By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Reading: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda

Olahraga

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Memicu Tekanan Darah Tinggi di Usia Muda

Jack
By
Jack
10 months ago
Share
4 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Menjaga kesehatan bukan hanya soal pola makan sehat dan rutin berolahraga. Kebiasaan sehari-hari yang tampaknya sepele bisa berdampak besar terhadap risiko tekanan darah tinggi (hipertensi), termasuk pada usia muda.

Hipertensi sering terjadi akibat penyempitan arteri yang menghambat aliran darah. Seiring bertambahnya usia, tekanan darah cenderung meningkat secara alami. Namun, kini semakin banyak orang dewasa muda yang mengalami hipertensi akibat pola hidup yang kurang sehat. Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Berikut enam kebiasaan umum yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi di usia muda:

1. Melewatkan Sarapan

Sarapan bukan hanya sekadar rutinitas pagi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga metabolisme tubuh. Penelitian yang diterbitkan di jurnal ‘Frontiers’ mengungkapkan bahwa melewatkan sarapan dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Mereka yang sering tidak sarapan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori di siang dan malam hari, yang berkontribusi pada kenaikan berat badan—faktor utama pemicu tekanan darah tinggi.

2. Berat Badan Berlebih

Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Semakin tinggi detak jantung, semakin besar pula tekanan darah yang terjadi. Menjaga Indeks Massa Tubuh (IMT) dalam batas normal dapat membantu mengurangi risiko hipertensi.

3. Kurang Tidur dan Sering Begadang

Baca Juga :

Djemima Shireen Jadi Puteri Nelayan 2025 Sukabumi, Suarakan “Our Culture, Our Life”
Upaya Strategis Pemerintah Kelola Energi di Tengah Konflik, Perlu Pecahkan dengan Solusi

Tidur yang cukup sangat penting bagi kesehatan tubuh secara keseluruhan. National Sleep Foundation menyebutkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan tekanan darah karena mengganggu keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh.

Saat tidur terganggu, tubuh tetap berada dalam kondisi stres dan kewaspadaan tinggi, yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah dalam jangka panjang.

4. Malas Bergerak (Mager)

Gaya hidup sedenter atau kurang gerak semakin menjadi kebiasaan, terutama di era digital. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam duduk saat bekerja atau menonton TV.

Menurut American Heart Association (AHA), duduk terlalu lama bisa menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko hipertensi. Untuk mengatasinya, biasakan bergerak setiap jam, misalnya berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan.

5. Konsumsi Makanan Olahan Berlebihan

Makanan olahan seperti junk food, makanan instan, dan camilan tinggi garam sering menjadi pilihan praktis. Namun, kandungan natrium yang tinggi dalam makanan ini bisa menyebabkan tubuh menahan cairan, yang berujung pada peningkatan tekanan darah.

Natrium dalam garam menarik lebih banyak cairan ke dalam pembuluh darah, meningkatkan volume darah dan tekanan pada dinding pembuluh darah. Mengurangi konsumsi makanan olahan dan menggantinya dengan makanan segar dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

6. Stres Berlebihan

Stres kronis berkontribusi besar terhadap tekanan darah tinggi. AHA mencatat bahwa stres memicu respons “fight or flight” dalam tubuh, yang menyebabkan lonjakan tekanan darah secara tiba-tiba. Jika stres tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi hipertensi jangka panjang.

Untuk mencegah hipertensi di usia muda, penting untuk menerapkan pola hidup sehat. Mulai dari rutin sarapan, menjaga berat badan ideal, tidur cukup, aktif bergerak, menghindari makanan olahan, hingga mengelola stres dengan baik.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan aktivitas aerobik setidaknya 150 menit per minggu sebagai salah satu cara menjaga kesehatan jantung dan tekanan darah tetap stabil.***

You Might Also Like

PSSI Klarifikasi Salah Tulis Nama Pencetak Dua Gol pada Laga Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar
Main di Stadion Utama Sumatera Utara, Harga Tiket Laga Timor Leste Vs Indonesia di Piala AFF U-19 2026 Mulai dari Rp 100 Ribu
Timnas Indonesia Masuk EA Sports FC, Erick Thohir Sebut Industri Olahraga Naik Kelas
KNVB Berbagi Ilmu di Timika, Pelatih dan Talenta Muda Papua Dapat Pelatihan Khusus
Strategi Baru Herdman: Bangun Fondasi Timnas Indonesia Lewat Pemain Lokal
TAGGED:Darah TinggikesehatanUsia Muda
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Pilih Ekskul Sesuai Kepribadianmu: Introvert Vs Ekstrovert
Next Article Ekskul Unik di Sekolah, dari Teater Horor Sampai Komunitas Podcast
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

INDEF Desak Aturan Ketat BBM Subsidi, Hak Wong Cilik Jangan Dicuri Mafia

Dulu Numpang, Kini Mandiri! BPBL Hadirkan Terang dan Harapan Baru untuk Warga Madiun

Warga Muba Bersyukur, Hasil Sumur Rakyat Kini Legal Pasok Pertamina

Adilkah Lembur Diganti Libur? Kisruh Indomaret Picu Pro-Kontra Nasional

Target 100 GW! PLTS Raksasa di Jawa Disiapkan, Ketergantungan Energi Fosil Mulai Diputus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Olahraga

Jelang Piala ASEAN 2026, Timnas Indonesia Jalani Pemusatan Latihan Intensif 20 Hari di Bali

5 days ago
Olahraga

Persib dan Borneo FC Resmi Wakili Indonesia di ASEAN Club Championship 2026/2027

5 days ago
Olahraga

Hector Souto Ingin Timnas Futsal Indonesia Hadapi Tim Eropa di FIFA Matchday 2026

5 days ago
Kesehatan

Dokter Ingatkan Bahaya Flu Singapura, Vaksinasi Jadi Perlindungan Penting

5 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index