GUADALAJARA – Piala Dunia 2026 benar-benar menghadirkan pesta gol. Setelah 40 pertandingan pertama, turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu telah menghasilkan 121 gol atau rata-rata tiga gol per pertandingan. Angka tersebut sekitar 25 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Salah satu faktor yang disebut berkontribusi terhadap ledakan gol tersebut adalah bola resmi yang digunakan FIFA. Bola baru itu dirancang dengan teknologi jahitan dalam (deep seams) untuk menciptakan stabilitas optimal saat melayang di udara, sekaligus memberikan kecepatan tinggi ketika dilepaskan ke arah gawang.
Pelatih Austria, Ralf Rangnick, bahkan menggambarkan karakteristik bola tersebut dengan sangat gamblang. “Bola ini secepat bola meriam. Saya pikir hari ini dan beberapa hari terakhir, jika Anda menendang bola pada posisi yang tepat, sangat sulit bagi penjaga gawang untuk menyelamatkannya,” kata Rangnick dikutip dari Reuters.
Selain faktor bola, durasi pertandingan yang lebih panjang akibat tambahan waktu dan jeda hidrasi (hydration break) juga membuka lebih banyak peluang mencetak gol. Format baru Piala Dunia yang diperluas menjadi 48 tim juga menciptakan kesenjangan kualitas yang lebih lebar antara peserta.
Pelatih Kolombia, Néstor Lorenzo, menilai perkembangan sepak bola modern turut mendukung produktivitas para penyerang. “Mereka tidak mendapatkan perlindungan seperti sekarang 20 atau 30 tahun lalu, ketika mereka lebih sering mendapat tekel keras dan permainan kasar jauh lebih umum,” ujarnya.
Premier League Dominan
Dari total 121 gol yang tercipta, lebih dari separuh dicetak pemain yang berkarier di tiga liga elite Eropa: Liga Inggris, Liga Jerman, dan Liga Spanyol. Premier League menjadi penyumbang terbesar.
Klub-klub besar juga mendominasi daftar pencetak gol. Pemain-pemain Real Madrid telah mencetak tujuh gol, termasuk empat gol dari Kylian Mbappé, dua dari Vinícius Júnior, dan satu dari Jude Bellingham.
Sementara itu, pemain Liverpool FC menyumbang lima gol, termasuk milik Cody Gakpo, Virgil van Dijk, Alexander Isak, dan Mohamed Salah.
Sorotan terbesar tentu tertuju kepada Lionel Messi. Bintang Argentina itu telah mencetak lima gol hanya dalam dua pertandingan, termasuk hattrick saat menghadapi Aljazair dan dua gol ke gawang Austria di Dallas Stadium, Arlington, Texas.
Tak jauh di belakang, Erling Haaland dan Mbappé juga terus memburu daftar pencetak gol terbanyak turnamen.
Hingga kini, Senin (22/6/2026) hanya tercatat tiga hasil imbang tanpa gol, sementara delapan gol lainnya merupakan gol bunuh diri. Dengan laju saat ini, Piala Dunia 2026 diproyeksikan melampaui rekor 172 gol yang tercipta pada Piala Dunia Qatar 2022.
Jika rata-rata produktivitas saat ini bertahan hingga 64 pertandingan pertama, jumlah gol diperkirakan mencapai hampir 194 gol—jauh melampaui rekor sebelumnya.
Dengan bola yang lebih cepat, waktu bermain yang lebih panjang, serta para bintang seperti Messi, Mbappé, dan Haaland yang sedang berada dalam performa terbaik, Piala Dunia 2026 sejauh ini tampil sebagai salah satu turnamen paling ofensif dalam sejarah sepak bola dunia.