JAKARTA – Transformasi yang dijalankan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui program BRIvolution Reignite terus menunjukkan hasil positif. Strategi tersebut menjadi salah satu fondasi yang mengantarkan BRI meraih pengakuan global dengan masuk dalam daftar Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker, menempati peringkat ke-132 dunia.
Capaian ini bukan sekadar menunjukkan posisi BRI dalam pemeringkatan internasional, tetapi juga menjadi bukti bahwa transformasi digital dan penguatan fundamental bisnis yang dilakukan perseroan berhasil meningkatkan daya saing di tengah perubahan industri perbankan yang semakin cepat.
Di era digital, kebutuhan nasabah terhadap layanan keuangan terus berkembang. Masyarakat kini menginginkan layanan yang mudah diakses, cepat, aman, dan terintegrasi dalam satu ekosistem. Menjawab tantangan tersebut, BRI menjalankan transformasi melalui BRIvolution Reignite, yang berfokus pada penguatan organisasi, digitalisasi proses bisnis, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta penciptaan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, pengakuan internasional tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi di seluruh lini bisnis. Menurutnya, BRIvolution Reignite menjadi langkah strategis untuk memperkuat fondasi perusahaan sekaligus meningkatkan kemampuan BRI dalam menghadapi dinamika industri keuangan global.
Keberhasilan transformasi tersebut juga tercermin dari kinerja keuangan yang tetap solid. Hingga akhir 2025, BRI membukukan Tier 1 Capital sebesar US$17,9 miliar, total aset mencapai US$127,2 miliar, serta laba sebelum pajak sebesar US$4,3 miliar. Kinerja inilah yang menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian Top 1000 World Banks.
Bagi BRI, masuknya dalam jajaran bank terbesar dunia menjadi lebih dari sekadar prestasi. Pengakuan tersebut merupakan validasi bahwa transformasi yang dijalankan mampu memperkuat daya saing perusahaan di tengah tuntutan digitalisasi yang semakin tinggi. Ke depan, BRI akan terus mempercepat inovasi digital dan memperkuat layanan keuangan yang inklusif agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mampu bersaing di tingkat global.