By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Reading: Bahasa Jawa Kian Terpinggirkan, Generasi Muda Diminta Ikut Melestarikan
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Logo MBG
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Bahasa Jawa Kian Terpinggirkan, Generasi Muda Diminta Ikut Melestarikan

Pendidikan

Bahasa Jawa Kian Terpinggirkan, Generasi Muda Diminta Ikut Melestarikan

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
2 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Bahasa Jawa sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara kini menghadapi tantangan besar di tengah dominasi bahasa Indonesia dan bahasa asing.

Guru Besar Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya Jawa, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr. Hendrokumoro, menyampaikan bahwa pelestarian bahasa Jawa harus menjadi perhatian serius, terutama di kalangan generasi muda.

“Bahasa Jawa mengalami tantangan eksistensial karena penggunaannya kian terbatas, umumnya hanya dalam lingkungan keluarga atau komunitas tradisional,” ujar Hendrokumoro dalam pidato pengukuhan jabatan guru besarnya yang bertajuk “Eksistensi Bahasa Jawa Saat Ini beserta Peran, Tantangan, dan Peluangnya,” dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu (10/5).

Menurutnya, arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan perubahan gaya hidup masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi penurunan penggunaan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa.

Padahal, berdasarkan data, jumlah penutur bahasa Jawa saat ini masih sangat besar, yakni diperkirakan lebih dari 80 juta jiwa.

Namun demikian, besarnya jumlah penutur tidak menjamin keberlangsungan bahasa tersebut tanpa dukungan nyata dari berbagai pihak. Hendrokumoro menekankan pentingnya strategi pelestarian bahasa Jawa yang tidak hanya bersifat konservatif, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Bahasa Jawa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk mewariskan nilai-nilai budaya, membentuk identitas, dan memperkuat karakter masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti bahwa ungkapan-ungkapan dalam bahasa Jawa sarat dengan nilai kearifan lokal yang relevan dalam membentuk perilaku sosial masyarakat. Oleh sebab itu, bahasa Jawa perlu terus diajarkan, dikaji, dan dikembangkan, khususnya dalam lingkungan akademik, lembaga budaya, dan media digital yang digemari anak muda.

Lebih lanjut, Hendrokumoro menyatakan bahwa pelestarian bahasa Jawa dapat memberikan dampak lebih luas, termasuk potensi peningkatan nilai ekonomi, misalnya melalui produk budaya, literasi digital, dan pariwisata berbasis lokal.

Baca Juga :

Kamu Wajib Tahu! Teater Mak Yong, Seni Tradisional Riau yang Lebih Keren dari Drakor!
Kenapa Banyak Gen Z Dipecat? Ini Fakta dan Cerita Nyatanya

“Bahasa adalah cerminan peradaban. Melalui bahasa, manusia tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga menghidupkan memori kolektif dan konstruksi budaya,” tuturnya.

Ia pun mengajak para akademisi, pegiat bahasa, dan generasi muda untuk lebih aktif dalam menghidupkan bahasa daerah, termasuk bahasa Jawa, sebagai bagian dari upaya menjaga keragaman budaya Indonesia.***

You Might Also Like

UI Kembali Jadi Kampus Terbaik Indonesia, Bertahan di 200 Besar Dunia Versi QS WUR 2027
Dedi Mulyadi Ancam Cabut Subsidi Sekolah Swasta Gratis bagi Siswa yang Tawuran
Disdik Jabar Ingatkan Peserta SPMB Tahap 1 untuk Daftar Ulang, Tahap 2 Segera Dibuka
Lebih dari 1.000 Pelajar di Jakarta Barat Terima Beasiswa PIP, Dukung Pendidikan Generasi Masa Depan
Unhas Tembus Peringkat 861 Dunia, Melonjak 111 Posisi di QS World University Rankings 2027
TAGGED:Anak MudaBahasa JawaBudayaGenerasi muda
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Anak Muda Rentan Hipertensi, Diabetes, dan Kolesterol Tinggi, Saatnya Cek Kesehatan Rutin!
Next Article Ajak Anak Muda Bertani, Wapres Gibran: Kemandirian Pangan adalah Kunci Masa Depan Indonesia
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK

Alarm Baru Ekonomi! 55 Ribu Buruh Terancam PHK, Pemerintah Diminta Bergerak Cepat

Alhamdulillah, Pabrik Baterai Raksasa RI Siap Diresmikan

Trauma Pemadaman Listrik Terulang, Bahlil Bentuk Tim Khusus Awasi Batu Bara PLN

Listrik Nasional Sempat Kacau, Desakan Dirut PLN Mundur Menguat

Bank Dunia Bongkar Fakta! 20 Orang Kaya RI Serakah Ikut Nikmati Pertalite

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Pendidikan

Rusia Buka Kesempatan Kuliah Gratis untuk Mahasiswa Indonesia, Ini Syaratnya

1 week ago
Pendidikan

Tak Kebagian Sekolah Negeri? Pemprov Jabar Siapkan Bantuan untuk Masuk Swasta

1 week ago
PendidikanTerkini

Putra Timur Dijegal? Bahlil Pertanyakan Keadilan di Kampus UI

1 week ago
Pendidikan

Empat Sekolah di Banten Masuk SMA Unggul Garuda Transformasi 2026, Siap Cetak Generasi Emas

1 week ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index