INVERSI.ID – Jumlah kasus campak di Amerika Serikat terus mengalami lonjakan sepanjang 2026. Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menunjukkan angka kasus kini telah menembus 2.300, melampaui total kasus yang tercatat sepanjang tahun 2025.
Laporan yang dirilis CDC pada Jumat mengungkapkan bahwa penyebaran campak masih menjadi perhatian serius otoritas kesehatan di Negeri Paman Sam. Sebelumnya, pada 5 Juni lalu, lembaga tersebut juga mengonfirmasi bahwa Amerika Serikat mencatat lebih dari 2.000 kasus campak selama dua tahun berturut-turut. Sepanjang 2025, total kasus terkonfirmasi mencapai 2.289.
“Per 23 Juli 2026, sebanyak 2.318 kasus campak terkonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat sepanjang tahun 2026. Dari jumlah tersebut, 2.302 kasus dilaporkan oleh 45 wilayah hukum, sementara 16 kasus lainnya ditemukan pada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Amerika Serikat,” ungkap pihak CDC.
Berdasarkan data tersebut, sebagian besar kasus berasal dari penularan yang terjadi dalam sejumlah klaster wabah. CDC mencatat sebanyak 2.153 kasus berkaitan dengan 35 gelombang wabah yang telah terjadi di berbagai wilayah Amerika Serikat sepanjang tahun ini.
“CDC menambahkan, dari total 2.318 kasus tersebut, sebanyak 2.153 di antaranya terkait dengan 35 gelombang wabah yang tercatat di seluruh wilayah AS sejauh ini.”
Campak sebenarnya pernah dinyatakan berhasil dieliminasi di Amerika Serikat pada tahun 2000. Keberhasilan tersebut dicapai melalui cakupan vaksinasi yang tinggi sehingga mampu memutus rantai penularan di dalam negeri.
Namun, meningkatnya penyebaran campak di berbagai negara dalam beberapa tahun terakhir kembali memicu risiko penularan. Warga yang belum mendapatkan vaksin menjadi kelompok paling rentan terinfeksi, terutama akibat kasus impor yang dibawa oleh pelaku perjalanan dari luar negeri.
Lonjakan kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya vaksinasi sebagai langkah utama untuk mencegah penyebaran campak dan melindungi masyarakat dari wabah yang lebih luas.