INVERSI.ID – Piala Presiden 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan antarklub sebagai ajang pemanasan sebelum kompetisi resmi dimulai. Turnamen pramusim bergengsi ini juga membawa dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan melibatkan sekitar 100 pelaku usaha lokal di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, serta Kota Surabaya, Jawa Timur.
Keterlibatan ratusan UMKM tersebut menjadi bagian dari upaya penyelenggara untuk memastikan manfaat ekonomi dari turnamen dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar lokasi pertandingan.
Ketua Panitia Pelaksana Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, menjelaskan bahwa proses seleksi UMKM pada tahun ini dilakukan lebih ketat dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar pelaku usaha yang terlibat benar-benar memiliki potensi berkembang sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung.
“UMKM dibagi menjadi tiga kategori, yaitu UMKM lokal yang sudah cukup dikenal, UMKM yang sedang naik kelas, dan UMKM baru yang sedang berkembang. Tiga kategori tersebut menjadi dasar kami dalam memilih UMKM yang terlibat,” kata Tsamara di Bandung, Sabtu.
Menurut Tsamara, sejak pertama kali digelar, Piala Presiden memang dirancang bukan hanya sebagai turnamen sepak bola, tetapi juga sebagai wadah yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan pelaku usaha lokal.
Karena itu, kehadiran UMKM di area pertandingan bukan sekadar pelengkap acara. Panitia ingin menjadikan para pelaku usaha sebagai bagian dari ekosistem turnamen sehingga mereka memperoleh kesempatan memperluas pasar sekaligus meningkatkan pendapatan selama kompetisi berlangsung.
Antusiasme masyarakat terhadap Piala Presiden 2026 juga dinilai sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari tiket pertandingan pembuka yang telah habis terjual bahkan sebelum laga dimulai.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan seluruh persiapan berjalan lancar. Kami sudah melakukan pengecekan. Antusiasme penonton luar biasa, tiket yang terjual sebanyak 24.000 lembar dan sudah habis terjual,” kata Tsamara.
Demi memastikan seluruh rangkaian pertandingan berjalan aman dan nyaman, panitia juga telah menyiapkan berbagai aspek pendukung, mulai dari operasional hingga sistem pengamanan di stadion.
Pengamanan turnamen melibatkan berbagai unsur, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah, petugas steward, hingga sejumlah pemangku kepentingan lainnya yang bekerja sama menjaga kelancaran pelaksanaan Piala Presiden 2026.
“Dari segi keamanan, kami mengucapkan terima kasih karena sangat dibantu oleh unsur keamanan sipil, steward, TNI, dan Polri. Pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan juga turut membantu,” ujarnya.
Dengan tingginya animo suporter dan keterlibatan pelaku UMKM lokal, Piala Presiden 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung persaingan klub-klub sepak bola terbaik, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di daerah penyelenggara.