INVERSI.ID – Pemerintah China mencatat penurunan tingkat pengangguran di kalangan anak muda pada Maret 2025. Data terbaru ini memberikan secercah harapan setelah tren pengangguran sempat meningkat dalam dua bulan sebelumnya.
Menurut laporan Biro Statistik Nasional China (National Bureau of Statistics/NBS) yang dirilis Kamis (11/4), tingkat pengangguran penduduk usia 16 hingga 24 tahun, di luar kategori mahasiswa, turun menjadi 16,5 persen, dari sebelumnya 16,9 persen pada Februari.
Penurunan ini juga terlihat pada kelompok usia 25 hingga 29 tahun, yang turun menjadi 7,2 persen dari 7,3 persen bulan lalu. Sementara itu, kelompok usia kerja produktif 30 hingga 59 tahun mencatat angka 4,1 persen, turun dari 4,3 persen.
Secara nasional, tingkat pengangguran di wilayah perkotaan China berada di angka 5,2 persen, menurun dari 5,4 persen pada Februari, yang merupakan angka tertinggi dalam dua tahun terakhir.
China Fokus pada Penciptaan Lapangan Kerja untuk Anak Muda
Penurunan ini muncul di tengah komitmen pemerintah China untuk memperluas lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda dan lulusan universitas yang tengah menghadapi tantangan masuk ke dunia kerja.
Sejak pertengahan tahun 2023, pemerintah sempat menghentikan publikasi data pengangguran anak muda setelah angkanya mencapai rekor tertinggi 21,3 persen pada Juni 2023. Data tersebut baru kembali dirilis pada Desember 2023 setelah NBS melakukan perubahan metodologi dengan mengecualikan mahasiswa dari perhitungan statistik.
Namun, meski angka resmi menunjukkan penurunan, data ini belum mencakup pencari kerja yang sudah menyerah atau tidak lagi aktif melamar pekerjaan. Selain itu, kondisi pengangguran di wilayah pedesaan belum sepenuhnya tergambarkan dalam laporan resmi.
Strategi Pemerintah untuk Menekan Pengangguran
Sebagai respons terhadap tekanan ekonomi dan tingginya angka pengangguran, pemerintah China mengambil berbagai langkah strategis, seperti:
- Peningkatan dukungan fiskal dan moneter
- Menetapkan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5 persen
- Mendorong inovasi di sektor ketenagakerjaan
Awal April 2025, Dewan Negara China atau kabinet merilis pedoman baru untuk membangun sistem layanan ketenagakerjaan yang lebih efektif, khususnya untuk lulusan perguruan tinggi. Upaya ini mencakup perbaikan akses informasi lowongan kerja, pelatihan keterampilan, dan peningkatan keterhubungan antara universitas dan pasar kerja.
Apa Artinya Bagi Generasi Muda?
Meski tantangan belum sepenuhnya hilang, penurunan ini menjadi sinyal positif bahwa intervensi pemerintah mulai menunjukkan hasil. Bagi generasi muda China—dan juga di negara lain yang menghadapi tantangan serupa, kebijakan inklusif dan fokus pada sektor tenaga kerja muda sangat penting untuk membangun fondasi ekonomi jangka panjang.
Apakah ini menjadi titik balik bagi pasar kerja anak muda di China? Masih terlalu dini untuk disimpulkan. Tapi satu hal pasti, langkah-langkah serius dari pemerintah dan perubahan strategi ketenagakerjaan adalah fondasi penting menuju stabilitas ekonomi yang lebih inklusif.***