NEW YORK – Final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Argentina dan Spanyol pada Minggu (19/7/2026) di MetLife Stadium, New Jersey, diharapkan berlangsung tanpa hambatan nonteknis. Setelah turnamen diwarnai cuaca panas ekstrem, kini perhatian beralih pada ancaman asap kebakaran hutan dari Kanada yang menyelimuti sejumlah wilayah di Amerika Utara.
Laporan Sports Illustrated pada Kamis (16/7/2026) menyebutkan asap dari kebakaran hutan di Ontario Barat Laut, Kanada, telah menurunkan kualitas udara di sejumlah kota besar, seperti New York City, Toronto, Detroit, Minneapolis, dan Chicago. Data IQAir bahkan menempatkan New York sebagai kota dengan kualitas udara terburuk ke-10 di dunia pada hari itu.
Kondisi tersebut memengaruhi sejumlah agenda sepak bola. FIFA FanFest di Toronto terpaksa ditutup karena kualitas udara yang memburuk. Sementara pertandingan National Women’s Soccer League (NWSL) antara Gotham FC melawan Washington Spirit di Yankee Stadium, New York, harus menerapkan jeda hidrasi setiap 15 menit demi menjaga kondisi para pemain.
Gelandang tim nasional putri Amerika Serikat, Trinity Rodman, mengakui kualitas udara menjadi tantangan tersendiri selama pertandingan.
“Kualitas udaranya benar-benar buruk. Bukan bermaksud mencari alasan, tetapi saya rasa pemain dari kedua tim sama-sama berpikir, ‘istirahat lagi, istirahat lagi, istirahat lagi’,” ujar Trinity Rodman kepada The Athletic.
Rodman bahkan menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi pertimbangan serius bagi penyelenggara pertandingan. “Kalau kami harus mengambil jeda hidrasi setiap 15 menit, seharusnya pertandingan itu tidak perlu dimainkan,” katanya.
Meski demikian, kabar baik datang menjelang partai puncak. Prakiraan cuaca menunjukkan hujan diperkirakan turun pada Jumat dan Sabtu di kawasan metropolitan New York, sehingga diharapkan dapat membantu mengurangi konsentrasi asap sebelum laga final digelar. Namun, perubahan arah angin dan kondisi hutan yang masih kering membuat situasi tetap dinamis.
Hingga kini, FIFA belum mengumumkan rencana penundaan pertandingan final akibat kualitas udara. Persiapan Spanyol bahkan tetap berjalan normal meski sesi latihan dilakukan di tengah kabut asap.
Harapan besar kini tertuju pada cuaca yang lebih bersahabat agar laga puncak antara Argentina dan Spanyol benar-benar ditentukan oleh kualitas permainan di lapangan, bukan oleh faktor nonteknis seperti panas ekstrem maupun polusi asap. Final ideal tentu menjadi penutup sempurna bagi pesta sepak bola terbesar di dunia.