Bro and sis, kabar keren datang dari Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis. Sebanyak 18 siswa dari Komunitas Gada Membaca sukses nembus berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) top lewat jalur SNBP dan SNBT.
Gak main-main, lho, kampusnya mulai dari UNAIR, Unpad, UPI, IPB, UIN, hingga Poltekkes Yogyakarta!
Semangat Belajar dari Desa Buat ke Kampus Impian
Ketua Komunitas Gada Membaca, Kak Naufalia Qisthi, dengan bangga bilang, “Alhamdulillah, tahun ini ada 18 orang yang masuk perguruan tinggi negeri. Mereka tersebar di kampus-kampus keren di berbagai kota.”
Gada Membaca bukan cuma komunitas biasa, bro. Ini tempat nongkrong produktif yang nyediain WiFi gratis, komputer, buku latihan soal, dan ruang diskusi. Cocok banget buat lo yang pengen belajar bareng dan dapet vibes positif.
Belajar Serius, Tapi Gak Kaku
“Kami liat banget perjuangan anak-anak ini. Ada yang tiap hari nongkrong di komunitas buat belajar, ikut kegiatan, dan sharing bareng kakak alumni. Itu bikin saya bangga dan terharu,” kata Kak Qisthi.
Emang sih belum semua dapet pendampingan intensif, tapi semangat dan konsistensi mereka udah bikin jalan ke kampus-kampus impian terbuka lebar. So, no excuse bro and sis, fasilitas udah ada, tinggal lo mau gerak atau enggak.
Bukti Nyata: Anak Desa Juga Bisa!
Dengan anggota yang udah tembus 2.158 orang dari berbagai usia dan profesi, Gada Membaca punya misi jelas: buktiin kalau anak desa juga punya hak dan peluang yang sama buat masuk kampus keren.
“Kalau satu anak desa aja bisa lolos PTN, itu bisa jadi pemantik semangat buat banyak anak lainnya. Tempat lahir gak nentuin masa depan. Yang penting tekad, bro,” tegas Kak Qisthi.
Jangan Pernah Remehin Mimpi
Qisthi berharap para mahasiswa yang lolos bisa balik lagi ke desa, jadi inspirasi, dan berbagi ilmu serta pengalaman. Karena masa depan Indonesia gak cuma ada di kota besar, tapi juga di desa yang punya potensi luar biasa.
So bro and sis, jangan pernah remehin mimpi. Gak peduli lo dari mana, yang penting lo mau belajar, punya tekad, dan jalanin prosesnya. Kampus impian itu bukan buat anak kota doang—anak desa juga bisa dan udah buktiin!