INVERSI.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengingatkan para orang tua agar lebih bijak mengawasi penggunaan gawai pada anak. Menurutnya, kebiasaan bermain gadget dalam waktu yang terlalu lama berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius, termasuk meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan gagal ginjal di usia muda.
Dedi yang akrab disapa KDM menilai tingginya durasi screen time membuat anak-anak semakin jarang melakukan aktivitas fisik. Kondisi tersebut menyebabkan energi yang berasal dari makanan tidak dimanfaatkan secara optimal karena tubuh kurang bergerak.
Akibatnya, nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tidak diolah menjadi energi, melainkan menumpuk dan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan di kemudian hari.
“Ancaman masa depan bukan hanya kekurangan gizi, tetapi nutrisi dan gizi yang tidak dikelola jadi energi,” ujar Dedi dalam keterangan di Bandung, Kamis (16/7).
Selain berdampak pada kesehatan fisik, Dedi juga menilai kecanduan gawai dapat memengaruhi kondisi psikologis anak. Minimnya aktivitas fisik disebut berpotensi meningkatkan tingkat emosi, membuat anak lebih mudah marah, serta memicu perilaku agresif.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau para orang tua untuk mulai membatasi waktu penggunaan gadget di rumah. Anak-anak juga didorong lebih banyak melakukan aktivitas di luar ruangan agar kemampuan motorik dan kebugaran tubuh tetap terjaga.
Di samping itu, Dedi meminta keluarga lebih memperhatikan pola makan anak dengan mengurangi konsumsi makanan maupun minuman instan yang mengandung kadar gula tinggi.
Menurutnya, upaya menjaga kesehatan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aktivitas fisik hingga pola konsumsi sehari-hari.
Tak hanya berfokus pada anak, Dedi menegaskan pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kualitas kesehatan masyarakat sejak masa kehamilan. Karena itu, Pemprov Jawa Barat tengah menyiapkan regulasi mengenai intervensi pemenuhan nutrisi bagi ibu hamil.
Melalui aturan tersebut, pemerintah ingin memastikan ibu hamil mendapatkan akses terhadap makanan bergizi demi mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin.
“Ketika yang hamilnya bermasalah maka dia boleh ke toko, minimarket atau ke manapun untuk mengambil makanan yang dikonsumsi selama hamil. Ini sedang kita rumuskan karena tanggung jawab negara,” ucap Dedi.
Ia menambahkan bahwa negara memiliki kewajiban untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari ketersediaan pangan bergizi, air minum yang layak, hingga kualitas udara yang sehat.
“Seluruhnya negara harus bertanggungjawab terhadap itu. Memperhatikan aspek material manusia perkembangannya dalam setiap waktu,” ucapnya menambahkan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Pemprov Jawa Barat berharap kualitas kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh dewasa, sehingga risiko penyakit kronis di masa depan dapat ditekan.