By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak

Terkini

Sepanjang 2026, Komnas Perempuan Terima 1.833 Pengaduan, DKI Jakarta Paling Banyak

Jack
By
Jack
13 hours ago
Share
3 Min Read
Paparan yang disampaikan oleh Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII. (Foto: Antara)
SHARE

INVERSI.ID – Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat DKI Jakarta dan Jawa Barat menjadi dua provinsi dengan jumlah pengaduan kekerasan terhadap perempuan terbanyak sepanjang Januari hingga 30 Juni 2026.

Data tersebut disampaikan Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XIII DPR RI di Jakarta, Kamis (16/7).

“Data per 30 Juni 2026, asal pengaduan terbanyak adalah dari DKI Jakarta dengan 561 kasus, kemudian Jawa Barat 457 kasus,” kata Ketua Komnas Perempuan Maria Ulfah Anshor saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XIII di Jakarta, Kamis (16/7).

Setelah DKI Jakarta dan Jawa Barat, jumlah pengaduan terbanyak berasal dari Jawa Timur dengan 115 kasus. Sementara Banten dan Jawa Tengah masing-masing mencatat 109 laporan.

Komnas Perempuan menerima laporan masyarakat melalui berbagai saluran pengaduan, mulai dari platform digital Bitly, email, WhatsApp, media sosial, telepon, surat, hingga layanan tatap muka secara langsung.

“Dengan kanal digital mendominasi pelaporan,” kata dia.

Hingga pertengahan tahun 2026, Komnas Perempuan telah menerima total 1.833 pengaduan atau rata-rata sekitar 10 laporan setiap hari.

Dari keseluruhan laporan tersebut, sebanyak 1.279 kasus memenuhi syarat untuk ditindaklanjuti. Sementara 554 pengaduan tidak dapat diproses lebih lanjut karena berbagai alasan, seperti kronologi yang belum lengkap, pelapor mencabut laporan, korban tidak bersedia melanjutkan proses, atau tidak dapat dihubungi kembali.

“Dan 554 kasus tidak dapat dilanjutkan, karena misalnya kronologi tidak lengkap, kemudian korban tidak bersedia untuk melanjutkan atau mencabut laporannya, atau korban tidak dapat dihubungi kembali ini,” kata Maria Ulfah Anshor.

Baca Juga :

Profil dan Biodata Rio Waida, Peselancar Indonesia Kunci Tempat di Olimpiade Paris 2024
Geopolitik Memanas, DPR Tegaskan Peran Penting BUMN untuk Penguatan Ekspor

Komnas Perempuan juga mencatat dari 1.279 kasus yang dapat diproses, sebanyak 641 kasus telah mendapatkan penanganan atau penyikapan sesuai mekanisme yang berlaku.

Berdasarkan klasifikasi kekerasan berbasis gender, kasus yang paling banyak terjadi berada di ranah personal dengan total 520 kasus. Kategori ini mencakup kekerasan terhadap istri, kekerasan dalam hubungan pacaran, kekerasan yang dilakukan mantan pasangan, serta berbagai bentuk kekerasan dalam relasi personal lainnya.

Selain itu, terdapat 320 kasus yang terjadi di ranah publik. Dari jumlah tersebut, kekerasan berbasis siber atau cyber menjadi yang paling dominan dengan 232 kasus.

“Kemudian ada sebanyak 320 kasus di ranah publik karena kejadiannya di ranah ranah publik. Yang melalui cyber ada 232 kasus, di tempat kerja 31 kasus, kemudian di tempat tinggal ada 31 kasus, dan lainnya sebanyak 29 kasus,” kata Maria Ulfah Anshor.

Komnas Perempuan juga mencatat adanya kasus kekerasan di ranah negara, yakni ketika pelaku merupakan aparat negara atau peristiwa terjadi di lingkungan institusi pemerintah.

Dalam kategori tersebut, terdapat 22 kasus yang melibatkan perempuan berhadapan dengan hukum (PBH), serta empat kasus lainnya yang masuk dalam kategori berbeda.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa kekerasan terhadap perempuan masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Komnas Perempuan pun terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan berbagai kanal pengaduan yang tersedia agar korban memperoleh perlindungan dan pendampingan secara optimal.

You Might Also Like

Asap Ancam Ganggu Final Piala Dunia 2026
Antrean BBM Di Sumut Mulai Diurai! ESDM Tambah Armada Truk Tangki Distribusi
Juara Piala Dunia 2026 Kantongi Rp895 Miliar, FIFA Pecahkan Rekor Hadiah Terbesar
Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung
Sambut HUT ke-500 Jakarta, Pemprov Siapkan Perayaan Lintas Agama dan Budaya
TAGGED:JakartaKomnas Perempuan
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Priska Nugroho Melaju ke Semifinal Enka Open 2026 Usai Tumbangkan Unggulan Keempat
Next Article Jangan Rugikan Tanah Adat! Bahlil Pastikan Warga Blok Masela Dapat Skema Ganti Untung
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.980 per Dolar AS, Inflasi AS Jadi Sentimen Positif

IHSG Masih Tertekan, Kenaikan Harga Minyak Hingga Utang Luar Negeri Jadi Sorotan

ASN Disorot DPR! PR Besar Kementerian PANRB Tingkatkan Kinerja Birokrasi

Listrik Warga Jadi Prioritas! Revisi RKAB Batu Bara Utamakan Pasokan PLN

Urusan Batu Bara Murni Bisnis PLN, Kenapa Oposisi Sibuk Serang Menteri ESDM?

Pecah Telur! Blok Masela Resmi Dimulai, Proyek Raksasa Gas Akhirnya Bergerak

Bahlil Selamatkan Harga Sawit, Petani Bisa Lega!

Gaikindo Ketok Palu! B50 Dipastikan Aman, Mesin Diesel Tak Perlu Khawatir

BBM Nelayan Rp15 Ribu Disahkan! Jurus Bahlil Lindungi Dompet Tanpa Sentuh APBN

Jakarta Darurat Judol. Ribuan Warga Pilih Jalan Spekulasi demi Bertahan Hidup

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Terkini

Bergabung dengan WAICO, Indonesia Siap Ambil Peran Strategis di Era Kecerdasan Buatan

13 hours ago
Internasional

Militer Iran Luncurkan Serangan Drone ke Pangkalan Sakhir Bahrain, Ketegangan Memanas

13 hours ago
Terkini

Antusiasme Tinggi, Lebih dari 725 Ribu Lokasi Ikuti Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat

13 hours ago
Internasional

AS Gempur Bandara Iranshahr, Infrastruktur Listrik Iran Lumpuh dan Warga Terluka

14 hours ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index