By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko

Kesehatan

Waspada Stroke Iskemik! Intervensi Vaskular Jadi Solusi Minim Sayatan untuk Kurangi Risiko

Jack
By
Jack
3 days ago
Share
4 Min Read
Ilustrasi serangan jantung. (Foto: Pixabay)
SHARE

INVERSI.ID – Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Kabar baiknya, kemajuan teknologi medis kini menghadirkan metode penanganan yang lebih minim risiko melalui intervensi vaskular. Prosedur ini dinilai mampu membantu mencegah stroke berulang, terutama pada pasien yang memiliki risiko tinggi atau pernah mengalami stroke ringan.

Dokter Spesialis Bedah Vaskular Eka Hospital Depok, Tom Christy Adriani, menjelaskan bahwa intervensi vaskular merupakan prosedur invasif minimal yang dilakukan tanpa operasi terbuka. Tindakan ini bertujuan membuka kembali pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau penyumbatan sehingga aliran darah menuju otak dapat kembali lancar.

Dengan membaiknya sirkulasi darah, risiko terjadinya stroke maupun stroke berulang dapat ditekan secara signifikan.

Menurut Tom, prosedur tersebut umumnya diterapkan pada pasien yang mengalami stroke iskemik, yaitu jenis stroke yang terjadi akibat tersumbatnya aliran darah menuju otak. Stroke iskemik menjadi tipe stroke yang paling sering ditemukan dan menyumbang sekitar 87 persen dari seluruh kasus stroke di dunia.

“Penyebab utamanya adalah penumpukan plak atau gumpalan darah yang menyumbat arteri di leher maupun pembuluh darah di dalam otak,” kata Tom dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.

Ia menjelaskan, pasien yang mengalami penyempitan arteri karotis lebih dari 60–70 persen sangat dianjurkan menjalani skrining vaskular untuk mengetahui tingkat penyumbatan sekaligus mempertimbangkan tindakan intervensi.

Selain itu, prosedur ini juga direkomendasikan bagi pasien yang memiliki riwayat transient ischemic attack (TIA) atau stroke ringan, penderita stroke iskemik berulang, maupun individu dengan diabetes, hipertensi kronis, dan kolesterol tinggi yang mulai menunjukkan gejala gangguan aliran darah ke otak.

Gejala tersebut dapat berupa pusing berputar, tubuh terasa lemas secara tiba-tiba, hingga gangguan bicara atau bicara menjadi pelo.

“Pencegahan stroke iskemik harus dilakukan secara cepat sebelum penyumbatan total merusak sel-sel otak secara permanen. Deteksi dini struktur pembuluh darah kepala Anda adalah perlindungan terbaik dari ancaman kelumpuhan,” ujarnya.

Baca Juga :

Resmi! Megawati Tetapkan Ganjar Pranowo Jadi Capres PDIP
PSSI Tunda Rilis Harga Tiket FIFA Matchday Indonesia vs Palestina pada 6 Juni

Cara Kerja Intervensi Vaskular

Tom menjelaskan, salah satu teknik yang digunakan adalah memasukkan kateter berukuran kecil melalui pembuluh darah di area pangkal paha atau pergelangan tangan menuju arteri karotis yang mengalami penyempitan.

Setelah kateter mencapai lokasi penyumbatan, dokter akan mengembangkan balon khusus untuk melebarkan pembuluh darah. Selanjutnya dipasang stent atau tabung jaring logam agar arteri tetap terbuka dan aliran darah menuju otak tetap lancar.

“Dengan aliran darah yang lebih lancar, risiko terjadinya stroke dapat berkurang,” ujarnya.

Selain pemasangan stent, terdapat pula prosedur mechanical thrombectomy yang digunakan pada pasien stroke iskemik akut akibat penyumbatan pembuluh darah besar di otak.

Melalui teknik ini, dokter memasukkan kateter dari pembuluh darah di pangkal paha atau pergelangan tangan, kemudian menggunakan alat khusus untuk menangkap sekaligus mengangkat gumpalan darah yang menjadi penyebab penyumbatan.

Prosedur tersebut umumnya dilakukan ketika pasien masih berada dalam periode emas penanganan stroke sehingga peluang pemulihan menjadi lebih tinggi dan risiko kecacatan permanen dapat ditekan.

Tom menambahkan, dibandingkan operasi bedah saraf konvensional, intervensi vaskular menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari tanpa sayatan besar, risiko komplikasi yang lebih rendah, hingga waktu pemulihan yang lebih singkat.

“Dibandingkan dengan operasi bedah saraf terbuka konvensional, teknik intervensi vaskular memiliki berbagai keunggulan klinis yakni tanpa sayatan besar, risiko rendah dan pemulihan cepat,” ujarnya.

Dengan deteksi dini serta penanganan yang tepat, intervensi vaskular menjadi salah satu inovasi medis yang memberikan harapan lebih besar bagi pasien untuk terhindar dari stroke berulang dan mempertahankan kualitas hidup mereka.

You Might Also Like

Seminggu Belum Padam! Ancaman Bahaya Kebakaran TPA Jatiwaringin Kian Meluas
Daftar 12 Obat Herbal Ilegal Temuan BPOM, Mengandung Bahan Kimia yang Berbahaya bagi Kesehatan
Sakit Kepala Terus-Menerus Bisa Jadi Tanda Tumor Otak, Dokter Ungkap Gejala yang Perlu Diwaspadai
Pengunjung Jakarta Fair 2026 Bisa Cek Kesehatan Gratis di Booth Kimia Farma Apotek
Psikolog Ungkap Penyebab Pelaku Taufik Hidayat Nekat Menyekap dan Menyiksa Korban
TAGGED:Serangan JantungStroke
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Asian Boxing U19 dan U23 2026: Enam Petinju Indonesia Hadapi Laga Penentuan
Next Article Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo

Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Kesehatan

Dokter Ungkap Gejala Stroke yang Sering Tak Disadari, Salah Satunya Vertigo Mendadak

3 weeks ago
Kesehatan

Dokter Ungkap Waktu Terbaik dan Manfaat Olahraga bagi Ibu Hamil

4 weeks ago
Kesehatan

IDAI: Polusi Udara Sebabkan 7 Juta Kematian Dini, Anak Jadi Kelompok Paling Rentan

1 month ago
KesehatanTerkini

Rupiah Melemah, Harga Obat Bakal Melambung: Ketahanan Kesehatan RI Diuji

1 month ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index