By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index
inversiid
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Reading: Peneliti Sebut Generasi Z dan Alpha Jadi Korban Terbesar Krisis Iklim
Share
Font ResizerAa
inversiidinversiid
  • Terkini
  • Politik
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Search
  • Terkini
    • Internasional
  • Politik
    • Hukum
  • Ekonomi
  • OLAHRAGA Logo
  • Pendidikan
  • Pildun 2026
Have an existing account? Sign In
Follow US
© 2026 inversi.id - Part of Inversi Media. All Rights Reserved.

Home » Peneliti Sebut Generasi Z dan Alpha Jadi Korban Terbesar Krisis Iklim

Terkini

Peneliti Sebut Generasi Z dan Alpha Jadi Korban Terbesar Krisis Iklim

Jack
By
Jack
1 year ago
Share
3 Min Read
SHARE

INVERSI.ID – Generasi yang lahir setelah tahun 2020 diprediksi akan menghadapi gelombang panas ekstrem yang jauh lebih parah dibanding generasi sebelumnya. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Nature pada 7 Mei 2025 mengungkap bahwa anak-anak saat ini akan menanggung beban paling besar dari krisis iklim global, terutama dalam 75 tahun ke depan.

Contents
Ketimpangan Generasi dan Krisis IklimAnak Muda di Negara Berkembang Paling RentanSeruan Moral: Lindungi Masa Depan Anak-anak

Studi tersebut menunjukkan bahwa tingkat paparan terhadap cuaca ekstrem, seperti gelombang panas, banjir, dan kebakaran hutan, sangat tergantung pada skenario pemanasan global yang terjadi. Dalam proyeksi terburuk, sebanyak 92 persen anak-anak yang kini berusia lima tahun diperkirakan akan mengalami paparan gelombang panas ekstrem berkali-kali sepanjang hidup mereka.

Sebagai perbandingan, hanya sekitar 16 persen orang yang lahir pada 1960 menghadapi risiko serupa, bahkan dalam skenario paling ringan sekalipun.

Ketimpangan Generasi dan Krisis Iklim

Wim Thiery, ilmuwan iklim dari Vrije Universiteit Brussels dan penulis utama studi tersebut, mengatakan bahwa temuan ini menegaskan ketimpangan generasional dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Banyak orang seusia saya yang sudah memiliki anak kecil, dan bagi mereka proyeksi ini sangat mengkhawatirkan,” ujarnya, dikutip dari Scientific American.

Dengan menggunakan model iklim canggih dan data demografi global, tim peneliti menghitung proporsi populasi yang akan mengalami cuaca ekstrem “yang belum pernah terjadi sebelumnya.” Ambang batas ini didefinisikan sebagai kejadian yang secara statistik hanya mungkin terjadi satu kali dalam 10.000 tahun jika tidak ada perubahan iklim.

Di kota Brussels, misalnya, ambang batas itu setara dengan mengalami enam gelombang panas ekstrem dalam seumur hidup, sesuatu yang hanya terjadi sekali dalam satu abad dalam iklim normal.

Anak Muda di Negara Berkembang Paling Rentan

Studi ini juga mengungkap bahwa dampak perubahan iklim tidak merata. Anak-anak di negara berkembang atau dari kelompok ekonomi lemah jauh lebih rentan terhadap paparan cuaca ekstrem karena minimnya akses terhadap sistem perlindungan lingkungan dan kesehatan.

“Selain ketimpangan antargenerasi, terdapat pula ketimpangan antarkelompok sosial dalam menghadapi dampak krisis iklim,” tambah Thiery.

Baca Juga :

Wujudkan Ibu Kota Baru, Pemerintah Terus Berupaya Bangun Infrastruktur Pendukung di IKN
Biodata Letjen TNI Agus Subiyanto, Calon KSAD yang Pernah Jadi Pangdam Siliwangi

Dalam skenario optimis dengan kenaikan suhu global sebesar 1,5°C pada tahun 2100, setengah dari anak-anak yang lahir pada 2020 (sekitar 58 juta jiwa) tetap akan mengalami paparan panas ekstrem. Jika pemanasan mencapai 3,5°C, angka ini melonjak menjadi 92 persen dari 120 juta anak yang lahir di tahun yang sama.

Seruan Moral: Lindungi Masa Depan Anak-anak

Psikoterapis dari University of Bath, Caroline Hickman, yang meneliti kecemasan iklim pada anak muda, menyatakan bahwa generasi tua sering meremehkan ancaman iklim karena mereka tidak merasakan dampaknya secara langsung.

“Orang dewasa memiliki tanggung jawab moral untuk melindungi anak-anak. Mengabaikan krisis iklim berarti mengabaikan tanggung jawab tersebut,” ujarnya.

Penelitian ini diharapkan menjadi pemicu kesadaran publik dan mendorong kebijakan iklim yang lebih adil dan berkelanjutan.***

You Might Also Like

Bisakah KDKMP Jadi Soko Guru Sejati Ekonomi Indonesia? Inilah yang Lagi Disiapkan Prabowo
Korupsi Kian Menggurita, RUU Perampasan Aset Tak Boleh Lagi Berlarut!
Dunia Wajib Hormat! Indonesia Resmi Jadi Pelopor B50 Dunia
Argentina Terlalu Tangguh untuk Swiss, Jadi Penyelamat Amerika Latin di Piala Dunia 2026
Inggris Tunjukkan Mental Juara, Singkirkan Norwegia dan Melaju ke Semifinal
TAGGED:Generasi AlphaGenerasi ZKrisis Iklim
Share This Article
Facebook Email Print
Share
Previous Article Kode Menenangkan! Aulia Zahra Menang Hackathon Mental Health Asia
Next Article Tren Pernikahan Turun, BKKBN Siapkan Strategi Hadapi Kecemasan Anak Muda dan Ketimpangan Kependudukan
Leave a Comment

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


- Advertisement -
Ad image

EKONOMI POLITIK & HUKUM

Mafia Tambang Kebakaran Jenggot? Bahlil Bongkar Alasan RKAB Diperketat

Sebelum Bicara ‘Ironi’ Harga Timah, Cek Dulu Kadar Sn-nya

Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Berterima Kasih

Megawati Usulkan Kolaborasi Indonesia-Timor Leste Lewat BRIN dan BPIP

Di Tengah Giringan Opini Kasus PLTU, Bahlil Tegaskan, “Kalau Diminta Data, Kami Kasih”

Presiden Resmi Luncurkan B50, Tonggak Baru Transisi Energi Nasional

Bahlil Ungkap Minat Besar India Investasi Migas di Indonesia

Pat Gulipat Hasil Korupsi? Polri Geledah 12 Lokasi dari Kafe, Money Changer hingga Rumah Mewah

Lolos dari Selat Hormuz! Pertamina Jaga Pasokan 2 Juta Barel Minyak Bagi Ketahanan Energi RI

Korupsi Masuk Jantung Penegak Hukum, Polri Bongkar 3 Mega Kasus

- Advertisement -
Ad imageAd image
[Ruby_E_Template id="102804"]

Berita Terkait

Internasional

Konflik AS-Iran Memanas, PBB Ingatkan Ancaman bagi Stabilitas Dunia

3 days ago
Internasional

Cuaca Ekstrem Melanda Korea Selatan, Pemerintah Tetapkan Siaga Gelombang Panas Level Peringatan

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Mbappe Cs Tampil Super Attacking, Les Bleus Makin Difavoritkan Juara

3 days ago
Pildun 2026Terkini

Messi, Mbappe, Haaland atau Kane? Siapa yang Akan Raih Sepatu Emas Piala Dunia 2026

4 days ago
inversiidinversiid
Follow US
© 2026 inversi.id - All Rights Reserved.
  • About
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • General Terms of Service
  • Index