Halo bro and sis, ada info menarik nih dari daerah Bandung, 11 Mei 2025! Di ballroom TechFest Asia, nama Aulia Zahra (18) menggema sebagai Best Young Innovator Hackathon Mental‑Health Asia 2025.
Siswi SMK TI Cirebon ini menciptakan aplikasi “CalmifyU”—platform self‑care harian yang memadukan journaling, breathing‑guide 4‑7‑8, dan check‑in mood dengan AI sentimen Bahasa Indonesia.
Kode dari Kos & Curhat Teman
Ide lahir dari curhatan teman sekelas yang cemas jelang ujian. Aulia menulis wireframe di kertas kotak matematika, lalu ngoding Flutter tiap malam di kos putri. Mentor daring via Discord dari alumni Google Developer Student Clubs.
CalmifyU punya chatbot GPT‑lite berbahasa lokal yang responnya disaring psikolog. “Biar gak toxic‑positivity,” kata Aulia. Data pengguna anonymized, sesuai pedoman privasi remaja ASEAN.
Hackathon 48 Jam Tanpa Tidur
Kompetisi 9–11 Mei: 200 peserta, 48 jam maraton. Aulia pitch di final 11 Mei, menunjukkan demo real‑time: pengguna mengetik “Gue takut gagal,” chatbot menanggapi dengan teknik reframing positif plus opsi audio nap 5‑minute.
Selain trofi, CalmifyU mendapat seed‑fund Rp 100 juta dan akses inkubator StartUpHealth Singapore. Pemprov Jabar tertarik piloting ke 50 SMA/SMK. Aulia menargetkan rilis di Play Store Agustus dengan fitur komunitas anonim.
“Belajar kode itu powerful kalau dipakai bantu orang. Mental health sama pentingnya dengan nilai ujian.” Ia mengajak teman-teman ikut #CodingForCare gerakan open‑source modul kesehatan mental remaja.