By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

EkonomiTerkini

Kontrak Batu Bara 134 Juta Ton Sudah Aman, Kok PLN Malah Kekurangan? Bahlil Gandeng APH

Nicholas
By
Nicholas
15 seconds ago
Share
3 Min Read
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di depan Rapat Kerja Bersama Komisi XII DPR mengungkapkan kejanggalan pengelolaan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) yang dilaporkan menipis lebih cepat dari jadwal. (Foto, dok/Kementerian ESDM)
SHARE

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mempertanyakan kejanggalan pengelolaan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) setelah stok pembangkit dilaporkan menipis bahkan sebelum memasuki semester II 2026.

Keheranan itu muncul lantaran pemerintah mengklaim telah mengamankan sebagian besar kebutuhan batu bara PLN melalui skema penugasan dan kontrak jangka panjang.

Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Bahlil menjelaskan kebutuhan batu bara PLN sepanjang 2026 mencapai 154 juta metrik ton. Dari jumlah tersebut, pemerintah telah memberikan penugasan kepada perusahaan tambang hingga sekitar 190 juta ton, sementara kontrak yang sudah diteken mencapai 134 juta ton. Artinya, kebutuhan yang belum terkontrak tinggal sekitar 20 juta ton.

“Artinya, dari total kebutuhan PLN 154 juta ton, yang sudah dikontrak 134 juta ton. Berarti tinggal kurang sekitar 20 juta ton yang belum dikontrakkan,” ujar Bahlil.

Dengan kondisi tersebut, Bahlil mengaku heran mengapa pasokan batu bara di sejumlah pembangkit justru dilaporkan mengalami tekanan lebih cepat dari perkiraan.

Ia menegaskan persoalan ini bukan semata-mata menyangkut ketersediaan batu bara nasional, melainkan perlu ditelusuri hingga ke tata kelola pengadaan dan distribusi di internal PLN.

“Batu bara tidak langka. Yang harus kita lihat adalah bagaimana manajemen logistiknya,” tegasnya.

Sebagai langkah perbaikan, Kementerian ESDM membentuk tim pengawasan pengadaan batu bara yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba), serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Menurut Bahlil, pembentukan tim tersebut bertujuan memastikan seluruh proses pengadaan berjalan transparan sekaligus menutup celah penyimpangan dalam rantai pasok energi primer.

Baca Juga :

Ketua MPR RI Ahmad Muzani Ajak Anak Muda Jadi Peternak Modern
DPR akan Panggil Menkominfo dan BSSN Terkait PDN

“Ini agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain,” kata Bahlil.

Ia juga menyampaikan akan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) apabila dalam proses evaluasi ditemukan indikasi pelanggaran atau penyimpangan dalam tata kelola pengadaan batu bara.

Di sisi lain, Bahlil mengakui PLN menghadapi tantangan memperoleh batu bara berkalori menengah karena harga jual kepada PLN masih mengacu pada skema Domestic Market Obligation (DMO) yang lebih rendah dibanding harga pasar. Kondisi tersebut membuat pasokan batu bara dengan spesifikasi yang dibutuhkan pembangkit menjadi lebih terbatas.

Langkah audit menyeluruh ini diharapkan mampu mengurai persoalan dari hulu hingga hilir sehingga pasokan energi primer bagi pembangkit listrik tetap terjaga dan pelayanan listrik kepada masyarakat tidak kembali terganggu.

You Might Also Like

Swiss Paksa Kanada Terusir dari Rumah Sendiri di 32 Besar
Bangkit Dua Kali, Maroko Nyaman ke 32 Besar
Polisi Bongkar Fakta Penangkapan Tersangka Penyekapan YTR yang Sempat Viral
Dulu Numpang Listrik Saudara, Kini Rumah Markamah Terang Berkat Bantuan Gratis Bahlil
Afsel Tumbangkan Korsel untuk Cetak Sejarah ke Babak Knock Out
TAGGED:Bahlil LahadaliaBatu baraMenteri ESDMPLN
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Swiss Paksa Kanada Terusir dari Rumah Sendiri di 32 Besar
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Hadapi Ancaman El Nino, Pemerintah Klaim Cadangan Beras Indonesia Aman Hingga Tahun Depan

Royalti Jumbo dari Timah, Bangka Belitung Kebagian Rp 425 Miliar Atas Kontribusi Untuk Negara

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

Bahlil Gelontorkan Rp10 Triliun! Ribuan Desa Siap Keluar dari Gelap

Program BPBL Bahlil Terangi 220 Ribu Rumah, Listrik Gratis Tembus Pelosok

Bahlil Bongkar Faktanya! 87% Batu Bara PLN Sudah Aman, Tak Perlu Panik

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pildun 2026Terkini

Sapu Bersih Grup A! Meksiko Melaju Sempurna untuk Jadi Tuan Rumah di 32 Besar

1 day ago
Pildun 2026Terkini

Bosnia Jaga Asa Tipis Usai Singkirkan Qatar di Seattle

1 day ago
Internasional

Dmitry Peskov Sebut Nuklir Satu-satunya Faktor yang Menahan Perang Global

2 days ago
Pildun 2026Terkini

Heboh di Tim Senegal! Bonus Belum Cair, Kontrak Pelatih Bermasalah & Terancam Tersingkir

2 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index