ZURICH – FIFA kembali mencetak sejarah dengan menyiapkan hadiah terbesar sepanjang penyelenggaraan Piala Dunia. Pada Piala Dunia FIFA 2026, tim yang berhasil keluar sebagai juara akan membawa pulang hadiah sebesar US$50 juta atau sekitar Rp895 miliar (kurs Rp17.900 per dolar AS).
Informasi tersebut disampaikan dalam laporan yang dikutip The Athletic, Jumat (17/7/2026). Total dana hadiah yang disiapkan FIFA mencapai US$655 juta, meningkat sekitar 50 persen dibandingkan total hadiah Piala Dunia 2022 di Qatar.
Kenaikan nilai hadiah ini sejalan dengan format baru Piala Dunia 2026 yang untuk pertama kalinya diikuti 48 negara peserta. FIFA juga memperbesar distribusi hadiah bagi seluruh tim sesuai dengan pencapaian mereka di setiap fase turnamen.
Dalam skema terbaru tersebut, tim yang menjadi runner-up akan memperoleh US$33 juta (Rp590 miliar), sedangkan pemenang perebutan tempat ketiga berhak atas US$29 juta (Rp519 miliar). Tim yang finis di posisi keempat tetap membawa pulang hadiah sebesar US$27 juta (Rp483 miliar).
Sementara itu, empat tim yang tersingkir di babak perempat final, yakni Maroko, Belgia, Norwegia, dan Swiss, masing-masing menerima US$19 juta (Rp340 miliar). Delapan tim yang gugur di babak 16 besar memperoleh US$15 juta (Rp268 miliar) per negara.
Bagi 16 tim yang terhenti pada babak 32 besar, FIFA mengalokasikan hadiah sebesar US$11 juta (Rp196 miliar)untuk setiap tim . Bahkan seluruh negara yang lolos ke putaran final dijamin menerima minimal US$10,5 juta (Rp187 miliar). Jumlah tersebut terdiri atas US$9 juta bagi tim yang hanya tampil di fase grup serta tambahan US$1,5 juta sebagai dana persiapan mengikuti turnamen.
Besarnya hadiah ini menjadi bagian dari proyeksi pendapatan FIFA yang juga mencetak rekor baru. Dengan bertambahnya jumlah peserta dan pertandingan, federasi sepak bola dunia tersebut memperkirakan Piala Dunia 2026 akan menghasilkan pendapatan lebih dari US$10 miliar (Rp179 trilyun)!.
Dari total pemasukan tersebut, sekitar 6,5 persen dialokasikan sebagai dana hadiah bagi seluruh peserta. Kebijakan ini menunjukkan komitmen FIFA untuk meningkatkan apresiasi terhadap prestasi tim nasional sekaligus menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai edisi paling bernilai dalam sejarah sepak bola dunia.