laga terakhir fase grup di Los Angeles Stadium, Inglewood, California, AS, Kamis (25/6/2026) waktu setempat.
Kemenangan dramatis itu ditentukan oleh gol Kaan Ayhan pada masa injury time, sekaligus memberikan kekalahan pertama bagi Amerika Serikat di turnamen ini.
AS sebenarnya sudah memastikan diri sebagai juara Grup D sebelum pertandingan dimulai. Pelatih Mauricio Pochettino melakukan sembilan pergantian pemain karena timnya sudah mengalihkan fokus ke babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina.
Sebaliknya, Turki yang telah tersingkir setelah kalah dari Paraguay dan Australia hanya memiliki satu misi, yakni mengembalikan harga diri.
Amerika membuka keunggulan sangat cepat. Baru berjalan kurang dari tiga menit, bek Auston Trusty mencetak gol internasional pertamanya setelah memanfaatkan sepak pojok. Gol tersebut menjadi gol tercepat kedua Amerika Serikat sepanjang sejarah Piala Dunia.
Namun Turki tidak menyerah. Setelah gagal mencetak gol dalam 62 percobaan pada dua pertandingan sebelumnya, penantian itu akhirnya berakhir melalui bintang muda Arda Guler.
Penyerang Real Madrid itu mengecoh Mark McKenzie sebelum menerima umpan silang Baris Alper Yilmaz dan melepaskan tendangan keras yang menaklukkan Matt Turner pada menit ke-10.
Pertandingan kemudian berlangsung sengit. Bahkan sempat memanas ketika bangku cadangan Turki masuk ke lapangan memprotes pelanggaran keras Sebastian Berhalter, yang akhirnya diganjar kartu kuning.
Amerika sempat mencetak gol kedua melalui McKenzie, namun dianulir karena offside.
Justru Turki yang berbalik unggul pada menit ke-31. Arda Guler melihat pergerakan Eren Elmali di sisi kiri. Umpan tarik Elmali disambut Baris Alper Yilmaz yang sukses mengubah skor menjadi 2-1.
Memasuki babak kedua, Amerika kembali menyamakan kedudukan lewat tendangan rendah Sebastian Berhalter pada menit ke-49 setelah memanfaatkan bola muntah hasil lemparan jauh McKenzie.
Menjelang satu jam pertandingan, Pochettino memasukkan Christian Pulisic, yang dijuluki “Captain America”, setelah sebelumnya absen karena cedera. Kehadirannya langsung menghidupkan permainan AS, bahkan satu tembakannya sempat membentur tiang gawang.
Namun ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Turki memberikan pukulan terakhir. Pada masa injury time, Kaan Ayhan mencetak gol kemenangan dari jarak dekat dan membungkam publik tuan rumah.
Gol tersebut disambut selebrasi meriah para pemain Turki yang akhirnya menutup turnamen dengan kemenangan prestisius atas juara grup.
Meski gagal melangkah ke babak gugur, kemenangan atas Amerika Serikat menjadi penawar kekecewaan sekaligus bukti bahwa Turki tetap mampu meninggalkan Piala Dunia 2026 dengan kehormatan. Sementara itu, para pemain Amerika Serikat berkumpul membentuk lingkaran usai laga, bertekad menjadikan kekalahan tersebut sebagai pelajaran sebelum memasuki fase gugur.